31 March 2014

SHOWROOM LOGO MARI USUNG FASHION GAYA KASUAL

Foto: Ahmad Alia
Berpakaian santai dan simple, namun tetap terlihat rapi dan nyaman bagi yang mengenakannya, itulah yang dimaksud dengan bergaya kasual. Jenis pakaian kasual cocok untuk jalan jalan atau sekadar bersantai di kafe, dan berkumpul bersama teman teman. Gaya kasual ini merupakan fashion insan metropolitan, yang ingin nyaman tanpa meninggalkan kesan glamor.
Di Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Sam Ratulangi, Makassar, terdapat sebuah showroom fashion yang khusus menawarkan berbagai jenis pakaian dengan konsep kasual. Berlokasi di first floor, Showroom LOGO menawarkan empat brand ternama yang semuanya berada di bawah produksi LOGO De Corps, yang merupakan perusahaan fashion ritel terkemuka di Indonesia. Brand yang dimaksud yaitu LOGO, Ninety Degrees, Bombboogie dan Body Talk.
Menurut Kepala Kasir, Diana, keempat brand tersebut disesuaikan dengan segmen pasar yang dibidik. Brand LOGO dikhususkan untuk segmen dewasa usia 17 hingga 30 tahun, sedangkan brand Ninety Degrees segmentansinya lebih kepada remaja. Di samping itu, ada brand Bombboogie dengan segmentasi khusus pria dan brand Body Talk khusus untuk kaum wanita dewasa.
Brand LOGO menampilkan berbagai macam koleksi fashion antara lain kaus oblong, tank top, dress, kemeja, celana jeans dengan harga Rp 99 ribu hingga Rp 500 ribu. Sedangkan untuk brand Ninety Degrees menyediakan koleksi fashion remaja terdiri dari kaus oblong,  tank top, dress, kemeja, dan celana jeans. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 79.900 hingga Rp 389 ribu.
Khusus kaum Adam, Bombboogie menyediakan aneka produk fashion berkualitas terbaik, yang terdiri dari kaus, kemeja, dan celana jeans dengan harga Rp 159 ribu hingga Rp 499.900. Sedangkan buat wanita dewasa, tersedia tank top, dress, kemeja dan celana jeans dengan brand Body Talk. Harganya bervariatif, mulai dari Rp 99 ribu hingga Rp 389 ribu.
Khusus weekend, Showroom LOGO MaRI memberikan diskon 20 persen untuk semua produk fashion. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com) 

SAJIAN IKAN DORI DARI VIETNAM DI FISH & CO MARI

Foto: Ahmad Alia
Restoran Fish & Co yang berlokasi di lantai dasar Mal Ratu Indah (MaRI), Jalan Sam Ratulangi, Makassar, menjadi pilihan paling tepat untuk bersantap bersama keluarga. Berbagai aneka menu dari ikan dan seafood mampu menggoda selera, dan memanjakan lidah serta disajikan secara unik modern.
Salah satu menu adalan restoran ini adalah Fish & Chips yang dikenal sebagai “The Best Fish & Chips in Town” dan dijual hanya dengan harga Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu. Menu ini berbahan ikan dori impor dari Vietnam, yang digoreng kering dan disajikan dengan pilihan kentang goreng atau nasi paella.
Tekstur ikan dori yang renyah di luar dan lembut di bagian dalam, akan sangat lumat pada gigitan pertama. Menu ini dinikmati dengan berbagai pilihan saus sesuai selera, seperti keju, saus Portugis dengan rasa pedas-manis, saus peri-peri, tomato butter, dan sambar matah yang bedas namun gurih. Menu ini bisa juga dinikmati tanpa saus, cukup disajikan secara original.
Setelah makan, tidak kalah nikmatnya merasakan kesegaran minuman andalan Fish & Co, harkie Freeze. Minuman ini terbuat dari sari buah markisa yang disajikan dingin dengan harga Rp 22 ribu.
Sebagai dessert, yang menjadi menu andalan adalah Nautical Star Hot Fudge. Sebuah cake coklat yang disajikan bersama es krim vanila dan buah cheri. Harganya Rp 28 ribu. (Yusuf/blogkatahatiku.blogspot.com)

SMARTPHONE DIMINATI, PERMINTAAN NOTEBOOK TURUN

Foto: Effendy Wongso
Di balik maraknya penjualan tablet dan smartphone yang kian canggih, ternyata sangat berimbas ke angka penjualan notebook yang menurun. Pengelola Notebook Center yang berada di Lantai 2 Blok F2-F3, Makassar Trade Center (MTC), Ichsan mengakui adanya penurunan terhadap permintaan konsumen pada notebook.
“Hal ini terjadi karena konsumen lebih mengalihkan budget belanjanya ke perangkat smartphone atau tablet. Penurunan permintaan konsumen terhadap notebook mencapai 80 persen,” ungkapnya, Senin (10/3/2014) siang.
Ichsan menambahkan, penurunan mulai terlihat di pertengahan 2013 lalu, dan sangat terasa di akhir tahun dan awal 2014 ini. Hal ini juga terlihat dari kurangnya jumlah permintaan konsumen terhadap jenis notebook. “Tahun kemarin kami masih menjual 30 unit dengan berbagai merek per hari, tetapi di tahun ini hanya 15 unit,” bebernya.
Dijelaskan, jenis fitur yang semakin lengkap, harga yang semakin kompetitif, dan gaya hidup dengan mobilitas tinggi membuat smartphone serta tablet menjadi pilihan utama konsumen dibandingkan notebook. Sehingga hal inilah yang menjadi alasan paling mendasar konsumen beralih ke perangkat mutakhir lainnya.
Di lantai yang sama, blok M6-M7 MTC, Marketing HnD Computer, Toni Kurniawan mengatakan hal yang serupa, di mana pada pertengahan 2013 lalu, penjualan komputer terutama jenis notebook menurun sangat drastis hingga tahun ini.
Penurunan diakuinya mencapai 50 persen. Hal tersebut terlihat dari jumlah pengeluaran barang per minggu tahun kemarin dan 2014 ini. “Di 2013, per minggunya kami biasa mengeluarkan 15-20 unit dengan berbagai merek, tetapi mulai awal 2014 sudah terjadi penurunan dengan jumlah penjualan yang hanya mencapai 10-15 unit per minggunya,” ungkap Toni.
Kendati ada penurunan permintaan barang, namun dari segi harga tetap stabil. “Harga tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan. Harga tetap stabil, dan sama seperti tahun kemarin,” tandasnya. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)

TELKOMSEL LUNCURKAN NEW KARTU HALO HYBRID

Pertahankan Pelanggan Loyal, Telkomsel Luncurkan New Kartu Halo Hybrid

Foto: Effendy Wongso
Ketatnya persaingan industri telekomunikasi saat ini, membuat para operator berupaya keras melahirkan produk inovatif yang sesuai kebutuhan pelanggan. Hal ini seiring munculnya tren kebutuhan terkini yang serba instan dan cepat, sehingga perusahaan harus dapat membidik target market yang tepat.
Agar bisa memaksimalkan produk yang tepat sasaran, salah satunya adalah dengan cara memilih target market yang tepat pula. Dengan membidik segmen high value di prabayar, maka pada Selasa (18/3/2014), Telkomsel secara resmi kartu Halo Hybrid “Halo Fit Hybrit 50 K”. Peluncuran dimaksud untuk mengakomodir pelanggan yang selama ini sudah memakai Telkomsel sebagai pilihan layanan komunikasi terpercaya.
Hal tersebut diungkapkan Vice President Sales and Marketing Telkomsel Area Pamasuka, Harris Wijaya di Makassar. Dijelaskan, segmen yang disasar untuk produk terbaru Telkomsel ini mempunyai tingkat loyalitas yang cukup baik.
“Produk ini bisa dilakukan migrasi ke pascabayar. Nah, demi memenuhi kebutuhan tersebut, Telkomsel meluncurkan New Kartu Halo Hybrid Halo Fit Hybrid 50K,” terangnya.
Dijelaskan, paket New Kartu Halo Hybrid Plan tersebut adalah paket baru dari Kartu Halo yang memungkinkan pelanggan dapat menikmati bundle paket voice, SMS, dan dengan satu harga, limit pemakaian, dan kemudahan pemakaian postpaid dan prepaid dalam satu nomor.
 “Kami selalu mendengarkan kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan, sebagai upaya untuk menghadirkan inovasi produk yang memberi solusi sesuai tuntutan pasar.  Dengan adanya paket yang terdapat pada New Kartu Halo Hybrid, pelanggan tidak perlu lagi memiliki nomor lain yang berbeda untuk bisa menikmati layanan voice, SMS, dan data,” paparnya.
Kehadiran New Kartu Halo Hybrid ini, sebut Haris melengkapi paket-paket Kartu Halo yang sebelumnya telah dimiliki oleh Karu Halo Telkom seperti Halo Bebas Abodemen, Halo Fit, dan Halo Corporate.
“Para pelanggan dapat menikmati paket dan penawaran menarik yang terdapat pada New Kartu Halo Hybrid ini, yaitu Halo Fit 50 K Hybrid yang menawarkan pilihan paket berlangganan kepada pelanggan baru Kartu Halo, serta pelanggan migrasi prabayar hanya dengan biaya bulanan Rp 50 ribu,” ungkapnya.
Selain itu, pelanggan dapat menikmati pilihan paket bonus telepon 300 menit ke sesama Telkomsel, 300 SMS ke sesama Telkomsel dan 20 MB paket data volume base, atau pelanggan dapat menikmati bonus telepon 60 menit ke sesama Telkomsel, 60 SMS ke sesama Telkomsel dan paket data unlimited 2GB. (blogkatahatiku.blogspot.com)

KOMPETISI LAHIRKAN SDM ANDAL

RYAN LATIEF
Ketua Askumnas Sulsel
“Kompetisi Lahirkan SDM Andal”

Foto: Pribadi
BLOGKATAHATIKU - Menapaki dunia bisnis memang merupakan cita-cita seorang Ryan Latief. Pria yang bergelut di bidang jasa dan kontruksi ini memaparkan ihwal kariernya yang dimulai dari tekad serta kemauan kerasnya untuk maju. Atas dasar keinginannya yang besar itu akhirnya dapat direalisasikannya dengan mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Kontraktor Umum Nasional (Askumnas) di Hotel Grand Clarion Hotel, Jalan AP Pettarain, Makassar, beberapa waktu lalu.
Pemilik PT Agung Mandiri yang bergerak di usaha jasa kontraktor yang merupakan mitra perusahaan pertambangan PTVale Indonesia Tbk sejak 2003 ini, sebelumnya memang dikenal sebagai perusahaan bonafide untuk jasa pengadaan barang pabrikasi industri pertambangan.
Ditemui usai pelantikan Askumnas, alumni Universitas Sam Ratulangi Manado ini menjelaskan, dalam menjalani usahanya ia mengawali dirinya dengan kepercayaan, komitmen, ketegasan, keberanian, dan sportivitas dalam menjalankan suatu usaha.
“Apalagi di era kompetitif seperti ini, seseorang harus memiliki prinsip agar dapat bertahan. Saya sendiri berprinsip, ‘bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja’, artinya imajinasi lebih penting dari pengetahuan,” ungkap suami Anita Luh Setyorini ini.
Menurutnya, jika ingin menjadi orang sukses maka seseorang harus berpikir diatas rata-rata pikiran orang normal. Selain itu, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini jika seseorang berbuat terbaik menuju sukses.
“Salah satunya dengan menambah pengalaman. Jika ingin maju, seseorang tidak bisa berdiri pada satu sisi saja.Orang bisa kaya dalam sehari dan bisa miskin dalam sehari jika Allah berkehendak. Oleh sebab itu, setiap langkah harus diawali dengan niat yang baik agar mendapat rida Allah SWT. Hidup harus membawa manfaat kepada orang lain,” sebutnya menginspirasi.
Askumnas hadir memberikan kesempatan dan bantuan kepada seluruh elemen kontraktor yang ada di seluruh Indonesia. “Harapan saya, pembangunan di negeri ini tidak terhambat dengan sistem birokrasi.Pemerintah harus memberikan kemudahan investasi dan pengembangan usaha kepada pelaku usaha dalam negeri, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja,” harap pria yang lahir di Soroako, 10 November 1978 ini.
Terkait tantangan atas masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang, Ryan mengungkap bahwa Indonesia akan kesulitan bersaing jika tidak bersinergi satu dengan lainnya. Apalagi, perusahaan lokal masih tertinggal dalam hal permodalan sehingga minimal harus menggandeng perusahaaan asing supaya kuat.
Di luar itu, pria yang akrab dengan awak media pers di Sulsel ini berharap, untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan lokal, maka diperlukan atensi pemerintah, di antaranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada sumber daya manusia (SDM) pada masing-masing perusahaan, sehinggal dapat meningkatkan wawasan, kompetensi, serta keahlian SDM tersebut.
“Kami berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan kemudahan dalam hal informasi teknologi (IT), serta melakukan bantuan silang peralatan penunjang pelaksanaan proyek kerja seperti alat berat dan alat penunjang lainnya,” tandasnya.

30 March 2014

SOSIALISASI PELANTIKAN BADAN PENGURUS FOBI SULSEL

Foto: Effendy Wongso
Menyikapi persiapan pelantikan badan pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sulsel, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Baronsai Indonesia Sulsel menggelar sosialisasi pembentukan badan pengurus daerah (PD) FOBI Sulsel di RM New Dinar, Jalan Lamadukelleng, Makassar, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Arwan Tjahjadi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua PD FOBI Sulsel di Hotel Losari Metro Makassar pada 27 Maret 2013 lalu. Arwan dipilih oleh 10 anggota Persatuan Seni Olahraga Barongsai Indonesia (Persobarin) Sulsel dan beberapa perkumpulan barongsai di Makassar. Dengan demikian, daftar susunan badan pengurus ini nantinya akan dilantik oleh Ketua Umum PB FOBI Dahlan Iskan, sesuai kesepakatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Selain membahas rencana pelantikan, acara juga menyoal persiapan Kejuaraan Nasional Barongsai 2014 yang dilaksanakan 33-31 Maret di GTC Makassar. Ketua Persobarin Sulsel Munjin S Asy’ari mengatakan, FOBI adalah wadah dari olahraga barongsai yang berada di Indonesia dan di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). FOBI berdiri pada 9 Agustus 2012 di Jakarta, dan didukung oleh lima organisasi barongsai di Indonesia, di antaranya Persobarin, Alsi, Pernabi, PLBB, dan Alba.
“FOBI bukan saja merangkum semua organisasi atau klub barongsai yang ada di Indonesia, tetapi juga untuk mengembangkan olahraga barongsai di Indonesia. FOBI sendiri sudah masuk anggota KONI, di mana ini berarti olahraga barongsai telah menjadi olahraga prestasi, dan dapat mengikuti event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) atau event internasional seperti Sea Games atau Asian Games,” terangnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)

GTC GELAR KEJUARAAN NASIONAL BARONGSAI CELEBES OPEN 2014

Foto: Effendy Wongso
Pihak pengelola Mall GTC Makassar, kembali menggelar Kejuaraan Nasional Barongsai Celebes Open 2014, yang akan diselenggarakan 30-31 Maret di Mall, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Acara yang menggandeng Persatuan Seni Olahraga Barongsai Indonesia (Perobarin) Sulsel ini merupakan kegiatan yang kesembilan kalinya, dan merupakan event iconic Mall GTC.
Hal tersebut diungkapkan Advertising and Promotion Supervisor GTC Reza Swiss Aldy, saat dikonfirmasi di Mall GTC, Senin (24/3/2014). Menurutnya, kegiatan akan diikuti sekitar 15 tim barongsai, tujuh tim lokal (Sulsel), dan delapan tim dari luar Sulsel seperti dari Tarakan, Jakarta, dan Surabaya.
“Untuk tahun ini, kami hanya memperlombakan kategori barongsai tonggak. Tahun lalu, kami menggelar dua kategori, tonggak dan lantai. Di 2014 ini, pihak panitia akan menyediakan total hadiah Rp 60 juta untuk pemenang,” sebutnya.
Reza menambahkan, selama ini kejuaraan nasional Barongsai Celebes Open cukup apresiatif. Selain bertujuan memajukan olahraga barongsai di Sulsel, pihaknya juga mengakomodir kegiatan ini sebagai salah satu destinasi wisata melalui suguhan atraksi seni barongsai Tionghoa.
“Terus terang, kami cukup terbantu dengan adanya kejuaran nasional barongsai yang sudah kami gelar sejak 2005 ini. Acara ini sendiri sudah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat, dan secara tidak langsung event akan menarik pengunjung ke mal kami,” terangnya.
Ke depannya, sebut Reza, pihaknya akan terus mengembangkan event supaya lebih spektakuler. “Nah, kebetulan tahun depan event ini sudah memasuki satu dasawarsa. Kami ingin acara dapat terselenggara lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)

ADAKAN BAZAR AMAL, GIRINAGA GELAR FANCY FAIR 2014

Foto: Effendy Wongso
Mengakomodir aktivitas pemudanya, Vihara Girinaga kembali bakal menggelar Bazaar Amal Fancy Fair Girinaga 2014 yang dihelat di pelataran parkir Vihara Girinaga, Sabtu (29/3/2014) hingga Senin (31/3/2014). Selain mengumpulkan dana amal, tujuan kegiatan yang dilakukan anggota pemuda Vihara Girinaga ini untuk menjalin silaturahmi dengan anggota pemuda lainnya dari berbagai vihara yang ada di Makassar.
Hal tersebut diungkapkan Panitia Kegiatan Fancy Fair Girinaga 2014, Resky Husain seusai melakukan puja bakti di Vihara Girinaga, Jalan Gunung Salahutu Makassar, Minggu, 23 Maret. Dijelaskan, dalam kegiatan rutin tahunan ini pihaknya akan menggelar sejumlah acara seni seperti dancing, menyanyi, dan perlombaan mewarnai.
“Bazaar sendiri akan diisi sekitar 20 stan dari berbagai perusahaan makanan yang ada di Makassar, baik makanan tradisional seperti bacang, bakpao, pia, juga kuliner Chinese Food dan vegetarian,” jelas pemuda kelahiran Makassar, 25 November 1985 ini.
Saat ini, sebut Resky, tercatat ada seribu anggota pemuda Vihara Girinaga, dan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini penting untuk menggugah kebersamaan anggota.
Sementara Humas Fancy Fair Girinaga 2014, Effendi Tungadi menambahkan, acara memberi kesempatan kerja sama kepada perusahaan yang ingin mengenalkan produknya, dengan menempati stan-stan yang disediakan panitia penyelenggara. Sebagai bentuk kerja sama, pihak pengisi stan akan berbagi dengan panitia, di mana 70 persen hasil penjualan produk diperoleh pengisi stan dan 30 persen untuk panitia.
Effendi juga menjelaskan, nantinya semua dana yang terkumpul akan masuk ke dalam kotak kegiatan amal pemuda Vihara Girinaga. “Dana tersebut nantinya bakal terpakai untuk kegiatan-kegiatan sosial dan aktivitas kepemudaan di Vihara Girinaga,” paparnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)

CETIYA ISTANA AVALOKITESVARA PERINGATI HARI BESAR XUAN TIAN SHANG DI

Foto: Effendy Wongso
Pengurus dan anggota Cetiya Istana Avalokitesvara melakukan ritual persembahyangan peringati hari besar Xuan Tian Shang Di, Selasa 25 Maret, di Jalan Diponegoro, Makassar. Xuan Tian Shang Di adalah salah satu dewa yang dipuja oleh umat Tri Dharma (Buddha, Tao, dan Konghucu), di mana dewa yang digambarkan sebagai totem atau makhluk suci pengusir elemen-elemen jahat ini lahir pada tanggal 25 bulan 2 penanggalan Imlek.
Ritual tampak dilakukan secara sederhana oleh puluhan umat Tri Dharma dengan menyalakan dupa dan lilin, serta melantunkan dan memanjatkan doa-doa pemujaan di dalam cetiya yang terletak di salah satu daerah pecinan tersebut.
Ketua dan Pimpinan Spiritual Cetiya Istana Avalokitesvara, Felix Wuisan saat ditemui usai ritual, menjelaskan pihaknya rutin melakukan ibadah dan persembahyangan untuk mengenang Xuan Tian Shang Di.
“Setiap tahun kami memperingati hari besar atau hari lahirnya Xuan Tian Shang Di. Selain untuk menghormati dan mengenang jasa-jasanya, ritual yang dilakukan umat kami adalah untuk melakukan pemberkatan agar semua elemen jahat jauh dari kehidupan kami,” terangnya.
Pemujaan terhadap Xuan Tian Shang Di bermula ketika masuknya agama Buddha di Tiongkok pada abad pertama Masehi. Dalam proses asimilatif, terjadi pengadopsian beberapa totem atau makhluk yang disucikan oleh penganut Taoisme ke dalam panteon Buddhisme di Tiongkok, begitu pula sebaliknya.
Ihwal asal usul Xuan Tian Shang Di juga mengalami reduksi sejarah pada masa Dinasti Qing yang melibatkan beberapa totem lain seperti Guan Yin (Avalokitesvara). Pada masa itu Xuan Tian Shang Di yang digambarkan sebagai sosok prajurit perkasa, dan merupakan reinkarnasi dari seorang tukang jagal yang bertobat kemudian menjadi pengikut Buddha.
Pada masa Dinasti Song, Xuan Tian Shang Di juga banyak dipuja di Provinsi Fujian dan Guangdong, yang pada akhirnya dibawa oleh imigran Tiongkok dari kedua provinsi tersebut ke negara-negara lain seperti Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. (blogkatahatiku.blogspot.com)

PRA WAISAK, GIRINAGA BAKAL GELAR BERBAGAI KEGIATAN SOSIAL

Foto: Effendy Wongso
Menyambut hari raya Trisuci Waisak 2558 BE/2014 yang akan jatuh pada 15 Mei mendatang, Vihara Girinaga bakal menggelar berbagai kegiatan sosial. Beragam acara yang akan dilaksanakan sebelum peringatan tiga peristiwa penting umat Buddha tersebut, di antaranya Fancy Fair Girinaga 2014 yang dilaksanakan hari ini hingga Senin, 31 Maret.
Selanjutnya, kegiatan akan dilakukan dengan menggelar donor darah di Vihara Girinaga (Minggu, 13 April), bakti sosial ke panti werdha di Panti Tresna Gau Mabaji Gowa (Minggu, 20 April), Fang Shen berupa pelepasan belut dan ikan lele di Lakeside GTC Tanjung Bunga dan bakti sosial untuk anak-anak yatim piatu di Atrium GTC Tanjung Bunga (Minggu, 27 April 2014), serta Pradaksina dan Pemasangan Pelita Malam Waisak di Vihara Girinaga (Rabu, 14 Mei 2014).
Ditemui di Vihara Girinaga, Jalan Gunung Salahutu II, Ketua Vihara Girinaga Roy Ruslim mengatakan, acara pra Waisak tersebut sudah menjadi kegiatan rutin pihaknya. Selain itu, acara sendiri bertujuan memupuk kesadaran anggota Vihara Girinaga agar dapat membantu sesama dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti ini.
“Dalam kegiatan-kegiatan ini, umat Buddha dapat berpartisipasi lebih aktif seperti melakukan bakti sosial dan berdana sekadarnya. Saya juga berharap, momentum seperti ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh umat Buddha, khususnya yang ada di Makassar, untuk melakukan kebajikan,” pesan Roy. (blogkatahatiku.blogspot.com)

29 March 2014

MELANI SIMON

Peduli Warga Marginal

Foto: Effendy Wongso
Era keterbukaan dan kesempatan untuk berpolitik pasca reformasi sampai saat ini memang belum maksimal menyentuh komunitas Tionghoa, paling tidak jika dilihat dari minimnya partisipan anak-anak mudanya yang masih enggan masuk ke parlemen. Namun hal ini tidak berlaku bagi seorang Melani Simon.
Bagi Melani, demikian ia dipanggil, politik adalah salah satu jalan yang dapat menjadi medium seseorang untuk mengekspresikan aspirasinya. Politik bukan lagi hal tabu bagi etnik Tionghoa karena pada dasarnya semua warga negara Indonesia punya hak dan kesempatan yang sama untuk mengimplementasikan pengabdiannya kepada negeri, salah satunya adalah dengan berpolitik.
Untuk itulah, wanita penyuka traveling yang aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan organisasi kampus semasa kuliah di Singapura ini, berharap kaum muda Tionghoa tidak “minder” dan dapat aktif berpolitik sebagai wujud kecintaan terhadap negeri.
Ditemui di posko pemenangannya, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu 26 Maret, kader muda Partai Nasdem yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Makassar ini angkat bicara terkait ihwal ketertarikannya di dunia politik.
“Terus terang, dunia organisasi bukanlah hal asing bagi saya. Saya pribadi dekat dengan keorganisasian, di mana ayah saya adalah Ketua Yayasan Budi Luhur yang membawahi 12 yayasan Tionghoa yang ada di Makassar,” ungkap wanita bershio Monyet ini.
Keterlibatannya di dunia politik, juga dimotivasi keinginannya untuk membantu banyak warga marginal seperti mereka yang tinggal di kawasan kumuh, anak-anak jalanan maupun anak-anak terlantar. “Nah, tentunya lewat pendidikan gratis, raskin, pelatihan pemberdayaan bagi para perempuan, dan masih banyak program prorakyat yang belum terakomodir, khususnya di Kota Makassar,” beber wanita kelahiran Makassar, 18 Juni 1980 ini.
Melani menyebut, untuk mengimplementasikan aspirasinya tersebut hanya dapat dilakukan melalui politik dengan duduk di parlemen. Pasalnya, tanpa duduk di kursi dewan suaranya untuk membela rakyat kecil sulit terwujud. “Dengan duduk di kursi dewan, saya bisa langsung mengaplikasikan program yang sudah menjadi aspirasi saya,” alasannya.
Wanita pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan ini melihat Makassar masih butuh pemimpin yang berempati, yang mau turun langsung membantu warga yang kurang mampu. “Terus terang, ini yang sudah saya lakukan. Saya bekerja, bukan sekadar janji. Ketika turun bersosialisasi, saya tidak pernah umbar janji atau menjanjikan sesuatu kepada masyarakat. Kalaupun ada kendala warga yang saya temui, sebisa mungkin saya membantu sesuai komitmen semula saya. Saya yakin, apapun yang mereka keluhkan bisa saya perjuangkan sebagai wakil rakyat kelak,” papar putri pasangan Eddy Simon dan Evie Rawung ini.
 Sebelumnya, wanita yang memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi ini telah banyak membantu warga kurang mampu, di antaranya dengan menyediakan ambulans dan tim yang siap membantu warga yang tengah berduka. Selain itu, masalah infrastruktur jalan yang kurang memadai, drainase penyebab banjir, maraknya rumah kumuh, kurangnya penerangan jalan, dan masih banyaknya anak-anak yang butuh bantuan merupakan dorongan keterpanggilan hatinya untuk membantu.
“Masalah di semua kecamatan yang saya kunjungi sama. Saya melihat inilah yang perlu dibenahi. Permasalahan seperti tadi, akan jadi prioritas saya jika kelak terpilih,” ungkap wanita yang maju di daerah pemilihan (Dapil) II Kota Makassar, yang meliputi Kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Tallo ini. (blogkatahatiku.blogspot.com)

DARI PENIKMAT HINGGA JURAGAN KULINER

Erick Horas
Pemilik Bangi Kopitiam Makassar

Foto: Pribadi
Keseriusannya terhadap pengembangan usaha kuliner sudah dilakoni salah seorang anggota DPRD Kota Makassar ini sejak muda. Saat baru lulus SMA, “juragan” usaha kuliner ini telah memberanikan diri terjun dan merintis usaha restoran bersama keluarganya. Tentu tidak mudah, demikian Erick Horas mengungkap lantaran setiap usaha, apapun jenisnya pasti memiliki kendala dan rintangan tersendiri.
“Sejak muda saya sudah terjun merintis usaha kuliner dengan mendirikan rumah makan Dinar. Waktu itu saya baru tamat SMA di 2001. Karena keluarga kami memang penikmat kuliner, saya pikir mengapa kami tidak sekalian saja membuat usaha di bidang kuliner? Nah, atas dasar itulah maka saya bersama keluarga berinisiatif mendirikan Dinar,” ungkap pria penyuka mi goreng dan coto Makassar ini, saat ditemui di kafe terbaru miliknya, Bangi Kopitiam, Jalan Botolempangan, Makassar, Kamis (20/3/2014) pagi.
Pria kelahiran Makassar, 16 Oktober 1983 ini juga mengungkapkan bahwa kerja keras telah menjadi etos dan kultur dalam keluarganya. Hingga tidaklah mengherankan jika di usianya yang terbilang sangat muda, ia sudah mengemban tugas menjalankan bisnis keluarga yang tidak ringan, yakni mendirikan rumah makan Dinar, salah satu restoran seafood yang sangat populer di Makassar.
 “Hingga saat ini, kami telah membuka rumah makan Dinar hingga lima cabang. Cabang pertama di Jalan Gunung Latimojong, selebihnya dua di Jalan Lamadukelleng dan lainnya ada dua lagi di Jakarta,” papar pria yang hobi olahraga renang dan jet ski ini.
Meski masih sangat muda untuk memikul usaha sebesar itu, Erick mengaku hal tersebut dilakukannya dengan legawa, semata memanfaatkan dan mengisi masa mudanya dengan hal-hal yang berguna. “Sembari kuliah, saya masih tetap fokus mengembangkan Dinar. Terbukti, keduanya memang dapat berjalan lancar,” aku ayah Nicholas Dawson Horas ini.
Kendati demikian, suami Meiliany Wijaya ini mengungkapkan usaha apapun yang dirintis seseorang, bukan berarti tak menemui kendala. Begitu pula yang ia hadapi saat membesarkan usaha rumah makan seafoodnya.
“Kendala pasti ada, tetapi itu saya anggap rintangan dan cobaan yang mesti dihadapi seorang pengusaha. Pada akhirnya, kami berhasil melewati rintangan itu, dan berkembang sedikit demi sedikit hingga maju. Ya, mungkin karena rezekinya di sini (kuliner), maka akhirnya saya dan keluarga berpikir untuk tetap fokus dan mengembangkan usaha kuliner ini sampai sekarang,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)

LEZATNYA MENU MELAYU DI BANGI KOPITIAM

Foto: Effendy Wongso
Bagi yang mengaku penikmat kuliner, rasanya belum lengkap bila belum mencicipi menu Melayu di Bangi Kopi Tiam. Gerai waralaba asal Malaysia ini memang sudah  beberapa bulan meramaikan tempat kuliner di Kota Makassar.
Bangi Kopitiam merupakan salah satu kedai menu bercitarasa khas Melayu, dengan konsep klasik modern. Kedai tersebut pertama kali masuk ke pasar Indonesia pada 2011, dan kehadirannya membawa nuansa tersendiri, khususnya desain interior ruang yang berkesan “heritage”.
“Bangi Kopitiam ini mengandung unsur klasik-modern yang diaplikasikan pada setiap menu dan cara penyajian, serta interior restoran yang ada,” ujar pemilik Bangi Kopitiam, Erick Horas, saat ditemui di kafenya, Jalan Botolempangan, Makassar, Kamis (20/3/2014).
Dijelaskan, kafenya tersebut disesuaikan terhadap tren kebutuhan pengunjung yang maunya praktis dan simpel. “Ya, seperti kita ketahui bersama, saat ini orang-orang sudah bertindak praktis, dan tidak ingin repot memasak makanan di rumah sehingga perlu tempat makan yang nyaman dan santai,” ungkap pria yang juga pengelola rumah makan seafood populer di Makassar, Dinar.
Erick menambahkan, meski bangunannya hadir dengan konsep modern namun salah satu yang keunikan desain interior ruang kafenya terletak pada nuansa kunonya, di mana ia memadukan etnik Sulsel dengan Melayu “Tempo Doeloe”.
Menurut salah seorang anggota DPRD Kota Makassar ini, ada sekitar 80 menu unggulan yang ditawarkan Bangi Kopitiam, baik makanan maupun minuman. Adapun untuk minuman spesial terdiri dari teh tarik dan kopi seperti Healthy Green Juice (Jus Sayur Hijau Sehat) yang dibanderol Rp 22 ribu, Volcano Lava’ Tea (Teh Volcano Lava) yang dibanderol Rp 32 ribu, serta puluhan jenis minuman lainnya. Sedangkan untuk makanannya ada Nasi Lemak yang dibanderol Rp 35 ribu, Western Breakfast yang dibanderol Rp 35 ribu, Mak Teh Dagang Rice Rp 35 ribu yang dibanderol Rp 35 ribu, dan masih banyak jenis lainnya.
“Terus terang, kami ingin menambah khasanah wisata kuliner di Makassar. Apalagi, salah satu yang menarik dari kafe kami ini terletak pada desain interior bernuansa heritage,” bebernya.
‎Bangi Kopitiam sendiri merupakan outlet pertama di Makassar, beroperasi sejak Selasa (14/1/2014), dan telah hadir sebagai salah satu di antara 30-an outlet di Indonesia. (blogkatahatiku.blogspot.com)

TINGKAT KEPATUHAN SPT 2013 SULSEL CAPAI 54,99 PERSEN

Foto: Effendy Wongso
Kegiatan pekan panutan penyampaian SPT Tahunan PPh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di seluruh kantor wilayah dinilai efektif meningkatkan kesadaran wajib pajak.
“Pekan panutan tiap tahun kita lakukan, efektif karena menunjukkan pada masyarakat, para pimpinan daerah, pengusaha-pengusaha, tokoh-tokoh daerah itu, sudah bayar pajak hari ini, ini mengingatkan karena hari terakhir menyerahkan 31 Maret 2014,” kata Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat (21/3/2014).
Menurutnya, kesadaran wajib pajak di wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (DJP Sulselbartra) sudah cukup baik, namun masih perlu lebih ditingkatkan. Dari 31 kantor wilayah di seluruh Indonesia, DJP Sulselbartra berada di urutan ke-19.
Tingkat kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh 2013 di wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (DJP Sulselbartra) mencapai 54,99 persen. Sementara jumlah SPT Tahunan PPh 2013 yang masuk sebesar 455.695 wajib pajak, sedangkan jumlah wajib pajak yang wajib lapor SPT tahunan di kantor wilayah DJP Sulselbartra terdaftar sebesar 828.726 wajib pajak.
Ia juga mengapresiasi harapan pendiri Bosowa Corporation Aksa Mahmud agar DJP lebih tegas dalam mendorong para wajib pajak melaksanakan kewajibannya. Untuk itu, pihaknya membutuhkan dukungan dari seluruh elemen pemerintah.
Pekan panutan merupakan salah satu bentuk aksi bersama dari para pemimpin dan jajaran Muspida, para stakeholder, tokoh masyarakat untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar melaksanakan kewajibannya untuk meningkatkan kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh tepat waktu.
Kantor wilayah DJP Sulselbartra juga memberikan apresiasi kepada sejumlah wajib pajak yang dinilai patuh dan telah berkontribusi lebih dalam penerimaan pajak yang terdiri atas kategori bronze, silver, gold, dan platinum winner serta wajib pajak bendahara, wajib pajak khusus baik badan maupun perorangan. (blogkatahatiku.blogspot.com)

28 March 2014

PERBANKAN TUNGGU REGULASI ATURAN TABUNGAN BERHADIAH

Foto: Effendy Wongso
Tantangan perbankan Indonesia semakin berat menyusul dipertimbangkannya regulasi aturan tabungan berhadiah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di tengah musim paceklik likuiditas selama ini, perbankan royal memberikan beragam hadiah demi memupuk dana pihak ketiga (DPK). Sayangnya, senjata andalan perbankan untuk menghimpun dana bakal segera dibatasi.
OJK menilai, program tabungan berhadiah merupakan salah satu unsur yang turut membebani rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Hal itu membuat OJK meneliti lebih mendalam seperti apa praktik pemberian hadiah yang marak dilakukan perbankan nasional.
Terkait hal tersebut, Pemimpin Wilayah Bank BRI Makassar, Achmad Chumaidi saat dikonfirmasi di Gedung BRI, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (24/3), mengatakan bahwa dalam kinerja perbankan tabungan berhadiah memang menjadi faktor untuk mendongkrak perolehan DPK.
Dijelaskan, BRI melalui produk tabungan berhadiah Undian Beliung Britama (UBB) telah mencetak sukses pertumbuhan 16 persen DPK di 2013 lalu. Tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan DPK 20 persen juga melalui program yang sama.
Menanggapi desakan regulasi penghapusan undian berhadiah, Chumaidi mengatakan sah-sah saja. “Kalau memang kelak OJK melarang perbankan menggelar program undian berhadiah, kami pasti ikut,” ungkapnya.
Sejauh ini, ia mengatakah program undian berhadiah perbankan selalu mengutamakan prinsip efisiensi. Pasalnya, program berhadiah tidak selalu membuat perbankan mengeluarkan dana lebih dari satu digit sehingga kekhawatiran terhadap cost of fund tidak terlalu mendasar.
Ditemui terpisah, Pimpinan Wilayah BNI Makassar, Mucharrom mengatakan tahun ini pihaknya memilih untuk sedikit memangkas laju produk undian berhadiah.“Kami tidak akan jor-joran lagi tahun ini, tetapi justru mengalihkan ke sistem reward dan apresiasi nasabah. Nah, terkait undian berhadiah,kami sudah tidak terlalu pasang target, yang ada justru menambah kepuasan pelanggan dengan memberikan penghargaan terhadap produk kami,” bebernya.
Menurutnya, sampai saat ini undian berhadiah memang masih memikat nasabah, dan pihak perbankan cenderung melakukan program tersebut sesuai koridor yang ditetapkan. “Saya melihat market tahun ini akan lebih potensial jika memanjakan customer atau nasabah dengan kehadiran reward sesuai takaran, sebanyak apa nasabah memakai produk BNI,” ungkapnya.
Untuk itu, sebut Mucharrom, pihaknya tetap menanti aturan resmi OJK sambil  berinovasi dengan mengeluarkan program yang lebih baik. (blogkatahatiku.blogspot.com)

TUMBUH MODERAT, BNI SEBAR 816 UNIT ATM

Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Makassar terus membidik ekspansi melalui penambahan infrastruktur bisnis di berbagai kawasan. Di 2014 ini, BNI targetkan mampu operasikan 816 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) hingga akhir tahun. Jumlah tersebut meliputi penambahan sekitar 191 unit ATM tunai, dan 26 unit mesin setor tunai.
Hal tersebut diungkapkan Pemimpin BNI Wilayah Makassar, Mucharrom di Makassar, beberapa waktu lalu. Dijelaskan, saat ini di wilayah Makassar meliputi Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Maluku telah beroperasi 538 mesin ATM tunai, 31 mesin ATM non tunai dan 25 mesin setoran tunai dan lima unit mesin BLG.
Dari total 599 mesin yang telah beroperasi di 2013, sebanyak 287 mesin dipusatkan di Kota Makassar. Meskipun tidak merinci total investasi yang disiapkan dalam penambahan operasional mesin ATM tersebut, namun ia mengatakan tujuan pihaknya hanya ingin lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Penempatan mesin-mesin ATM itu, sebut Mucharrom, akan dipusatkan di daerah-daerah yang memiliki mobilitas tinggi seperti pusat perbelanjaan di kompleks perumahan serta area publik yang ramai lainnya.
“Sehari rata-rata transaksi normal mencapai Rp 40 miliar, bahkan bisa lebih tinggi lagi di momen libur panjang dan hari raya,” ujarnya.
Selain berhasil ekspansi lewat mesin ATM, BNI juga terlihat sumringah di sektor kredit. Total kredit yang disalurkan BNI diproyeksi akan tumbuh moderat 17 persen atau sebesar Rp 9,2 triliun hingga akhir 2014 dari Rp 7,8 triliun pada tahun sebelumnya. Target kenaikan kredit tersebut terutama didukung kredit konsumtif dan kredit produktif, baik segmen kecil maupun besar. (blogkatahatiku.blogspot.com)

LAHIRNYA KELAS BARU INDUSTRI OTOMOTIF

Foto: Effendy Wongso
Tak dapat dipungkiri jika saat ini Indonesia telah menjadi pangsa pasar industri otomotif yang menggiurkan. Fenomena kenaikan transaksi penjualan kendaraan bermotor dan jumlah pengunjung pada berbagai ajang pameran otomotif merupakan buah pertumbuhan kelas konsumen di Indonesia.
Kenaikan transaksi penjualan kendaraan bermotor dan jumlah pengunjung pada event-event transaksional pameran otomotif, sekaligus membuktikan apa yang diungkapkan lembaga konsultan McKinsey Global Institute (MGI) dalam laporan bertajuk “The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential”.Melalui laporannya, McKinsey Global Institute memperkirakan kelas konsumen Indonesia tumbuh 135 juta orang di 2030 dari 45 juta orang pada 2010. Diprediksi pertumbuhan kelas konsumen yang cepat ini mendorong akselerasi perekonomian Indonesia hingga dapat menempati posisi tujuh besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030 mendatang.
Ini juga melahirkan “booming” di industri otomotif, di mana penjualan produk kendaraan roda empat, baik baru maupun bekas senantiasa sumringah. Seiring ledakan kaum kelas menengah di Tanah Air, penjualan kendaraan yang dulu identik milik kelas menengah ke atas ini pun melaju secara signifikan.
Menyimak fenomena tersebut, hingga kuartal ketiga tahun lalu tren penjualan mobil masih mencengangkan. Pesanan terus membanjir, untuk mendapatkan merek-merek favorit, pembeli harus melakukan inden cukup lama. Hal ini memacu produsen mobil meluncurkan model maupun varian baru, juga menggenjot utilisasi pabrik yang dimiliki dengan mengucurkan dana triliunan rupiah untuk ekspansi pabrik baru. Sejumlah merek yang selama ini hanya meraih penjualan tipis pun mulai berani ekspansi besar-besaran.
Fenomena lonjakan penjualan mobil ini tentu saja menggembirakan. Selain menyerap tenaga kerja dan mendorong multiefek sektor, kenaikan penjualan mobil jelas menambah setoran pajak ke kas negara. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun lalu penjualan mobil di Indonesia menembus angka satu juta unit, di mana rekor ini adalah yang tertinggi dalam sejarah market otomotif di Tanah Air.
Namun saat ini, mobil murah dan ramah lingkungan alias Low Cost Green Car (LCGC) kini tengah “meledak” di Tanah Air. Kehadiran mobil dengan harga terjangkau tentu sangat didamba masyarakat kelas menengah ke bawah, yang rata-rata penghasilannya memang tak terlalu tinggi. Program LCGC dilaksanakan mulai tahun ini berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/2013 tentang Pengembangan Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Peraturan tersebut mengatakan bahwa harga jual termahalnya adalah Rp 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek (APM).
Menilik fenomena tersebut, memang tak dapat disangkal jika ada konsumen baru dengan kelas baru di pasar ini. Industri boleh jadi semakin ramai, tetapi semoga tidak “riuh” dan meretas polemik baru terkait regulasi dan problema yang ditinggalkannya. (blogkatahatiku.blogspot.com)

PERTAHANKAN KUALITAS, TELKOMSEL ENGGAN PERANG HARGA

Foto: Effendy Wongso
Tahun ini, operator seluler XL Axiata bakal mempertahankan strategi tarif murah dalam menjual layanan. Sementara operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, tidak mau meladeninya dengan perang tarif.
Hal tersebut diungkapkan Vice President Marketing Communications Telkomsel, Irlamsyah Syam, dalam rilisnya kepada sejumlah media di Tanah Air, Senin (24/3/2014). Dikatakan, pihaknya berusaha menjaga tarif agar tidak terjadi perang tarif. Menurutnya, saat ini harga yang ditawarkan Telkomsel cukup kompetitif.
“Perang tarif itu sangat tidak kondusif. Kami menawarkan harga yang kompetitif. Kasihan industri ini mau dibawa kemana?” terangnya.
Menurutnya, saat ini tarif seluler dan internet yang ditawarkan perusahaan telekomunikasi di Indonesia sudah terbilang sangat murah dibandingkan negara-negara lainnya. “Delapan tahun lalu tarif seluler di Indonesia memang mahal, tetapi sekarang bisa dibilang sudah sangat murah,” lanjutnya.
Operator XL Axiata bakal melanjutkan strategi tarif murah. Bukan hanya dalam menjual layanan internet, tarif murah itu juga berlaku untuk layanan telepon dan SMS. Setelah XL menyelesaikan transaksi dalam membeli Axis Telekom Indonesia pada Rabu (19/3/2014) sebesar 865 juta dolar AS, XL akan memosisikan Axis untuk segmen anak muda dan mempertahankan tarif layanan Axis yang selama ini dikenal murah.
Segmen anak muda menjadi incaran operator berbasis teknologi GSM di 2014 ini, karena segmen tersebut aktif sebagai pengguna layanan data yang menjadi fokus utama operator seluler di tengah menurunnya tren layanan telepon dan SMS.
Telkomsel juga telah menyiapkan produk baru untuk mengincar segmen anak muda, yaitu Loop. Produk ini ditujukan untuk konsumen di rentang usia 12 sampai 19 tahun. Sementara itu, Indosat masih mempertahankan produk IM3 untuk segmen anak muda, begitu juga dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri) yang sejak dulu serius menjaring segmen anak muda. (blogkatahatiku.blogspot.com)

TELKOM KEMBALI GELAR TELKOM SMART CAMPUS AWARD 2014

Foto: Effendy Wongso
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menunjukkan komitmennya untuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia dengan kembali menyelenggarakan Telkom Smart Campus Award 2014 (Tesca). Tesca adalah sebuah program untuk mengukur pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) perguruan tinggi di Indonesia melalui metode Zainal, Eko, Nizan (ZEN) Framework yang mengukur beragam komponen, mulai infrastuktur, aplikasi, sumber daya manusia (SDM), hingga komponen kebijakan dan sebagainya.
Pembukaan Tesca 2014 ini diawali roadshow ke beberapa kota seperti Jakarta (27 Maret 2014), Semarang (14 April 2014), Surabaya (15 April 2014), Makassar (16 April 2014), Palembang (17 April 2014), dan berakhir di Bandung (23 April 2014). Sementara acara puncak penghargaanTesca akan diselenggarakan pada Mei 2014.
Menyongsong Asean Free Trade Area, Tesca 2014 memperluas wilayah pengukuran untuk kampus-kampus di wilayah Asean. Pada tahap awal, akan dilakukan pengukuran beberapa kampus di beberapa negara di Asean yang nantinya bakal dijadikan benchmark untuk implementasi pemanfaatn TIK di kampus-kampus domestik.
Tesca diinisiasi Telkom bekerja sama Dirjen Perguruan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom), dan Dewan Teknologi dan Komunikasi Nasional (Detiknas).
Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo, Kamis (27/3/2014), di Jakarta, mengatakan Tesca merupakan salah satu program unggulan Telkom untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi. “Tesca merupakan inisiatif Telkom untuk mendorong perguruan tinggi Indonesia melakukan berbagai percepatan kualitas melalui pemanfaatan TIK dalam praktik belajar mengajar di kampus,” terangnya.
Arif menegaskan, menyongsong 2015, Asean Free Trade Area mulai dijalankan sehingga semua negara Asean harus mampu meningkatkan kapasitas, kualitas kinerja, dan infrastruktur di segala bidang, termasuk pendidikan agar memiliki daya saing tinggi dan mampu berperan dalam AEC 2015.
“Impian untuk membangun Indonesia cerdas melatarbelakangi kami mengembangkan inisiatif peningkatan kualitas pendidikan Indonesia melalui program Telkom Smart Campus,” paparnya.
Untuk itulah, sebut Arif seluruh perguruan tinggi Indonesia dapat mengikuti program Tesca 2014. Cara mengikuti program ini cukup membuka website program Tesca 2014 di tescaindonesia.org dan melakukan registrasi.
Dalam waktu lima tahun, jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program Tesca mengalami peningkatan, di mana pada 2008 Tesca hanya diikuti 75 kampus, lalu meningkat pada 2012 menjadi 551 perguruan tinggi.
“Pada 2013, Tesca telah berkembang dan diikuti 59 perguruan tinggi negeri dan 492 perguruan tinggi swasta. Semua jenis perguruan tinggi tersebut terdiri dari akademi dengan 99 kampus, institut dengan 29 kampus, politeknik dengan 45 kampus, sekolah tinggi dengan 201 kampus, dan universitas dengan 177 kampus yang menyebar di 26 provinsi.
Melalui kegiatan tersebut, Arif berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat memperoleh potret utuh terkait kompetensi di perguruan tinggi, sehingga hal ini mampu meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan information and communications technology (ICT), dan mengembangkan perguruan tinggi berstandar World Class University. (blogkatahatiku.blogspot.com)

CHINESE FOOD ORIGINAL TASTE KIOS HOKKY

Foto: Effendy Wongso
Salah satu keunggulan Kota Makassar dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia terletak pada pilihan kulinernya yang beragam. Untuk sekadar memanjakan lidah, apalagi untuk masakan oriental seperti Chinese Food, tentu bukan hal yang sulit karena Makassar adalah lumbungnya. Bukan mengada-ada jika melihat banyaknya kawasan kuliner, khususnya di daerah pecinan seperti Jalan Sangir, Timor, Sulawesi, Bacan, Somba Opu, Lamadukelleng, dan beberapa area lainnya.
Di Jalan Lamadukelleng misalnya, terdapat satu rumah makan yang terkenal karena “original taste” Chinese Food-nya yang khas, Kios Hokky. Setiap hari, apalagi jelang weekend, kios yang dulunya terletak di Jalan Sangir ini selalu dipadati pengunjung. Dari pantauan KATA HATIKU, Sabtu, (22/3/2014), Hokky memang menjadi incaran penikmat kuliner Chinese Food seperti ayam goreng mentega, udang mayonnaise, mi goreng kanton, mi hokkian, nasi goreng merah, capcay goreng, dan lain-lain.
Pemilik Kios Hokky, Anna Veda mengatakan jika pihaknya memang fokus menggarap makanan ala Tionghoa dengan citarasa asli. “Selama ini pengunjung kami loyal kemari karena menyukai menu-menu makanan kami yang khas Chinese. Dari jenis semuanya sama disukai, apakah itu dari bahan seafood, daging, ayam, maupun sayur-sayuran,” terang wanita kelahiran Makassar, 18 Oktrober 1975 ini.
Foto: Effendy Wongso
Anna menyebut, segmentasi rumah makannya terbuka untuk umum dengan harga makanan yang cukup terjangkau. “Harga makanan di Hokky cukup murah bila dibandingkan restoran Chinese Food sejenis. Capcay goreng misalnya, harga di Hokky hanya sekitar Rp 27 ribu per porsi. Begitu pula dengan menu-menu lainnya seperti nasi goreng yang hanya kami banderol Rp 27 ribu,” ungkap wanita bershio Kelinci ini.
Ditambahkan, selain makanan utama tadi, pihaknya juga menjual beberapa penganan tradisional Chinese seperti bacang dan jalangkote. Untuk jenis makanan kecil, Jalangkote misalnya hanya dibanderol Rp 3.500 per buah.
Selain itu, imbuh Anna, Hokky melayani pesanan antar ke rumah pelanggan. “Ya, ini adalah salah satu bentuk servis kami,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)

WUSHU

Seni Beladiri Tiongkok Kuno

Foto: Istimewa
Wushu atau yang sering disebut kungfu adalah seni beladiri yang berasal dari Tiongkok kuno. Tersebar ke seluruh penjuru dunia melalui orang-orang Tionghoa yang merantau (Hua Ren).
Sejarah munculnya seni beladiri ini sudah tidak bisa ditelusuri lagi, sebab konon usianya sudah ribuan tahun. Ini mungkin sama tuanya dengan sejarah Tiongkok yang dihiasi dengan banyak pertempuran, di mana saat itu seni untuk bertempur dan mempertahankan diri sudah dikenal dalam bentuk yang masih sederhana.
Arti dari kata Wu adalah “ilmu perang” sedangkan arti kata Shu adalah “seni”. Sehingga Wushu dapat juga diartikan seni untuk berperang. Wushu sendiri di dalamnya mengandung aspek seni, olahraga, kesehatan, beladiri, dan mental. Mempelajari Wushu sebenarnya tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan gerakan fisik belaka, melainkan juga melibatkan pikiran, olah pernapasan, pemahaman anatomi tubuh, aliran darah, dan jalur energi tubuh. Selain itu, juga mempelajari penggunaan ramuan untuk memperkuat tubuh ataupun untuk pengobatan.
Di sisi lain Wushu juga membentuk kepribadian, melatih kedisiplinan, ketahanan mental, kecerdikan, kewaspadaan, persaudaraan, jiwa kesatria, dan lain-lain. Maka Wushu juga berfungsi sebagai “way of life”, bahkan lebih jauh bisa menjurus ke arah pengembangan spiritual. Di Indonesia, sebenarnya Wushu sudah lama dikenal dengan istilah kungfu. Namun baru pada 10 November 1992, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat meresmikan berdirinya Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia yang merupakan wadah bagi seluruh perguruan kungfu di Indonesia.
Wushu seringkali dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu eksternal dan internal. Kelompok eksternal mempunyai ciri-ciri “keras” seperti misalnya Shao Lin Chuan (Kungfu Shaolin). Sedangkan kelompok internal mempunyai ciri-ciri “lembut” seperti tarian misalnya Tai Chi Chuan. Pembedaan ini berhubungan erat dengan pengolahan dan penggunaan energi (Chi) yang merupakan isi dari gerakan dan pukulan (Chi Kung).
Sebenarnya aliran dalam Wushu ini sangat banyak, namun secara garis besar bisa dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain berdasarkan letak geografis yaitu Aliran Utara misalnya dari daerah Shantung, dan Aliran Selatan dari daerah Hokkian. Selanjutnya berdasarkan partai persilatan seperti Bu Tong Pay (Wu Tang Pay), Go Bi Pay (O Mei Pay), dan Siao Lim Pay (Shaolin Pay). Terakhir adalah berdasarkan jenis beladirinya, di antaranya Tai Chi Chuan, Pa Kwa Chang, Hsing Yi Chuan, dan Wing Chun (pendirinya dikenal sebagai Ip Man di mana legendaris kungfu Bruce Lee berguru di sana).
Semua aliran tadi biasa disebut “Wushu Tradisional”, dengan variasi yang sangat beragam. Namun barulah pada 1960, Wushu dibakukan di mana materinya merupakan gabungan dari berbagai jenis Wushu Tradisional sehingga terciptalah “Wushu Modern” seperti yang dikenal sekarang, dan masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. (blogkatahatiku.blogspot.com)

27 March 2014

SWISS-BELINN PANAKKUKANG MAKASSAR PEDULI EARTH HOUR

Foto: Istimewa
Sebagai bentuk peduli lingkungan hidup, pada 29 Maret 2014 Swiss-Belinn Panakkukang Makassar bakal menggelar aksi “Earth Hour” atau Jam Bumi. Kegiatan ini merupakan hari yang dilaksanakan masif oleh penggiat lingkungan hidup untuk menghemat energi seperti listrik dengan memadamkan lampu selama satu jam.
Aksi ini memberikan kontribusi yang positif baik bagi llingkungan maupun anak cucu kita, karena dari aksi memadamkan lampu selama satu jam, bisa menyimpan energi untuk generasi penerus sebanyak beratus-ratus KWH, yang artinya mengurangi emisi karbon dioksida apabila seluruh masyarakat ikut berpartisipasi di dalamnya.
Swiss-Belinn Panakkukang Makassar merupakan salah satu properti yang setiap tahunnya ikut memperingati Jam Bumi yang diprakarsai oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini. “Di tahun ini kami akan kembali bekerja sama dengan Earth Hour Makassar,” ujar Public Relation Coordinator Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Ari Harnani Restu Rahayu.
Ditambahkan, agenda yang dilaksanakan pihaknya adalah memadamkan lampu selama satu jam, meliputi hampir seluruh area di hotel kecuali tangga darurat, koridor kamar atau kamar tamu sendiri. “Kegiatan ini akan kami laksanakan Sabtu (29/3/2014), mulai pukul 20.00-21.00 Wita,” terang wanita yang akrab dipanggi Ayu ini.
Selama pemadaman lampu, sebut Ayu, Swiss-Belinn Panakkukang Makassar akan dihiasi obor dan lilin-lilin kecil yang tetap mengindahkan lingkungan hotel.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung aksi WWF dalam melestarikan bumi, dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa memadamkan lampu apabila tidak diperlukan. (blogkatahatiku.blogspot.com)

SEBUAH MONOLOG

Oleh Aishaa Nazwa

Duhai dikau
yang getir tersenyum
yang diam-diam merajut luka
pada malam-malam tanpa bintang
pada tiap desah gelisah yang panjang
yang selalu bubuhkan bulir kristal di tiap rajutan
dengan bibir yang tanpa henti merapal,
entah doa atau sesalan

masihkah kau sibuk bertanya
tentang tubuh yang tinggal belulang
tentang hati yang separuh menghilang
tentang rongga jiwa yang tak lagi berlubang
bahkan tentang malam yang tak kunjung siang
bahkan tentang senja
yang tak lagi di ujung cakrawala

Bukankah telah berulang kubilang
berhentilah menyulam seribu kenang
biarlah ia hilang bersama cahaya kunang
membawa segala sebak jauh ke belantara kelam
lalu lesap bersama sejuta wujud
koyak yang kerap kau peluk erat

Sakitmu nikmati saja
Sakitmu rasakan saja
Sakitmu ajak saja menari bersama
Ajak saja bernyanyi bersama
lalu dunia akan indah
seperti semula

Saat sebelum
Kau mengenal luka