11 February 2014

SEOUL

Oleh Weni Lauwdy Ratana

Seoul,
Kunang-kunang adalah lelampu
pada malam tanpa pijar bintang
darinya, ada cinta yang kau sematkan
tanpa sengaja di lubuk hatiku

Seoul,
rambun salju suatu ketika
pada dingin malamku
darinya, ada rindu yang kau rancapkan
tanpa sengaja di lubuk hatiku

“Dendangnya tak lagi terdengar,
karena luka itu jelma rekwin
dan iramanya satir menyakitkan!”

Seoul,
Kenangan tentangmu
adalah lembaran kelabu
dari segala indah
yang pernah kau tawarkan

“Aku cinta kepadamu,
dara dari semenanjung kuning,
tanpamu aku serupa mati!”