26 March 2014

KESEJAHTERAAN MELALUI POTENSI KELAUTAN

Foto: Effendy Wongso
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya memperbaiki sistem perekonomian guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar, Rahman Bando, mengemukakan berdasarkan data 2013, capaian produksi tangkapan perikanan laut di Kota Makassar sebesar 12.381,5 ton. Hal itu dijelaskan dalam acara pertemuan dengan sejumlah nelayan, petani, peternak, pengusaha perikanan dan olahan ternak di Hotel Areotel Smile, Jalan Muchtar Lutfi, Makassar, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, Kota Makassar memiliki potensi perikanan yang tinggi. “Potensi perikanan masih perlu digenjot. Jika dikelola secara baik, tentunya akan menghasilkan keuntungan yang lebih baik bagi para nelayan dan pelaku di sektor kelautan dan perikanan,”alasan Rahman.
Ditambahkan, kegiatan pertemuan tersebut untuk membahas strategi yang tepat dalam peningkatan hasil sumber daya alam (SDA) Kota Makassar yang meliputi sektor kelautan, perikanan, peternakan, dan pertanian.
Khusus untuk budidaya air payau, terdapat sejumlah 592 rumah tangga produksi (RTP), dengan luas areal keseluruhan 1.031,66 hektare, realisasi budidaya tambak 1.100 ton dengan nilai produksi Rp 49.511.320.000, sedangkan budidaya air tawar jumlah RTP sebanyak 305, dengan luas areal keseluruhan 8.287 meter persegi, dengan realisasi budidaya sebesar 791,4 ton bernilai produksi Rp 21.678.400.000.
Selain itu, potensi peternakan di Kota Makassar, sebagai kota metropolitan tidak memungkinkan untuk budidaya ternak, namun yang banyak adalah perusahaan di sektor peternakan seperti perusahaan pakan ternak, perusahaan pengolahan produk peternakan, pengusahan pemotong hewan, dan perusahaan ritel produk peternakan.
“Diperlukan peran serta pemerintah untuk melakukan pembinaan terhadap semua unsur pelaku usaha peternakan, mengingat pangsa pasar untuk konsumen produk peternakan yang terbanyak di Sulsel,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam sambutannya mengatakan, pembangunan bidang kelautan, perikanan, pertanian dan peternakan di Kota Makassar merupakan sektor strategis yang tidak bisa dipisahkan dari program pembangunan di Kota Makassar. “Pengelolaan sektor kelautan, perikanan, pertanian dan peternakan yang serius tentunya akan dapat membantu pembangunan ekonomi secara nasional, khususnya pemberdayaan masyarakat miskin di wilayah pesisir dan pulau," ujar alumnus pertanian Universitas Hasanuddin ini.
Ilham menyadari, Kota Makassar memiliki luas yang sempit untuk pengelolaan pertanian. “Makassar memiliki lahan yang sempit, tetapi dengan penggunaan teknologi, tentunya akan dapat melipatgandakan hasil pertanian,” bebernya.
Ketua PKK Kota Makassar, Aliyah Mustika yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Tim Penggerak PKK Kota Makassar akan melakukan pembekalan kepada istri-istri nelayan di wilayah pesisir terkait pengembangan potensi usaha di bidang perikanan. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)