06 February 2014

TOKO SUVENIR RAUP LABA JELANG VALENTINE

Foto: Effendy Wongso
Hari Valantine yang merupakan hari kasih sayang atau hari tukar kado yang jatuh pada 14 Februari, merupakan rutinitas sebagian kalangan muda-mudi yang berpacaran memberikan keuntungan tersendiri bagi penjual pernak-pernik Valentine.
Salah seorang karyawan Toko City One, Anggi, saat ditemui di tokonya, Jalan Lasinrang, Makassar, Senin (3/2/2014), mengatakan bahwa lonjakan jumlah pembeli menjelang Valentine tahun ini mencapai 50-70 persen dibandikan pada hari biasanya. “Kebanyakan pembeli adalah kaum muda-mudi yang ingin merayakan hari kasih sayang bersama pasangannya,” ungkapnya.
Lonjakan ini jelas memberikan keuntungan tersendiri bagi pemilik toko. Dalam momentum seperti ini, barang yang menjadi incaran pembeli kebanyakan boneka, bunga, dan coklat. Menurut Anggi, kesemua barang-barang incaran pembeli adalah simbol kasih sayang.
 Diterangkan, meski permintaan pembeli untuk barang berupa boneka dan bunga melonjak di tokonya, tetapi pihaknya tetap mematok harga normal lazimnya hari biasa. “Kami tidak menaikkan harga meskipun permintaan melonjak jelang Valentine,” ujarnya.
Adapun harga-harga yang ditawarkan di tokonya bervariasi, tergantung jenis atau item yang ingin dibeli oleh pelanggan. “Boneka yang kami sediakan dibanderol mulai Rp 35 ribu sampai ratusan ribu rupiah. Biasanya, tergantung besar atau kecilnya boneka,” paparnya.
Dijelaskan, begitu pula dengan bunga yang dijualnya semuanya tergantung terhadap ukurannya, di mana per satuannya dibanderol antara Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain itu, khusus di bulan Valentine (Februari), tokonya juga menjual aneka coklat.
“Di Februari ini kami menyediakan coklat. Sebenarnya, ini barang musiman saja di toko kami. Harganya bervariasi, dari Rp 26 ribu hingga Rp 60 ribu, tergantung ukuran coklatnya,” urainya.
Sementara itu, salah seorang karyawan lainnya di Toko City One, Resky, mengungkapkan, dengan melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pembeli mulai ramai seminggu menjelang hari “H”, apalagi ketika detik-detik hari H seperti pada 11-13 Februari.
“Untuk barang yang terjual, dalam sehari bisa keluar 15 macam boneka dan untuk jenis coklat serta bunga dalam sehari bisa keluar sekitar 20 buah, karena kebanyakan pembeli membeli bunga sekaligus dipaketkan dengan coklatnya,” bebernya.
 Resky menambahkan, kuantitas lonjakan pembeli di bulan kasih sayang ini hampir terjadi setiap tahun, hanya saja tren pembelian jenis barang yang berbeda. “Tiap tahun jenis pembelian barang berbeda. Tahun lalu, boneka jauh lebih banyak diminati ketimbang pernak-pernik,” paparnya.
Selain boneka, barang lain yang diminati adalah bunga dan coklat. Beberapa jenis pernak-pernik lain yang juga diburu adalah bingkai foto dan kotak musik yang dijadikan simbol kasih sayang.
“Tahun lalu, penjualan untuk bingkai foto lumayan, di mana bisa terjual lebih 10 item, begitu juga dengan kotak musik. Untuk bingkai foto, harganya mulai Rp 35 ribu hingga Rp 95 ribu. Sedangkan kotak musik, harganya mulai Rp 75 ribu hingga Rp 185 ribu,” paparnya.
Menurut Resky, penjualan di awal Februari belum terlihat bergejolak dan masih normal saja. “Ya, karena memang biasanya pembeli mulai banyak di sekitar 8 Februari, hingga hari ‘H’ di 14 Februari,” runutnya.
Terkait omset, Resky enggan menyebutkan namun diakuinya jika keuntungan tokonya memang meningkat, dan hal itu terlihat dari banyaknya pembeli yang menyerbu suvenir serta pernak-pernik yang dijual di tokonya. (blogkatahatiku.blogspot.com)