26 March 2014

ERICK HORAS

Manfaatkan Masa Muda untuk Hal Berguna

Foto: Pribadi
Kerja keras yang telah menjadi etos dan kultur sebagian etnik Tionghoa yang diemban dalam keluarganya, juga diaplikasikan Erick Horas saat membangun usaha kulinernya di Makassar. Hasilnya, pria yang juga kader Partai Gerindra ini berhasil mengembangkan rumah makannya yang terbilang populer di Makassar, Dinar, hingga lima cabang, tiga di Makassar dan dua di Jakarta.
Ditemui di kafenya yang baru, Bangi Kopitiam, Jalan Botolempangan, Makassar, Rabu, 19 Maret, pria kelahiran Makassar, 16 Oktober 1983 ini mengungkapkan ihwal bisnis keluarga yang kini dipimpinnya, juga karier politiknya sebagai legislator dari Partai Gerindra.
“Sejak muda saya sudah terjun merintis usaha kuliner dengan mendirikan rumah makan Dinar. Waktu itu saya baru tamat SMA di 2001. Karena keluarga kami memang penikmat kuliner, saya pikir mengapa kami tidak sekalian saja membuat usaha di bidang kuliner? Nah, atas dasar itulah maka saya bersama keluarga berinisiatif mendirikan Dinar,” ungkap penyuka mi goreng dan coto Makassar ini.
Meski masih sangat muda untuk memikul usaha sebesar itu, Erick mengaku hal tersebut dilakukannya untuk memanfaatkan dan mengisi masa mudanya dengan hal-hal yang berguna. “Sembari kuliah, saya masih tetap fokus mengembangkan Dinar. Terbukti, dua-duanya memang dapat berjalan lancar,” paparnya.
Kendati demikian, suami Meiliany Wijaya ini mengungkapkan usaha apapun yang dirintis seseorang, bukan berarti tak menemui kendala. Begitu pula yang ia hadapi saat membesarkan usaha rumah makan seafoodnya.
“Kendala pasti ada, tetapi itu saya anggap rintangan dan cobaan yang mesti dihadapi seorang pengusaha. Pada akhirnya, kami berhasil melewati rintangan itu, dan berkembang sedikit demi sedikit hingga maju. Ya, mungkin karena rezekinya di sini (kuliner), maka akhirnya saya dan keluarga berpikir untuk tetap fokus dan mengembangkan usaha kuliner ini sampai sekarang,” papar pria bershio Babi ini.
Terkait karier politiknya di partai besutan Prabowo Subianto, Gerindra, ayah Nicholas Dawson Horas ini mengatakan bahwa hal itu tidak terlepas dari wujud kecintaannya kepada negeri, di mana dengan jalan politiklah maka aspirasinya dapat terserap dengan cepat.
“Saya berpolitik hanya ingin mensejahterakan rakyat lewat program-program yang kelak akan saya usung. Terus terang, saya ingin memajukan ekonomi kerakyatan, khususnya di Kota Makassar dengan mengangkat bidang ekonomi dan kepariwisataan,” jelas calon legislatif (caleg) Partai Gerindra dengan nomor urut satu untuk DPRD Kota Makassar ini.
Sarjana ekonomi lulusan Universitas Atmajaya di 2005 ini juga mengemukakan alasannya untuk bertarung kembali di Pemilu 2014. “Selain karena ingin aspirasi saya dapat diwujudkan, saya juga memiliki tekad yang besar ingin melanjutkan amanah dengan berbuat lebih baik lagi bagi rakyat, di antaranya mengawal program pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang sedari dulu ingin saya implementasikan bagi masyarakat di Kota Makassar,” tuturnya.
Untuk itulah, caleg muda yang bakal bertarung di daerah pemilihan (Dapil) satu yang meliputi kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujungpandang ini, selalu ingin mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat lewat program-program bijak yang diusungnya.
Adapun harapan pria yang hobi berenang dan jet ski ini, kelak jika masyarakat Makassar masih mempercayakan dirinya untuk duduk di kursi dewan, maka ia tidak akan menyia-nyiakan amanat tersebut. “Saya akan mengemban amanat rakyat dengan sebaik-baiknya, dan akan mengawal aspirasi mereka demi kesejahteraan bersama," tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)