18 March 2014

BEDAKAN SAMSUNG GALAXY S4 ASLI DAN SUPERCOPY

Foto: Effendy Wongso
Perkembangan teknologi komunikasi mempengaruhi penawaran dari bebagai macam merek ponsel untuk membantu komunikasi seseorang, begitu juga dengan smartphone Samsung. Kehadiran Samsung Galaxy S4 yang menjadi incaran sebagian kalangan menengah masyarakat ini hadir dengan performansi mumpuni. Sehingga apa yang ditawarkan smartphone mutakhir ini senantiasa menampilkan fitur dan aplikasi terbaik, begitu pula dengan kualitas bahan yang digunakannya.
Dari segi spesifkasi komponen seperti prosesor, RAM, layar, air gesture, ar view, serta fitur yang dimilikinya membuat ponsel ini menjadi ponsel yang diidamkan oleh banyak orang. Melihat fasilitas dan kehebatan ponsel Galaxy S4 ini, tidak mengherankan jika ada beberapa pihak kemudian tertarik untuk membuat versi bajakan atau dikenal “supercopy” dari Samsung Galaxy S4 ini.
Lalu bagaimana caranya mengetahui Samsung Galaxy S4 asli dengan bajakan? Berikut adalah ulasan dari Branch Leader Service Centre di outlet Samsung Makassar, Stevry Yushady saat disambangi  Jumat (7/3/2014) pagi.
Dijelaskan, ponsel Samsung Galaxy S4 asli memiliki wrapping plastik dengan logo Samsung di sekelilingnya, sedangkan pada type supercopy tidak ada logo yang tercantum. “Cobalah balikkan smartphone tersebut. Usap bagian yang bertuliskan Samsung di cover belakang. Bila hampir tak terasa, alias menyatu dengan materi cover, berarti itu adalah Samsung Galaxy S4 asli, sedangkan apabila Anda merasa tulisan Samsung  tersebut sedikit kasar, ini merupakan salah satu ciri supercopy,” terangnya.
Selain dari gestur logo, Stevry menyebut jika pembeda antara yang asli atau bukan bisa juga dilihat dari sisi pencahayaan layar. “Kecerahan layar Samsung S4 lebih tajam dibanding layar Samsung S4 supercopy,” bebernya.
Begitu pula air gesture dan air view yang dimiliki Smartphone Samsung S4 asli, di mana meski pengguna ponsel tidak menyentuh touch panel ponsel, tetapi ponsel tetap bisa berfungsi. Di dalam perangkat ponsel smartphone ini juga terdapat logo Samsung Network Indonesia (SNI).
“Kalau tidak ditemukan logo seperti itu, berarti supercopy. Akan tetapi kadang kala kita juga tidak bisa membedakan Samsung asli dengan tipe black market dengan supercopy, karena Samsung tipe ini, yang biasanya berasal dari Malaysia, tidak memiliki logo SNI tetapi asli. Cara untuk menentukan yaitu menginstalkan aplikasi hardware, cek pada ponsel kemudian melihat spesifikasi keaslian hardware pada ponsel. Karena di situ akan terlihat spesifikasi perangkat, apakah perangkat itu asli atau tidak,” beber Stevry.
Namun demikian, hal yang paling penting bagi masyarakat hendak membeli smartphone Samsung atau merek lain, adalah usahakan jeli melihat ponsel yang akan dibeli. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)