02 March 2014

KEKUATAN UMKM LOKAL

Foto: Effendy Wongso
Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) telah mampu membuktikan kekuatannya saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada1998, serta saat krisis global melanda dunia di 2013. Ada beberapa sektor yang bisa menopang hidupnya jenis usaha tersebut, dan itu terus dipacu oleh pemerintah Kota Makassar.
Perkembangan UMKM di Kota Makassar setiap tahun terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, jumlah UMKM yang ada di Kota Makassar telah mencapai sembilan ribu unit usaha, dan 80 persen di antaranya bergerak di sektor komsumsi, jasa, dan industri kreatif.
Sumbangan sektor UMKM terhadap perekonomian di Kota Makassar juga sangat signifikan. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengembangan usaha dari sektor ini. Salah satunya dengan mengembangkan Klinik Bisnis Terpadu (KBT) di 14 kecamatan di Kota Makassar.
“Kita telah membuktikan saat krisis moneter lalu, sektor UMKM menjadi salah satu sektor ekonomi yang bertahan dan tidak terpengaruh, bahkan mengalami perkembangan. Ini menjadi bukti sektor ini bisa diandalkan. Klinik Bisnis Terpadu berperan menyehatkan UMKM agar dapat berdaya saing dengan produk-produk dari industri besar," ujar Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin pada suatu kesempatan membuka pameran produk UMKM di Celebes Convention Centre (CCC), Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makassar.
Untuk mendukung kemajuan sektor  UMKM, saat ini Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar mulai mengembangkan pola pembinaan dan pengembangan UMKM pada sektor ritel, demi menjaga persaingan pasar. Sektor perdagangan ritel di Kota Makassar telah berkembang dengan pesat, seiring dengan perkembangan Kota Makassar yang sekarang menjadi sentral untuk kawasan timur Indonesia (KTI).
Hal tersebut, menurut Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Sosial, Ibrahim Saleh, didukung oleh iklim ekonomi serta pertambahan penduduk kota yang saat ini telah mencapai 1,6 juta jiwa. Jumlah angka penduduk tersebut ini menjadi pangsa pasar yang menjanjikan.
Sektor UMKM menjadi perhatian besar dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar untuk melakukan pembinaan, guna menunjang era persaingan dengan peritel besar yang banyak beroperasi di Kota Makassar saat ini.
“Saat ini era perdagangan ritel telah berubah wajah menjadi sistem melayani diri sendiri tanpa bargaining, sehingga kepuasan pelanggan sepenuhnya menjadi hal utama. Untuk itu UMKM harus mampu mengikuti perkembangan sistem, agar tidak ditinggalkan konsumen,” tutur Ibrahim saat ditemui di kantornya.
Untuk mendukung pengembangan sektor UMKM di Sulawesi, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tengah membangun jaringan UMKM di Pulau Sulawesi, melalui pelatihan dan pembinaan bagi nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) PNM. Sedikitnya 9.662 pelaku usaha yang memanfaatkan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang dilaksanakan oleh PNM.
Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi menuturkan, para pelaku UMKM kembali membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi gejolak ekonomi yang terjadi sepanjang 2013 lalu. Hal itu tercermin dari kontribusi positif sektor UMKM terhadap pembiayaan mikro PNM di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global.
PNM saat ini memiliki 705 jaringan layanan, termasuk 577 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang menjangkau 2.799 Kecamatan di seluruh Indonesia. Berdasarkan catatan PNM, penyaluran kredit ULaMM di wilayah Makassar dan sekitarnya mencapai Rp 242,24 miliar sepanjang 2013, atau tumbuh 18,4 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 184,34 miliar.
Seluruh pembiayaan ULaMM tersebut dimanfaatkan oleh 4.952 pelaku UMKM, meningkat 25 persen jika dibandingkan jumlah nasabah ULaMM pada 2012 yang sebanyak 3.963 nasabah. PNM Cabang Makasar membagi kendali operasional dari 45 outlet ULaMM di Sulawesi ke dalam delapan klaster, yakni Ambon, Bone, Luwuk, Makassar, Mamuju, Palopo, Palu, dan Parepare.
Berkaitan dengan pembinaan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar juga ikut mengambil peran. Menurut Kepala Seksi Bimbingan Produksi bidang Industri, Hj Hamna Faisal, pembinaan yang dilakukan di antaranya melalui pelatihan, magang, bimbingan teknis, memfasilitasi kegiatan pameran, dan melakukan standarisasi usaha.
Untuk industri kecil, Disperindag bermitra dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, dalam hal sharing anggaran untuk membina industri kecil yang ada di Kota Makassar. Setiap kali melakukan pembinaan, Disperindag terus mencoba menggaet beberapa pihak yang terkait dengan bantuan permodalan. Karena masalah tersebut yang sering menjadi kendala dalam perkembangan UMKM di Kota Makassar. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)