01 March 2014

TRUK 10 RODA HANYA BEROPERASI MALAM HARI DI MAKASSAR

Foto: Effendy Wongso
Dalam rangka menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan, serta mengantisipasi tejadinya korban jiwa dan kerusakan jalan, maka Pemerintahan Kota  Makassar sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar Nomor 94 Tahun 2013 tentang peraturan operasional kendaraan angkutan barang di wilayah Makassar, akan segera memberlakukan jam operasi truk 10 roda hanya di malam hari.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Muh Sabri di ruang rapat Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (25/2/2014) pagi.
Dijelaskan, dalam Perwali tersebut diatur jam operasional kendaraan angkutan barang mulai pukul 21.00 Wita sampai 05.00 Wita. “Mulai 1 Maret, Perwali ini akan diterapkan meskipun masih dalam tahap sosialisasi. Truk dengan muatan delapan ton roda 10, hanya bisa beroperasi pada malam hari pukul 21.00 hingga 05. 00 Wita dini hari,” ujarnya usai rapat persiapan penerapan Perwali tersebut.
Rapat yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda), Burhanuddin,yang mewakili Wali Kota Makassar, mengatakan dalam Perwali ini jenis kendaraan yang dimaksud tidak termasuk untuk kendaraan TNI, Polri, kendaraan dinas pemerintah, angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG).
“Untuk segi pengawasannya, dilakukan oleh tim terpadu dari Polisi Militer (POM), TNI, Kepolisian, Dishub, dan instansi yang terkait. Akan ditempatkan posko pengawasan di wilayah perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Alauddin, Maros-Makassar, dan titik-titik tertentu,” jelas mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkot Makassar ini.
Terkait Bupati Kabupaten Gowa Ichsan Yasin Limpo yang justru melarang truk 10 roda beroperasi malam hari, yang bisa mengakibatkan adanya pertentangan kebijakan dengan peraturan Wali Kota Makassar, mantan camat Kecamatan Tamalanrea Makassar ini mengungkapkan justru tidak ada pertentangan.
“Yang dilarang di Gowa itu adalah melintasi jalan kabupaten. Kalau jalan provinsi dan jalan negara dilewati, mau 10 roda beroperasi malam hari tetap bisa. Nah, jika ada anggapan bahwa di Makassar dilarang truk beroperasi, itu salah. Karena truk untuk roda enam ke bawah bertonase delapan ton tetap bisa beroperasi,” tegasnya.
Menyoal sanksi terhadap pelanggaran kendaraan tersebut, Sabri menyebut akan dikenakan sesuai perundang-undangan lalu lintas yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkot Makassar, Tenri A Palallo mengatakan Perwali ini untuk meminimalisir kematian di jalan raya akibat truk 10 roda.
“Karena pemerintah berhak memberikan perlindungan kepada warga negaranya,” alasannya.
Dalam rapat persiapan penerapan Perwali Nomor 94 Tahun 2013 tersebut, juga diikuti oleh Dishub Makassar, Dinas PU Makassar, Kepolisian Resort Makassar, para camat bersangkutan, organisasi angkutan daerah (Organda) Sulsel, Organda Pelabuhan, dan Organda Petepete. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com).