27 March 2014

BANK INDONESIA SULAMPUA BERUPAYA KENDALIKAN INFLASI

Foto: Effendy Wongso
Terkait laju inflasi yang cenderung meninggi, melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia (BI) Wilayah I Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) berupaya mengendalikan inflasi yang kurang kondusif tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi, mengemukakan hal itu di Gedung BI, Jalan Jend Sudirman, Makassar, beberapa waktu lalu, saat ramah tamah dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa.
“BI berharap, inflasi bisa terkendali melalui TPID. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri sudah meminta kepada daerah untuk membentuk TPID, sedangkan BI aktif mendorong dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki,” ujarnya.
Dikatakan, tugas BI adalah membangun ekspektasi dan mengendalikan inflasi sedangkan persepsi orang terhadap inflasi memengaruhi harga pasar. “Badan Pusat Statistik (BPS) barusan melansir Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga ini mencapai 8,32 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional turun 5,62 persen,” bebernya.
Suhaedi menyebut, sesungguhnya daerah Sulampua luar biasa perkembangan perekonomiannya, dan idealnya seyogianya sama dengan Jakarta. “Pertumbuhan ekonomi Sulampua tinggi, akan tetapi pangsa perekonomian masih rendah. Pangsa perekonomian Sulampua 6,80 persen, Kalimantan 9,30 persen, Sumatera Bagian Utara 6,64 persen, Sumatera Bagian Tengah 11,05 persen, Sumatera Bagian Selatan 6,08 persen, DKI Jakarta 16,40 persen, Jawa Bagian Tengah 9,11 persen, Jawa Bagian Timur 14,88 persen dan Bali serta Nusa Tenggara 2,51 persen,” paparnya.
Disebutkan, jika merunut pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka kesejahteraan akan naik sehingga tidak ada kesenjangan lagi antardaerah. “Nah, setelah 1 Januari 2014 terbentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulsel. Dari sini, kami akan mengawal semuanya sehingga sektor keuangan tetap terjaga, stabil, dan berkontribusi terhadap pembangunan wilayah ini,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)