07 February 2014

UPAYA PENGHIJAUAN LAHAN KOTA

Komunitas Makassar Berkebun Manfaatkan Lahan Kosong

Foto: Effendy Wongso
Banjir kota yang tidak memanfaatkan lahan kosong sehingga menjadi genangan air, membuat komunitas Makassar Berkebun bergerak dan melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan lahan kosong di Jalan AP Pettarani, Makassar. Hadirnya Makassar Berkebun ini sangat membantu saat musim penghujan tiba. Tidak hanya itu, aktivitas dengan menggunakan lahan hijau di tengah Kota Makassar juga memberikan manfaat bagi komunitas sekitar, yang bertujuan menyebarkan semangat positif serta lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan.
Banyak cara melakukan aktivitas saat memasuki liburan, apalagi jika musim penghujan tiba. salah satunya dengan ikut berkebun dengan para penggiat Makasar Berkebun, di mana kegiatan ini dangat positif dan bagaimana belajar mengenal lahan kosong yang tidak terpakai, serta mencari tahu jenis tanaman apa yang cocok untuk ditanam.
Menariknya, berkebun di tengah kota juga menjadi solusi untuk mengantisipasi lokasi kosong yang hanya digenangi air sehingga menjadi banjir berkepanjangan, khususnya di Kota Makassar. Komunitas Berkebun juga telah banyak mengikuti program yang sifatnya inisiatif, dengan kegiatah hiburan edukatif lainnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang penggiat berkebun, Fadly Padi, yang juga dikenal sebagai musisi Indonesia saat ditemui di sela aktivitas berkebun, Selasa (4/2/2014) pagi.
“Salah satu lahan kosong yang kami manfaatkan adalah lahan di PT Telkom, di Jalan AP Pettarani, Makassar. Di lahan ini, komunitas Makassar Berkebun melakukan edukasi bercocok tanam dengan sistem aquaponic yang sudah populer di Amerika Serikat,” jelasnya.
Sistem berkebun yang dimaksudnya adalah sistem berkebun yang mengombinasikan antara memelihara ikan konsumsi dengan sayuran. Menurut Fadly, berkebun sambil belajar menciptakan hidup sehat tentunya asyik bagi siapa saja.
“Hadirnya komunitas Makassar Berkebun tidak didominasi usia dewasa saja, bahkan anak-anak pun dilibatkan. Menariknya, lahan kebun yang kini dimanfaatkan oleh komunitas ini sudah menjadi lahan ketiga. Luasnya lahan ini dimanfaatkan dengan menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman lainnya, di antaranya kangkung, selada, terong, tomat, dan sawo. Bahkan, lahan ini juga memilik sebuah kolam ikan yang cukup besar,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang anggota Makassar Berkebun lainnya, Indah mengatakan komunitas Makassar Berkebun tidak sekadar mencari lokasi bercocok tanam, melainkan memiliki akademisi berkebun yang dilakukan setiap pekan," ungkapnya.
Ditambahkan, salah satunya dengan memperkenalkan aquaponic dengan bercocok tanam secara efisien, di mana ini merupakan suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi, atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara, sistem teknologi inilah sebagai salah satu wujud kepedulian Makassar Berkebun dalam merealisasikan penerapan teknologi berkebun yang mumpuni di Kota Makassar.
“Saat musim penghujan tiba, dengan memanfaatkan sistem resirkulasi, maka keuntungan lainnya yang didapat dari komunitas ini adalah dapat memproduksi pupuk kompos dan vertikultur,” bebernya.
Indah berharap, apa yang telah ditunjukkan Makassar Berkebun kepada masyarakat di Kota Makassar dapat memberikan edukasi yang baik, khususnya tentang dasar-dasar berkebun. “Itulah tujuan aktivitas dari Makassr Berkebun, sekaligus sebagai wadah untuk para penggiat dan pemerhati urban farming,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)