16 February 2014

UNTUNG RUGI PENJUALAN MOBIL BARU DAN BEKAS

Foto: Effendy Wongso
Pertumbuhan perekonomian Makassar yang terlihat dari kemacetan masif, yang sering terjadi pada hampir setiap ruas jalan, paling tidak besar pengaruhnya lantaran kepemilikan kendaraan masyarakat yang semakin tidak terkendali, baik mobil maupun sepeda motor.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sales Counter Indo Mobil, Nita saat ditemui di Jalan Veteran Selatan, Makassar, Senin (10/2/2014). Dikatakan, permintaan jumlah mobil baru meningkat lantaran kebutuhan masyarakat terhadap mobil itu sendiri.
Menurutnya, selain karena ketergantungan terhadap mobil, sebagian masyarakat juga tidak dapat terlepas dari fungsi mobil tersebut, baik sebagai sarana akomodasi bagi usaha yang dijalaninya, maupun hal-hal yang sifatnya pribadi.
“Permintaan untuk jenis mobil baru meningkat karena down payment (DP) atau uang mukanya yang sudah murah. Saat ini, dengan DP Rp 30 juta ditambah angsuran Rp 1,4 juta per bulan, tinggal sedikit saja sudah bisa sama dengan angsuran motor,” tuturnya.
Selain itu, permintaan terhadap banyaknya mobil baru disebabkan oleh kenaikan suku bunga pada mobil bekas, yaitu sekitar 11 persen. Sedangkan suku bunga pada mobil baru hanya tujuh persen, sehingga orang beralih ke mobil baru.
“Nah, belum lagi sudah banyaknya penjualan mobil baru murah yang sudah bisa didapat di bawah harga Rp 100 juta, sehingga peminat mobil bekas mulai berkurang. Kalaupun ada, yang dicari jenis mobil keluaran 2004 atau 2006. Jenis mobil Avanza keluaran 2006 masih dicari, di bawah keluaran tahun itu sudah tidak ada peminat lagi,” paparnya.
Nita menyebut, keuntungan yang didapatkan dari penjualan mobil “second” per mobil tahun lalu mencapai Rp 5-7 juta, sedangkan mobil baru lebih dari itu. “Soal keuntungan mobil baru itu rahasia, yang jelas ada keuntungan,” ujarnya, enggan mengungkap omset untuk jenis penjualan mobil barunya.
Terkait kenaikan BI Rate, ia mengatakan juga berdampak pada kenaikan DP mobil yang mencapai 35 persen. Padahal, bila dibanding tahun lalu DP hanya sekitar 25-30 persen untuk semua jenis mobil.
Sementara itu, pemilik showroom Adipura Motor, Jhon saat ditemui di jalan yang sama, mengungkapkan pertumbuhan penjualan mobil baru tak lepas akibat pengaruh pemberian DP rendah untuk semua jenis mobil baru tersebut.
“Ini berdampak pada menurunnya permintaan untuk mobil bekas yang mencapai 70 persen,” bebernya.
Dalam dua tahun terakhir, sampai pertengahan tahun di 2013 lalu, peminat mobil bekas masih banyak. Keuntungan yang diperoleh pun bisa sampai 40 persen per mobil, tetapi untuk tahun ini tidak ada sama sekali.
“Mobil untuk keluaran lama kadang dijual di bawah harga sehingga berdampak pada kerugian. Ini praktis bikin tutup showroom,” tandas Jhon. (Chaerani Arief/blogkatahatiku.blogspot.com)