04 March 2014

BEEF NOODLE, ORIENTAL FOOD DENGAN SENSASI KENYAL DI LIDAH

Foto: Effendy Wongso
Inovasi terhadap menu kuliner baru terus dilakukan oleh manajemen Hotel Swiss-Belinn Panakkukang. Setelah merilis promo Bakso Malang pada Februari lalu, di Maret ini salah satu hotel berjaringan internasional yang berlokasi di Jalan Pengayoman, Panakkukang, Makassar, mengeluarkan menu baru yakni Beef Noodle.
Ditemui di sela launching Beef Noodle di Swiss-Cafe, Lt 2 Hotel Swiss-Bellin Panakkukang, Makassar, Selasa (4/3/2014), Public Relation Manager Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Ari Harnani Restu Rahayu, mengungkapkan menu yang asalnya dari China ini sengaja dipilih karena manajemen ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari menu-menu sebelumnya.
“Setiap bulan kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Jika sebelumnya kami mengangkat kuliner Nusantara seperti Bakso Malang, maka pada promo di bulan ini kami menyuguhkan masakan khas China, yakni Beef Noodle,” ujar wanita yang lebih akrab disapa dengan nama Ayu ini.
Dijelaskan, menu khas China ini sendiri sebenarnya sudah sangat populer di Negeri Tirai Bambu tersebut, juga di hotel-hotel yang menyajikan menu oriental seperti di Hotel Mandarin Jakarta dan lainnya, akan tetapi secara umum menu ini belum lazim ditemui di rumah makan maupun warung reguler lainnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Co-chef Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Indra, di mana ia mengatakan selama ini konsumennya pun kebanyakan berasal dari komunitas Tionghoa.
“Untuk itulah kami sengaja menghadirkan menu ini sehingga ada sensasi tersendiri bagi masyarakat pecinta kuliner, terutama pelanggan hotel kami,” tuturnya.
Kendati belum sepopuler makanan sejenis mi lainnya seperti bakmi, akan tetapi Indra membeberkan bahwa menu ini punya khas tersendiri bila dibandingkan makanan serupa.
“Keunikan makanan ini terletak pada bahan dagingnya, di mana menu ini menggunakan daging sengkel. Daging sengkel adalah daging yang berasal dari betis sapi sehingga kenyal di lidah meskipun sebagian besar terdiri dari otot,” bebernya.

Sederhana tetapi Tak Instan

Foto: Effendy Wongso
Beef Noodle adalah menu sederhana karena bahan-bahan yang digunakan tidak banyak. Sajian mi berkuah ini hanya memerlukan bahan utama mi, daging sengkel, sayuran sawi, dan bumbu-bumbu pendukung seperti daun bawang, dan bawang putih. Kendati sederhana, namun pengolahan menu oriental ini tidaklah secepat racikan menu jenis serupa seperti mi berkuah lainnya. Pasalnya, kuah Beef Noodle ini direbus cukup lama bersamaan dengan keratan daging sengkel.
“Merebus kuah menu ini tak instan dan cukup lama, kurang lebih tiga hingga empat jam. Kenapa harus lama? Ya, karena kita ingin hasil daging sengkelnya lebih empuk, meskipun pada dasarnya daging sengkel ini sendiri sudah terbilang lunak sebenarnya,” ungkap Indra.
Chef yang tergolong serba bisa dalam mengolah menu makanan ini, menjelaskan selain merebus daging sengkel ke dalam air di panci untuk bahan kuahnya, beberapa bumbu seperti jahe, bawang putih, daun bawang, dan soy sauce (kecap asin) juga dimasukkan bersamaan.
Selain itu, ungkap Indra, Beef Noodle yang disajikan pihaknya berbahan dasar alami, yakni mi buatan sendiri yang hanya dapat disajikan untuk satu kali masak. “Mi Beef Noodle yang kami suguhkan merupakan buatan kami sendiri, tanpa bahan pengawet sehingga benar-benar fresh. Jadi, jika ingin menyajikannya lagi maka kami akan membuatnya langsung, dan tidak bisa dipakai untuk keesokan harinya,” tandasnya.
Adapun harga per porsi dalam mangkuk besar dibanderol dengan harga Rp 42.500. Dalam masa promosi, pihak Swiss-Cafe setiap hari menyediakan kurang lebih 50 porsi untuk tamu maupun pelanggan kulinernya, dengan asumsi bahan utama daging sengkel sebanyak 10 kilogram dan air untuk kuah sebanyak 20 hingga 25 liter. Sementara sayuran sawi serta bahan bumbunya disediakan secukupnya sesuai porsi yang hendak disajikan. (blogkatahatiku.blogspot.com)