22 March 2014

GUAN YIN, DEWI WELAS ASIH DARI TIONGKOK

Foto: Istimewa
Nama Guan Yin melegenda pertama kali di daratan Tiongkok atau China kuno pada abad pertama sebelum masehi (SM), bersamaan dengan menyebarnya agama Buddha mazhab Mahayana. Pada abad ketujuh, Guan Yin mulai dikenal di Semenanjung Korea dan Jepang karena pengaruh Dinasti Tang yang berkuasa pada tahun 618-907. Pada masa yang sama, Tibet juga mulai mengenal Guan Yin, dan menyebut sosok dewi ini sebagai Chenrezig. Bahkan Dalai Lama dianggap sebagai reinkarnasi dari Guan Yin di dunia.
Jauh sebelum masuknya agama Buddha menjelang akhir Dinasti Han, Guan Yin atau kerap disebut Kwan Im Pho Sat oleh masyarakat Tionghoa, telah dikenal di Tiongkok dengan sebutan Pek Ie Tai Su yang berarti Dewi Berbaju Putih yang Welas Asih, sehingga sebutan ini melegenda sampai sekarang menjadi Dewi Welas Asih. Di India, tempat lahirnya agama Buddha, Guan Yin lebih dikenal dengan sebutan Avalokitesvara, secara umum dapat diartikan sebagai Makhluk Suci. Sebagai makhluk suci yang memiliki sifat kewelasasihan, Guan Yin pun populer di Jepang, di mana di Negeri Matahari Terbit ini dikenal dengan sebutan Kanon.
Dalam kitab suci Suddharma Pundarika Sutra (Biauw Hoat Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33 penjelmaan Guan Yin. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani (Ta Pei Cou atau Ta Pei Shen Cou) ada 84 perwujudan Guan Yin, dan semua menggambarkan sifat afeksi yang besar. (blogkatahatiku.blogspot.com)