15 February 2014

RUMAH TANGGA SASARAN SULSEL DAPAT RASKIN

Foto: Istimewa
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI, Agung Laksono, meresmikan Peluncuran Program Beras untuk Warga Miskin (Raskin) secara nasional di Gedung Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) VII, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (11/2/2014).
Peluncuran Raskin 2014 untuk wilayah timur Indonesia tersebut juga dihadiri oleh Wakil  Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Direktur Utama (Dirut) Bulog Divre VII Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Sutarto Alimuso, Deputi Menkokesra Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Ghazali H Situmorang, Asisten Departemen (Asdep) Urusan Kompensasi Sosial Kemenko Kesra Safri Burhanuddin, Kepala Bulog Divre VII Sulselbar Tommy S Sikado, dan jajaran pejabat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel maupun dari kabupaten dan kota se-Sulsel.
Pemerintah Provinsi Sulsel cukup berbangga karena pemerintah pusat menunjuk Sulsel menjadi tempat pertama untuk peluncuran Raskin. Menkoesra Agung Laksono, mengatakan Sulsel dipilih menjadi daerah pertama untuk pelepasan perdana karena memiliki produksi beras yang sangat tinggi.
Selain itu, Sulsel juga memiliki kecepatan dalam menangani hal administrasi, sehingga pemerintah pusat memilih Sulsel menjadi pilihan pertama untuk melaksanakan program ini.
“Kami tunjuk Sulsel menjadi tempat pertama untuk peluncuran Raskin, tak lain karena Sulsel memproduksi beras sangat tinggi,” ujarnya.
Penerima manfaat Raskin di seluruh Indonesia pada 2014 telah ditetapkan sebanyak 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS). Setiap bulan di seluruh Indonesia akan disalurkan Raskin paling tidak sebanyak 233 ribu ton, sedangkan untuk Sulsel ada 480 ribu RTS yang disalurkan, tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Program Raskin untuk 2014 telah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di mana jumlah yang disepakati adalah sebanyak 180 kilogram per RTS, atau setara dengan 15 kilogram per bulan selama 12 bulan untuk setiap RTS.
Agung Laksono juga mengatakan jika pada Februari dan Maret tahun ini, pihaknya akan melakukan percepatan penyaluran dengan melakukan penambahan alokasi Raskin pada kedua bulan tersebut.
“Jadi, masing masing akan disalurkan sebanyak dua kali alokasi Raskin sekaligus, atau masing masing 30 kilogram bagi setiap RTS  pada Februari dan Maret 2014,” jelasnya.
Ditambahkan, peluncuran tersebut fokus kepada rakyat miskin dan korban bencana alam. “Digabung agar mereka yang terkena bencana alam tidak berimbas pada kebutuhan beras mereka,” alasannya.
Penyaluran Raskin tersebut, papar Agung Laksono disalurkan bersamaan dengan korban bencana alam dalam kategori warga miskin, di mana 30-40 persen masyarakat ini membutuhkan beras.
“Saya berharap, stok beras mampu bertahan hingga enam bulan dan tidak ada beras yang rusak. Jika ada aroma yang kurang sedap, kita akan cuci dengan menggunakan teknologi canggih. Dengan begitu, saya yakin hal ini bisa teratasi,” imbuhnya.
Disebutkan, program Raskin dan program penanggulangan kemiskinan yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah merupakan bagian dari upaya pencapaian Millennium Development Goals (MDG’s). MDGs sendiri adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015.
 “Kita meyakini pula bahwa program Raskin tidak hanya membantu ketahanan pangan pada tingkat rumah tangga, tetapi juga pada tingkat nasional dengan pembelian gabah dan beras yang dihasilkan oleh petani kita. Melalui pengadaan beras untuk Raskin ini, kita harap dapat memacu produksi beras dalam negeri sehingga swasembada beras tetap dapat dipertahakan,” urai Agung Laksono.
Selain menjamin penyerapan beras dan harga pembelian dari petani, pihaknya mengimbau Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjamin kualitas Raskin yang akan disalurkan kepada penerima manfaat.
“Nah, untuk itu saya minta petugas penerima Raskin di titik distribusi agar memeriksa terlebih dulu beras yang dikirim dari gudang Bulog. Apabila kualitasnya jelek, minta segera ditukar dengan kualitas beras yang layak,” serunya.
Program Raskin adalah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat serta melibatakan berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tingkat provinsi serta kabupaten dan kota, aparat desa dan keluarahan, lembaga musyawarah desa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta tokoh masyarakat.
“Sangatlah wajar apabila dalam pelaksanaannya akan banyak mengundang berbagai kritik dan sorotan tajam. Saya harap ini tidak perlu menyurutkan tekad kita untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Agung Laksono.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang mendampingi Menkokesra mengatakan, program Raskin merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan kluster satu, termasuk program bantuan sosial berbasis keluarga yang sudah berjalan secara rutin sejak 1998 silam.
Lebih jauh, ia mengatakan sampai saat ini Sulsel mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam bentuk beras untuk masyarakat. “Tidak hanya untuk di sini (Sulsel), namun hampir di beberapa wilayah timur Indonesia. Semoga dalam program ini pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan hak atas pangan,” harapnya.
Peluncuran tersebut ditandai dengan pemberian secara simbolis kepada empat rumah tangga manfaat (RTM) dan pelepasan tujuh truk Raskin ke Kabupaten Gowa, Pangkep, Maros, dan Makassar.
Dirut Bulog Divre VII Sutarto Alimuso mengatakan, saat ini ada sekitar empat juta ton beras yang ada di gudang Bulog Divre VII Sulsel. Adapun realisasi Raskin pada 2013 lalu yakni 98,7 persen, di mana tak mencapai 100 persen karena ada beberapa kabupaten yang menolak pemberian Raskin.
“Saya berharap semua karyawan Bulog untuk berkoordinasi dengan Pemda agar dapat segera menyalurkan Raskin secara merata,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)