07 March 2014

BANK SWASTA NASIONAL TUMBUH SIGNIFIKAN

Foto: Effendy Wongso
Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) memaparkan kinerja perbankan dan asetnya. Masing-masing per Januari 2013 lalu, tercatat sebesar Rp 89,45 triliun atau tumbuh sebesar 15,31 persen (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 77,57 triliun. Pertumbuhan aset terbesar terjadi pada kelompok Bank Swasta Nasional diikuti Bank Pemerintah dan Bank Asing Campuran, di mana masing-masing tumbuh sebesar 19,06 persen (yoy), 12, 90 persen (yoy), dan 5,28 persen (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi saat ditemui di kantornya, Lt 4 Gedung BI, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Senin (3/3)
mengatakan untuk komposisi terbesar aset Perbankan di Sulsel didominasi oleh kelompok Bank Pemerintah (57,74 persen), disusul Bank Swasta Nasional (41,52 persen), dan Bank Asing Campuran (0,73 persen).
“Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulsel, per Januari 2013 sebesar Rp 58,74 triliun atau tumbuh sebesar 12,23 persen (yoy) dari sebelumnya yang hanya Rp 52,33 triliun. Sementara, pertumbuhan DPK terbesar adalah deposito, giro, dan tabungan di mana masing-masing tumbuh sebesar 18,73 (yoy), 12,91 persen (yoy) dan 8,85 persen (yoy). Komposisi DPK terbesar masih didominasi oleh tabungan 57,81 persen, adapun deposito dan giro masing-masing berkontribusi sebesar 28,69 persen dan 13,51 persen dari total DPK perbankan di Sulsel,” terangnya.
Lebih lanjut, Suhaedi memaparkan untuk kredit di Sulsel per Januari 2014 sebesar 14,70 persen (yoy) atau meningkat dari Rp 69,02 triliun di 2013 menjadi Rp 79,17 triliun di Januari 2014. Sedangkan untuk kredit konsumtif yang terbesar adalah konsumsi rumah tangga, lalu diikuti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kendaraan bermotor, masing-masing tumbuh sebesar 35,20 persen (yoy), 28,31 persen (yoy), dan 7,01 persen (yoy).
“Kredit perlengkapan dan multiguna mengalami pertumbuhan negatif, yakni 26,30 persen (yoy) dan 6,18 persen (yoy). Konsumsi terbesar disumbang oleh kredit pemilikan rumah (KPR),” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)