01 March 2014

IKATAN BANKIR INDONESIA MAKASSAR

Akomodir SDM Perbankan Lewat IBI

Foto: Effendy Wongso
Dunia perbankan di Makassar kembali diperkaya oleh organisasi independen yang kelak dapat mengakomodir sumber daya manusia (SDM) lembaga-lembaga keuangan yang ada untuk eksistensif dan profesional, yakni Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Makassar.
Terbentuknya IBI Makasar memberi peluang untuk menggali potensi para bankir yang ada di Makassar. IBI Sekretariat Makassar akan menopang seluruh pegawai bank di Kota Makassar untuk dilatih menjadi banker profesional. IBI yang berpusat di Jakarta ini baru membentuk sekretariat di empat kota, dan Makassar menjadi salah satu kota pilihan.
Ketua IBI Makassar, Ellong Tjandra, mengatakan ke depan IBI Makassar akan menggandeng seluruh pegawai bank yang merasa dirinya seorang bankir profesional. Seluruh pegawai bank bisa bergabung tanpa memandang latar belakang.
“Bank Jabar, Bank DKI, dan Bank Papua pun bisa turut serta menjadi anggota IBI. Walaupun status bank tempat mereka bekerja berlatar belakang bank daerah. Bank DKI misalnya, selama masih berkantor di Makassar, kami akan rangkul menjadi anggota IBI,” papar Ellong saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (24/2/2014).
Sementara itu, Kepala Bank CIMB Niaga Syariah, Abdul Gaffar Lewa mengatakan IBI sekretariat Makassar telah dibentuk sejak 24 September 2013 lalu. Namun, secara resmi dibentuk 12 Desember 2013 di Hotel Kempiski, Jakarta Pusat. Menurutnya, berdasarkan beberapa pertimbangan, Direktur Utama Bank Sulselbar, Ellong Tjandra adalah orang yang tepat menjadi Ketua IBI sekretariat Makassar.
“Menurut kami, Ellong memiliki jam kerja yang tinggi dan pengalaman dalam dunia perbankan cukup luar biasa. Sehingga saya dan teman-teman memilihnya untuk menjadi Ketua IBI Makassar. Ke depannya, IBI akan menggandeng seluruh bankir di Makassar untuk turut serta dalam ikatan ini,” ungkapnya.
IBI yang merupakan organisasi profesi bankir, diakui Gaffar bersifat nonpolitik, nirlaba, otonom, serta memiliki hak mengatur diri sendiri. Untuk itu, ia mengaku akan menyiapkan berbagai strategi untuk mengembangkan pengetahuan bankir melalui seminar dan beberapa kegiatan terpadu lainnya.
Terkait prospektif Kota Makassar sehingga terpilih sebagai salah satu sekretariat IBI, Ellong membeberkan bahwa Makasar dipilih lantaran memiliki kinerja perbankan yang cukup bagus. Sehingga hal ini menjadikan Makassar sebagai salah satu kota pilihan selain Bali, Balikpapan, dan Pelembang.
“IBI sekretariat Makassar sudah memiliki beberapa bagian kepengurusan, di antaranya Kepala Bank BNI Mucharom selaku Wakil Ketua I, Purnomo selaku Wakil Kepala II, Achmad Chumaidi selaku Wakil Kepala III, Kepala Bank Danamon Andrew Wonjaya selaku Wakil Kepala IV, Kepala Bank CIMB Niaga Syariah Abd Gaffar selaku Sekretaris Jenderal IBI Makassar, Rahmat Nur selaku Wakil Sekretaris Jenderal, Dirhamsyah Kadir dibantu Asmarih Azis selaku bendahara, serta Kepala Bank Indonesia (BI) Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) Suhaedi, Kepala OJK Hendrikus Ivo, Harimurthi Gunawan, Causa Imam Kirana, serta Prof Halide selaku Dewan Pengawas IBI,” jelasnya.
Lebih jauh Ellong mengatakan, seluruh pengurus dan pengawas yang bergabung dalam IBI Makassar merupakan pilihan objektif yang diusung berdasarkan dedikasi dan profesionalisme mereka di bidang perbankan selama ini.
“Pilihan dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Tentunya dengan harapan ke depannya dapat membangun sinergitas yang baik dengan seluruh bankir yang ada di Kota Makassar,” tandasnya. (Annisa/blogkatahatiku.blogspot.com)