02 March 2014

ANGGUNNYA LABA DARI BISNIS WEDDING EKSPO

Foto: Effendy Wongso
Menikah adalah salah satu momentum terpenting dalam hidup manusia. Untuk mengakomodir perhelatan yang lazimnya dilakukan secara besar-besaran ini, tentu dibutuhkan prasarana yang memadai seperti busana pengantin dan hal-hal representatif terkait “wedding”.
Untuk itulah bisnis ini dianggap manis dan “anggun” oleh beberapa pengusaha yang terampil melihat pangsa pasar potensial ini. Sehingga tidak dapat ditampik jika bisnis-bisnis wedding menjamur di Tanah Air, khususnya di Makassar. Tentu saja semua ini beralasan terlebih bila mengingat untuk momen yang istimewa ini, para calon mempelai pun akan mengenakan baju pengantin yang anggun yang sesuai dengan selera dan minat mereka. Apalagi, kebutuhan untuk baju pengantin boleh dibilang punya peminat paling tinggi untuk kategori bisnis serupa.
Untuk itulah, bukan hal yang mengherankan apabila pengunjung berpelesir ke sebuah mal, maka mereka akan dengan mudah mendapati gerai yang menawarkan beragam busana pengantin. Lagi-lagi beralasan lantaran Indonesia merupakan pasar fashion yang “seksi”, di mana bisnis kostum pengantin boleh dibilang sangat berkembang pesat saat ini.
Selain itu, wedding ekspo yang mengakomodir busana pengantin, baik kontemporer maupun tradisional saat ini juga tengah menjamur. Di Makassar sendiri, acara yang memamerkan berbagai busana pengantin ini bahkan telah menjadi agenda tahunan. Tak hanya itu, wedding ekspo tersebut pun diselenggarakan hampir bersamaan oleh pihak penyelenggara maupun event organizer terkait wedding.
Sebut saja Wedding Expo 2014 yang diselenggarakan oleh manajemen Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat (14/2/2014) hingga Minggu (14/2/2014) lalu. Acara yang telah berlangsung untuk kelima kalinya ini tak main-main mematok target transaksi Rp 10 miliar. Tak hanya manajemen Hotel Grand Clarion, acara serupa pun diselenggarakan oleh pihak Trans Studio Mall (TSM) Makassar. Dengan acara bertajuk “Luxury Wedding Expo”, yang diselenggarakan Rabu (26/2/2014) hingga Minggu (2/3/2014), pihak TSM ingin membuktikan jika konsep fashion pernikahan juga bisa didapatkan di mal, yang sesuai tagline “one stop shopping”-nya.
Masih belum usai perhelatan tersebut, manajemen Makassar Golden Hotel (MGH) pun menggelar event yang sudah dilakukannya untuk yang ke-13 kalinya tersebut. Tak kurang 32 tenant dan booth terisi penuh dalam perhelatan yang berlangsung Jumat (28/2/2014) hingga Minggu (2/3/2014) ini. Pihak MGH menargetkan transaksi capai Rp 4,5 miliar dengan jumlah pengunjung 2.500 orang.
Uniknya, Wedding Expo 2014 yang digelar MGH ini tak hanya menampilkan ekspo maupun pameran terkait perhelatan pernikahan, namun juga membawa kesepakatan antara Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Makassar dengan salah satu hotel ternama di Makassar tersebut. Bentuk kesepakatan itu merupakan apresiasi yang mendalam pihak PHRI Kota Makassar terhadap event tahunan dari MGH ini, di mana Wedding Expo yang merupakan acara yang awalnya digagas dan diselenggarakan pertama oleh MGH, akan dijadikan sebagai agenda destinasi wisata daerah ini. (blogkatahatiku.blogspot.com)