12 March 2014

KEBANGKITAN WANITA PADA POSISI SENIOR DI INDONESIA

Foto: Dok KATA HATIKU
Pada malam “Hari Perempuan Internasional”, riset terbaru dari Grant Thornton International Business Report (IBR) mengungkap bahwa 41 persen peran manajemen senior di Indonesia dipegang oleh wanita pada 2014. Temuan tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat kedua di antara 45 ekonomi yang diamati, dan hanya di belakang Rusia (43 persen).
Proporsi wanita di level senior di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara-negara Asean, mengungguli Filipina (40 persen), Thailand (38 persen), Vietnam (26 persen), Malaysia (25 persen), dan Singapura (23 persen).
Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani mengatakan pemerintah Indonesia memainkan peranan yang sangat penting dalam hal ini. Baru-baru ini, pemerintah memusatkan perhatian untuk mempromosikan kewirausahaan wanita dan memberikan dukungan kepada pengusaha wanita agar dapat mengatasi rintangan yang muncul dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa usaha kecil menengan (UKM) memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyerap lebih dari 96 persen tenaga kerja di Indonesia, di mana sepertiga dari keseluruhan UKM yang ada dimiliki oleh wanita. Jumlah UKM yang dimiliki oleh wanita terus bertumbuh dengan pesat pada tingkatan delapan per tahun.
“Posisi manajemen senior teratas di Indonesia yang dipegang oleh wanita adalah Chief Financial Officer (54 persen), Chief Marketing Officer (24 persen), Sales Director (19 persen), dan Human Resource Director (17 persen). Temuan ini sejalan dengan 2013 study of Access to Trade and Growth of Women’s SMEs in APEC Developing Economies, yang menunjukkan bahwa wanita Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan pria dalam hal menjalin relasi, di mana 55 persen wanita dibandingkan dengan 30 persen pria terlibat di dalam berbagai asosiasi bisnis,” ungkap Johanna.
Disebutkan, wanita juga dilaporkan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi dalam mengadopsi teknologi komputer untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka, di mana 74 persen wanita melakukan hal tersebut dibandingkan dengan 60 persen pria. Penelitian tersebut juga mengamati bahwa wanita Indonesia lebih cenderung untuk mempekerjakan wanita di dalam bisnis mereka, sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap inklusivitas wanita pada perekonomian.
Hasil riset terkini IBR juga menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan menawarkan pengaturan waktu kerja yang fleksibel (65 persen), program bimbingan (33 persen), peluang untuk mendapatkan liburan ekstra atau mengambil cuti tidak berbayar (32 persen), serta penanggungan biaya melahirkan melebihi dari apa yang seharusnya diwajibkan oleh peraturan (32 persen) untuk mendukung para ibu yang berkarier. Inisiatif dari perusahaan-perusahaan Indonesia ini merupakan salah satu kontributor terbesar bagi tingginya persentase wanita pada posisi senior, dan telah terbukti efektivitasnya sebagai cara-cara yang memotivasi wanita Indonesia untuk mengambil tanggung jawab manajemen senior dan tetap bertahan di posisi tersebut.
Kontributor terbesar lainnya adalah kecenderungan perusahaan untuk mempekerjakan atau mempromosikan lebih banyak wanita pada tingkatan manajemen senior. Hampir sepertiga perusahaan di Indonesia memiliki rencana spesifik untuk melakukan hal tersebut dalam 12 bulan ke depan, dan hanya Filipina yang memiliki kecenderungan lebih tinggi di kawasan Asean (61 persen).
Ketersediaan program-program spesifik untuk mendukung atau membimbing para wanita di posisi manajemen senior juga merupakan kontributor penting bagi terciptanya persentase yang tinggi tersebut di Tanah Air, di mana Indonesia berada pada jajaran teratas dunia bersama dengan Thailand, dalam menjalankan program-program dukungan dan bimbingan bagi para wanita karier.
Johanna menambahkan, melalui kolaborasi dengan sektor swasta, pemerintah Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengurangi ketidaksetaraan gender di Indonesia. Hal ini merupakan langkah vital, sebab lingkungan dengan kesetaraan gender yang baik juga dipersepsikan sebagai lingkungan yang baik untuk bisnis. Dikombinasikan dengan optimisme bisnis yang tinggi, kolaborasi ini akan membuat Indonesia sebagai surga bisnis tropis, tidak hanya di wilayah sekitar, tetapi juga di pasar internasional. (blogkatahatiku.blogspot.com)