07 February 2014

RAUP LABA DARI KREASI DAPUR COKLAT VALENTINE

Foto: Effendy Wongso
Merayakan Valentine atau biasa disebut hari kasih sayang sudah menjadi tren dalam masyarakat, terlebih di kalangan anak muda. Di Valentine ini, beragam cara mereka lakukan demi mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan atau orang-orang yang terkasih.
Selain memberi bunga, saling memberi hadiah coklat juga sudah menjadi “tradisi” bagi mereka yang merayakannya. Kontribusi itulah sehingga hadiah berupa coklat menjadi populer saat perayaan Valentine. Kebiasaan ini tentu saja akan dimanfaatkan oleh beberapa pebisnis coklat.
Seperti yang dialami pendiri dan pemilik “Say it with Chocolate”, Rini Nikmat Naim (33), yang ditemui di kediamannya, Jalan Daeng Tata 1 Blog 4C 6, Makassar, Rabu (5/2/2014), di mana ia pun tidak ingin ketinggalan meraup laba dimomen hari kasih sayang tersebut.Selain sebagai bentuk apresiasi, momen Valentine ini juga memberikan keuntungan tersendiri bagi usaha kecilnya.
Rini yang memulai usahanya dengan modal Rp 500 ribu, mengatakan awal mula usaha kecilnya tersebut terbentuk lantaran melihat beberapa kebiasaan masyarakat saat jelang Valentine.
“Saat Valentine, biasanya mereka memberikan kado atau suvenir dalam bentuk barang, sehingga saya berinisiatif untuk menawarkan nuansa lain, yang saya sajikan dalam bentuk barang yang unik dan kreatif,” ungkapnya.
Karena inisiatifnya inilah ia mencoba membuat camilan makanan dari bahan dasar coklat. “Kenapa coklat, karena dulu coklat masih kurang dilirik oleh sebagian masyarakat. Tentunya, untuk menarik minat mereka terhadap coklat, maka saya menyajikannya dalam kreasi unik,” bebernya.
Ditambahkan,awalnya hasil kreasinya tersebut dipasarkan kepada beberapa rekan kantornya. “Nah, melihat respons(pemesanan) rekan kerja saya yang bagus, akhirnya saya berusaha untuk mengembangkan usaha ini hingga saat ini,” akunya.
Adapun usaha coklat yang digelutinya ini, sebut Rina masih dilakukannya secara independen. “Saya belum memiliki karyawan tetap, karena karyawan yang saya miliki untuk saat ini masih berasal dari lingkup keluarga. Namun begitu, order pembuatan coklat Valentine bisa saya selesaikan tepat waktu,” terangnya.
Untuk jenis dan harga yang ditawarkan, juga bervariasi sesuai apa yang diinginkan oleh pemesan. Seperti dilihat dari jenisnya, ada yang dalam kemasan stik dan dalam kemasan kotak yang tentunya ditambahkan dengan ornamen yang diminati konsumen.
“Momen Valentine tahun lalu, saya menawarkan jenis stik yang coklatnya berbentuk hati dan bunga, sedangkan untuk mini bar dan kotak saya tawarkan dalam bentuk kepala Hello Kitty dan hati,” urainya.
Sementara untuk Valantine kali ini, Rini menambahkan penawaran coklatnya dengan model lain, yaitu bingkai foto. “Ya, tetapi saya tetap mempertahankan model yang lama, karena Valentine tidak bisa dilepaskan dari bentuk hati dan bunga. Mungkin dari segi ornamen saja yang akan lebih saya kreasikan, dan tetap mengikuti selera konsumen,” imbuhnya.
Untuk harga produk coklat kreasinya, ia mengatakan bervariasi di mana dibanderol dari harga Rp 3 ribu sampai ratusan ribu rupiah. “Sesuai ukuran dan tingkat kerumitan order pelanggan. Untuk pemasaran, saya masih menjajakannya di rumah. Selain itu, saya juga memasarkan produk saya lewat online. Berkat internet, pemasaran saya menembus hingga ke luar Makassar seperti di Sinjai,” tuturnya.
Meski usaha yang dirintisnya pada akhir 2012 tersebut masih tergolong baru, akan tetapi omset yang berhasil diraup Rini cukup lumayan. “Valentine tahun lalu keuntungan yang saya peroleh lebih Rp 4 juta,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)