18 March 2014

DJP SULSELBARTRA GANDENG UNHAS PEDULI PAJAK

Foto: Effendy Wongso
Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (Kanwil DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbartra) dalam mensosialisasiakan gerakan peduli pajak dan pentingnya membayar pajak menggandeng civitas akademika, Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dalam pembentukan Tax Center Unhas Makassar.
Kepala Tax Center Unhas Makassar, Muh Tahir Haning menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada Kanwil DJP Sulselbartra atas kepercayaan kepada pihaknya, untuk membangun suatu wadah sosialisasi gerakan sadar pajak di kalangan kampus.
Hal tersebut disampaikananya pada acara penandatanganan nota kesepahaman pembentukan Tax Center Unhas Makassar di Celebes Convention Centre, Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (12/3/2014) siang.
Tax Center merupakan wadah atau lembaga dalam suatu institusi pendidikan seperti perguruan tinggi atau universtas, yang berfungsi sebagai pusat pengkajian, penelitian, pelatihan, informasi, konsultasi, dan sosialisasi perpajakan di institusi pendidikan dan masyarakat yang dilakukan secara mandiri.
“Saya optimis Tax Center Fisipol Unhas dapat menjadi center exelent perpajakan yang terkemuka di Indonesia. Dengan demikian, beberapa program yang akan kami jalankan antara lain penyebaran informasi secara luas terkait pajak kepada masyarakat. Selain itu, mengedukasi masyarakat maupun para stakeholder lain untuk meningkatkan profesionalisme di bidang perpajakan, juga melakukan penelitian dan pengkajian serta publikasi ilmiah yang berkaitan dengan masalah perpajakan,” terangnya.
Tahir berharap, dengan hadirnya Tax Center tersebut, semua pihak yang ada dalam lingkup Fisipol Unhas dapat bekerja sama sehingga program dapat berjalan dengan baik. Sementara Dekan Fisipol Unhas Makassar, Hamka Naping menambahkan pihaknya sangat berterima kasih karena mendapat hak berpartisipasi dalam hal perpajakan di Indonesia.
"Ke depan, bagaimana program yang telah dirumuskan bisa berjalan efektif dan efisien, sehingga masyarakat dapat sadar betapa pentingnya pajak dalam pembangunan negara,” pesannya.
Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, Arfan mengatakan kehadiran Tax Center merupakan hal yang luar biasa bagi pihak DJP. Hal tersebut juga sebagai bentuk kepedulian dari segenap stakeholder DJP, khususnya dilingkup Sulsel.
Diungkapkan, kesadaran pentingnya membayar pajak merupakan langkah membawa Indonesia menjadi maju, dan dapat terus melakukan pembangunan agar tidak tertinggal oleh negara lain.
“Seperti yang dapat kita lihat pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura yang jumlah penduduk lebih kecil, namun APBN yang mereka peroleh jauh lebih besar,” bebernya..
Arfan menjelaskan, APBN 2014 meningkat 11,6 persen menjadi 1.842 triliun. “Dengan dana ini, kita berharap bangsa ini akan menjadi maju. Berbagai sarana yang akan kita bangun, khususnya sumber daya manusia (SDM), seperti pendidikan, kesehatan, serta sarana dan prasarana yang lain,” paparnya.
Disampaikan, APBN 2014 yang bersumber dari pajak sebesar Rp 1.110 triliun. “Sehingga bisa dibayangkan, jika suatu negara tanpa pajak maka niscaya tidak bisa membangun dan maju,” pesannya.
Kerja sama yang telah dilakukan di beberapa universitas, sebut Arfan adalah upaya pihaknya mensosialisasikan sadar pajak bagi kalangan akademisi. “Unhas Makassar menjadi universitas keenam yang kami rangkul untuk mensosialisasikan sadar pajak. Kami berharap kerja sama dalam program gerakan peduli pajak serta pembentukan Tax Center Unhas Makassar ini, bisa berjalan dengan baik. Sehingga Tax Center yang hadir di sini bisa menjadi Tax Center Exelent yang beda dari segala Tax Center yang ada di Indonesia,” tandasnya. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)