18 March 2014

ARWAN TJAHJADI

Implementasikan Cinta Tanah Air dengan Berpolitik

Foto: Effendy Wongso
Bentuk kecintaannya terhadap tanah air dengan cara berpolitik, boleh jadi tak lazim dilakoni oleh kebanyakan komunitas Tionghoa yang lebih memilih bergelut di dunia bisnis. Namun bagi Arwan Tjahjadi, dunia politik adalah salah satu implementasi yang dapat diterapkan oleh anak bangsa, siapapun ia dan tak mengenal identitas etnik. Terkait ketertarikannya bergelut di dunia politik, pengusaha yang bergerak dalam bisnis perhotelan ini mengungkap bahwa politik adalah salah satu cara agar ia dapat berinteraksi langsung dengan rakyat.
Ditemui di Losari Beach Hotel, Jalan Pasar Ikan, Makassar, Jumat (14/3/2014), pria kelahiran Makassar, 30 Oktober 1952 ini menjelaskan ihwal ketertarikannya di bidang politik. “Alasannya sangat sederhana. Pada dasarnya saya senang berorganisasi. Selain itu, saya hanya ingin membangun negeri ini agar lebih baik, tentu dengan mengemban amanat yang sudah ada dan telah dijalankan sebelumnya. Ya, meskipun saya orang Tionghoa, namun rasa cinta saya terhadap tanah air ini sangat besar. Makanya, lewat politiklah saya merasa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar suami Fientje Djajakusli ini.
Dalam skala prioritas, sarjana arsitek alumni Universitas Hasanuddin di 1980 ini mengatakan bahwa sebelumnya, sebagai salah seorang anggota DPRD Kota Makassar (1999-2014 dan 2004-2009), dirinya senantiasa mendukung dan mengembankan program yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.
“Karena saya mempersiapkan diri sebagai seorang calon legislatif (caleg) provinsi, tentu menjadikan kemitraan saya ini setingkat gubernur. Jika saya kembali dipercaya rakyat untuk menjadi anggota dewan, tentu saya akan kembali mendukung program yang telah dijalankan oleh gubernur (Sulsel). Bagaimanapun, seorang kepala daerah (gubernur) dipilih oleh rakyat karena program-programnya yang baik,” sebut ayah dari Irma, Amri, dan Mira Tjahjadi ini.
Pada Pemilu 2014 yang akan dihelat 9 April mendatang, pria yang senang olahraga renang dan golf tersebut, tidak lagi mengendarai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), partai yang sebelumnya pernah mengantar dirinya sebagai anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode.
“Saat ini saya mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Sulsel dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Mudah-mudahan, ini kesempatan terakhir saya untuk dapat mengabdi bagi rakyat,” harap penasihat Indonesian Chinese Business Council Sulsel ini.
Berbekal pengalamannya selama kurang lebih sepuluh tahun menjadi anggota dewan, Arwan mengaku optimis dapat merealisasikan kepercayaan yang diberikan rakyat Sulsel kepadanya jika kelak terpilih lagi, khususnya berfokus pada perekonomian dan kepariwisataan daerah yang tidak jauh dari dedikasi yang telah ditunjukkannya selama ini.
Ketika ditanya minimnya keterlibatan komunitas Tionghoa dalam dunia politik, khususnya kaum muda, pria yang terlahir dalam mitologi (shio) Naga ini mengatakan, sebagai anak bangsa hendaknya semua komponen dapat terlibat dan mengambil bagian dalam pembangunan NKRI. Salah satunya adalah keikutsertaan seseorang dalam bidang politik seperti yang dilakoninya saat ini.
“Terus terang, saya sangat memuji Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), karena ia bekerja sesuai harapan rakyat. Mudah-mudahan akan ada ‘ahok-ahok’ lain yang lahir di berbagai provinsi di Indonesia, tidak terkecuali di Sulsel,” harap Arwan. (blogkatahatiku.blogspot.com)