07 March 2014

KEMBANGKAN UMKM, BAPPEDA GIAT GELAR WORKSHOP

Foto: Effendy Wongso
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) menggelar kegiatan workshop bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di 14 kecamatan Kota Makassar. Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kelautan dan Ketahanan Pangan, Aminuddin Sappe mengatakan kegiatan tersebut memberi pemahaman dan wawasan kepada para pelaku UMKM terkait pemasaran.
“Ke depan kami berharap hasil produksi industri dari para pelaku UMKM ini bisa masuk ke market, serta menuju pangsa pasar nasional dan internasional,” ujarnya saat usai melaporkan kegiatan Workhsop dan Koordinasi Pemasaran UMKM Kota Makassar di Hotel Grand Celino, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Kamis (6/3/2014) pagi.
Aminuddin mengungkapkan, Klinik Bisnis Terpadu (KBT) yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah, telah disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 14 Tahun 2010 tentang Klinik Bisnis Terpadu. Tujuannya agar mampu memberdayakan UMKM yang ada di setiap kecamatan pada lingkup Kota Makassar.
“Kegiatan pelatihan bagi pelaku UMKM penting untuk mengembangkan hasil produksi mereka. Misalnya, perbaikan dalam hal kemasan dan manajemen,” pesannya.
Workshop yang dihadiri 150 orang, dan berasal dari masing-masing kecamatan yang telah dibina oleh KBT, sebut Aminuddin diharap mampu menambah wawasan mereka tentang bagaimana cara memproduski dan memasarkan barang agar dapat bersaing dengan produk luar negeri. “Tentunya ini dapat memberi kontribusi yang besar terhadap proses pemulihan perekonomian, khususnya di Kota Makassar,” ungkapnya.
Ditambahkan, para pelaku UMKM yang berjumlah 30 orang di setiap kecamatan dengan asumsi berbagai jenis usaha, seyogianya diperhatikan dengan baik. Fokus terhadap perkembangan usaha para pelaku UMKM di antaranya dengan melibatkan instansi kesehatan untuk memantau kualitas produk yang dihasilkan.
“Dari segi kesehatan, para pelaku UMKM mesti bisa mempertanggung jawabkan kualitas higienitas produksinya. Untuk itu, kami memberi ruang tanggung jawab pengawasan tersebut kepada balai pengawasan obat dan makanan (POM) dan dinas kesehatan,” ungkap mantan pengawai dinas koperasi ini.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang IV pada bagian Desentralisasi Kebijakan Pengembangan, Chairul Andi Tau saat membuka kegiatan mewakili Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, mengatakan sebagai kota jasa dan perdagangan perkembangan Kota Makassar terbilang sangat cepat. Salah satunya adalah dengan melihat menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan.
“Sesuai visi pemerintah, yakni Makassar menuju kota dunia berlandaskan kearifan lokal, maka dengan menguatkan struktur ekonomi pada multisektor maka niscaya perniagaan, jasa, dan industri kita akan lebih berkembang lagi,” ungkapnya.
 Ditambahkan, dengan berkembangnya UMKM dipastikan dapat membuka kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat yang berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan hasil daerah. Selain itu, pengembangan UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap proses pemulihan perekonomian sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan, dan ini mesti diperluas agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Selama ini, UMKM telah tersebar di beberapa kelurahan, sehingga mampu berperan sebagai inti dan penggerak pertumbuhan ekonomi di kelurahan,” tuturnya.
Secara alami, sebut Chairul telah terjadi proses transformasi budaya dari masyarakat tradisional menuju masyarakat maju dan modern. Namun salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan UMKM tak lepas dari sumber daya manusia (SDM), permodalan, mesin, peralatan, pengolahan usaha, pemasaran, dan ketersediaan bahan baku.
“Terbatasnya modal dan biaya promosi serta lemahnya jaringan bisnis, terkadang menjadi kendala, sehingga ke depan akan dilakukan beberapa strategi pemasaran produk. Strategi itu antara lain strategi pemasaran berbasis hubungan, promosi terpadu, dan pastinya didukung kualitas produk yang baik,” tandasnya. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)