01 March 2014

ROSYINAH MANAF

ROSYINAH MANAF
Vice President East Indonesia Region IV PT Garuda Indonesia
“Dedikasi 27 Tahun di Garuda Indonesia”

Foto: Pribadi
Jika ada orang yang bekerja berlandaskan pengabdian, bahkan selama 27 tahun tanpa merasa jenuh, maka ia adalah Rosyinah Manaf. Vice President (VP) East Indonesia Region IV PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini, mengungkapkan keteguhan dirinya saat memulai ihwal kariernya di maskapai penerbangan pelat merah ini.
Ditemui pada press conference terkait rilis rute baru Makassar-Merauke dari Garuda Indonesia di Restoran Makassar Suki, Jalan Bali, Makassar, Jumat (14/2/2014), wanita ramah dan low profile membeberkan kecintaannya terhadap pekerjaannya, yang justru dianggapnya sebagai tempat pengabdiannya.
“Saya bekerja di Garuda mulai 1 Agustus 1987, kurang lebih 27 tahun. Saya mulainya dari basic, dari bawah sekali di mana saya bertugas sebagai staff ticketing and reservation di Biak, Papua,” ujarnya.
Menurut wanita berdarah Ternate, Padang, dan Manado ini, bekerja bukan sekadar mata pencarian, tetapi bagaimana saat bekerja seseorang dapat mendedikasikan dan mengintegrasikan hidupnya untuk perusahaan sebagai bagian dari bentuk pengabdian dirinya.
“Nah, jika telah menerapkan hal itu dan melakoni pekerjaan dengan baik, maka niscaya seseorang dapat mencintai pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, sekaligus dapat bekerja tanpa merasa berbeban,” demikian ungkap alumni S1 Manajemen Ekonomi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura ini, saat disinggung perihal keteguhan dan pengabdiannya yang luar biasa selama ini di Garuda Indonesia.
Kendati demikian, meskipun telah bekerja dengan sungguh-sungguh bukan lantas berarti tak ada kendala yang bakal dihadapi. “Semua pekerjaan memiliki risiko. Di Garuda saya sering menghadapi keluhan atau komplain, tetapi ini justru menjadi pemicu saya untuk bekerja lebih baik. Keluhan juga bisa menjadi sebuah pengalaman untuk memperbaiki servis atau pelayanan kami di Garuda, sehingga bisa lebih baik sesuai keinginan para penumpang,” ungkapnya.
 Selain itu, Rosyinah juga mengatakan jika dirinya hanya bekerja semaksimal mungkin tanpa mematok target pencapaian yang bakal diraihnya kelak. “Pokoknya, saya hanya bekerja sebaik mungkin, semaksimal mungkin tanpa memikirkan target apa yang kelak saya raih. Biarlah perusahaan yang menilai,” imbuh wanita yang menyukai penganan tradisional Sulsel Barongko ini.

Visi Jadikan Garuda Airlines Dunia

Meski secara personal Rosyinah tak menargetkan apa-apa bagi kariernya kelak, akan tetapi untuk perusahaan tempat dirinya mengabdi ini, ia masih menyimpan harapan besar untuk menjadikan Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai penerbangan atau airlines terbaik di dunia.
“Secara pribadi, saya memang tidak mematok target terhadap pencapaian diri saya kelak, tetapi visi saya adalah tetap ingin menjadikan Garuda sebagai salah satu maskapai ternama di dunia, dan kalau bisa terbaik di dunia,” harapnya.
Dibeberkan, visinya tersebut bukan tanpa alasan sebab saat ini perlahan-lahan Garuda Indonesia telah mengarah menjadi maskapai penerbangan bintang empat dan sebentar lagi akan mengarah menjadi bintang lima.
Terkait berlakunya area penerbangan terbuka Asean atau Asean Open Sky yang akan berlangsung di 2015 nanti, putri dari pasangan Abdul Manaf Hadi dan Syafiah ini mengungkapkan pihaknya sudah sedari dulu siap bersaing dengan maskapai penerbangan asing lainnya.
“Bicara Asean Open Sky di skup dan lingkup saya, Region IV untuk Indonesia timur, tentunya kita harus bisa bersaing dengan airlines-airlines dunia lainnya. Salah satunya adalah bagaimana kita bisa menaikkan level servis kita ke bintang lima. Nah, itu salah satu contohnya,” jelasnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut di hub Makassar, Rosyinah telah menanamkan pondasi yang kuat seperti mendirikan distribution channel di Sulsel. “Sekarang pihak kami telah mendirikan beberapa distribution channel, salah satunya dengan membuka satu sales office di Jalan AP Pettarani. Tadinya, hanya di Jalan Slamet Riyadi dan di airport (Bandara Sultan Hasanuddin). Kita juga membuka gerai di mana-mana seperti di Bulukumba, selanjutnya di Parepare, Palopo, dan Mamuju,” paparnya.
Ditambahkan, selain mendirikan distribution channel pihaknya juga membenahi operation centre dan ticket sales dengan teknologi baru. “Semuanya kami benahi dan perbarui sehingga ini bisa paralel dengan kinerja peningkatan pelayanan dari Garuda. Di Maret ini, pihak kami juga akan membuka satu gerai di Trans Studio Mall Makassar,” tutur wanita yang suka baca buku-buku motivasi ini.

Tetap Jalin Komunikasi dengan Keluarga

Wanita kelahiran Biak, 1 Agustus 1967 ini merunut, di sela kesibukannya yang luar biasa di Garuda Indonesia, ia masih selalu menyempatkan diri untuk menjalin komunikasi dengan keluarganya yang masih tinggal di Biak.
“Kebetulan saya sendiri di sini, suami masih di Biak dan anak saya yang sulung kuliah di Malang. Tetapi setiap hari saya tetap melakukan komunikasi dengan mereka, baik dengan anak-anak maupun dengan suami saya. Biasanya, teleponan atau BBM-an. Ya, tetapi kadang-kadang, kalau ada waktu libur maka merekalah yang ke sini (Makassar),” sebut istri dari Muhammad Junus Mokodongan ini.
Memang, salah satu konsekuensi yang mesti ditempuh Rosyinah adalah berkorban untuk beberapa hal yang sifatnya pribadi. Salah satunya adalah mesti berpisah dengan anak-anak dan suaminya.
“Sejak 18 Juni 2012 hingga sekarang, saya memang bertugas di Makassar sehingga mau tidak mau harus berpisah dengan kedua putra saya, juga suami saya. Keluarga saya sendiri memaklumi hal ini, dan tidak ada masalah dalam komunikasi selama ini,” terang wanita yang punya hobi jogging ini.
Dijelaskan, saat ini putra bungsunya yang masih kelas dua SMA, Satria Rachmadi,  memilih tinggal di Biak bersama suaminya. Sedangkan putra sulungnya, Achmad Fariz tengah kuliah di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Bagi wanita yang mengidolakan Jusuf Kalla (JK) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini, keluarga memang tetap nomor satu. Untuk itulah, ia tetap intensif berhubungan dengan anak-anak maupun suaminya. (blogkatahatiku.blogspot.com)