24 February 2014

WASPADA UANG PALSU JELANG PEMILU

Foto: Istimewa
Tahun politik merupakan tahun yang panas bagi sebagian orang. Menjelang pemilihan umum (Pemilu) di 2014 ini, hampir semua sektor terkena dampaknya. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah sektor ekonomi dan keuangan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah I, Suhaedi mengatakan jika pihaknya  saat ini tengah mewaspadai adanya peredaran uang palsu. Namun sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan kasus adanya peredaran uang palsu di tengah-tengah masyarakat.
"Di Januari ini, angka peredaran uang palsu lebih rendah dibandingkan 2013 lalu. Untuk saat ini, apalagi jelang Pemilu, kami berharap masyarakat berhati-hati,” jelasnya saat dikonfirmasi di Gedung BI, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Senin (17/2/2014).
Dijelaskan, dalam rangka menerapkan kebijakan clean money policy, Kantor Perwakilan BI Wilayah I secara berkala melakukan penukaran uang dan kas keliling di Sulselbar. Selain itu, BI melakukan pemusnahan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dari masyarakat dan perbankan. Sebelumnya, pemusnahan uang kartal itu telah melalui mekanisme Pemberitahuan Tanda Tidak Berharga (PTTB) terhadap UTLE tersebut.
"Selama triwulan IV 2013, BI telah melakukan PTTB sebesar Rp 707 miliar. Pemusnahan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dari masyarakat dan perbankan periode 2013 lebih tinggi dari posisi yang sama di  2012 sebesar Rp272 miliar," papar Suhaedi.
Kendati demikian, dalam rangka mengantisipasi peredaran uang palsu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah I secara berkala melakukan kegiatan sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CKUR) hingga ke pelosok daerah.
“Pecahan uang palsu yang ditemukan pada triwulan IV 2013 adalah Rp 50 ribu sebanyak 360 lembar, diikuti Rp 100 ribu sebanyak 300 lembar, Rp 20 ribu sebanyak 12 lembar,  Rp 10 ribu sebanyak tiga lembar, dan Rp 5 ribu sebanyak dua lembar,” urainya.
Sementara itu, Deputi Direktur Grup Hubungan Masyarakat BI, Hari Murti mengatakan sejauh ini informasi tentang peredaran uang palsu tidak ada. “Sampai sekarang kami belum menemukan kalau ada uang palsu yang beredar jelang Pemilu tahun ini. Faktanya, kita jangan berandai-andai. Kita seharusnya berpikir positif agar proses demokrasi ini berjalan dengan baik,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Lt 3 Gedung BI, Jalan Sudirman, Makassar, Kamis (20/2/2014).
Secara terpisah, pakar ekonomi Unhas Prof Dr H Muhammad Asdar Daeng Matterru, mengatakan beredarnya uang palsu sebelum maupun jelang Pemilu ini faktanya pasti ada. “Masyarakat sebaiknya jangan mau teriming-imingi dengan rayuan money politik dari para calon legislatif (Caleg) manapun, karena bisa jadi uang palsu itu dimasukkan dalam amplop. Jadi masyarakat sebaiknya tetap waspada dan berhati-hati,” pesan Asdar. (Nina Annisa/blogkatahatiku.blogspot.com)