02 March 2014

KAUS KAREBA KELILING NUSANTARA

Foto: Yusuf A
Berawal dari hobi mengoleksi kaus-kaus etnik budaya se-Indonesia, dan didukung oleh lingkungan sewaktu masih kuliah di kota seniman Yogyakarya, Fakhruddin Mansyur mempunyai ide untuk membuat sebuah hasil karya bertema budaya Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal tersebut tidak lepas dari keinginannya untuk ikut berkontribusi memajukan budaya Sulsel.
Selama ini alumni pasca sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta tersebut sering mengamati perkembangan kaus Dagadu Jogja dan kaus Joger di Bali. Kedua produk kaus tersebut menjadi fenomena, bahkan telah menjadi ikon daerah asalnya. Penggemarnya tersebar di seluruh Indonesia. Siapapun pendatang yang berkunjung ke Jogja maupun Bali, akan terasa belum lengkap tanpa membeli oleh-oleh kaus Dagadu dan Joger.
Terinspirasi dari fenomena kaus Dagadu dan Joger, Fakhruddin punya keinginan yang sama, ingin membuat baju kaus dengan tema-tema budaya khas Sulsel. “Saya sempat searching di internet, ternyata di Makassar juga sudah ada yang demikian. Tetapi belum menjadi fenomena seperti Dagadu dan Joger,” ujarnya.
Setelah dirasakan sudah cukup siap, pertengahan Mei 2012, baju kaus bertema khas budaya Sulsel buatan Fakhruddin didaftarkan di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Departemen Hukum dan Perundang-undangan, dengan merek dagang Kaus Kareba. Bersamaan dengan waktu penetapannya, Fakhruddin juga melaunching produknya di jejaring media sosial.
Awal dilaunching, kaus Kareba mendapat respons yang sangat positif. Semua orang yang berasal dari Sulsel, sangat bangga menggunakan kaus Kareba. Saat ini pembeli kaus Kareba bukan hanya orang Sulsel, tetapi juga sudah dipasarkan ke  beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Papua. Selain menggunakan sistem penjualan langsung, juga melalui beberapa media jejaring sosial. Fakhruddin juga memanfaatkan fitur gadget seperti BBM dan SMS Broadcast. 
Menurutnya, kaus Kareba berbeda dengan beberapa kaus sejenis yang sudah lebih dulu eksis di Kota Makassar. Ada empat hal yang selama ini menjadi identitas dari kaus Kareba untuk diusung sebagai tema, yaitu unsur budaya Sulsel, edukasi, pelestarian lingkungan hidup, dan kebangkitan ekonomi.
Setelah lulus kuliah, aktivitas Fakhruddin berjualan online kaus Kareba tidak berhenti begitu saja. Jiwa wirausaha yang terbangun dalam dirinya, membuat ia terus menjalankan bisnis jualan kaus Kareba. Konsep pemasaran yang dijalankan saat ini, selain masih menafaatkan dunia maya, ia juga menjalankan sistem titip jual di beberapa toko oleh-oleh yang ada di Kota Makassar, serta menjalin kemitraan dengan beberapa orang yang bertindak sebagai reseller. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)