09 February 2014

PROSESI CAP GO MEH IMLEK 2014 MERIAH

DIIKUTI BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT

Foto: Effendy Wongso
Prosesi Cap Go Meh yang merupakan rangkaian hari raya Imlek 2565/2014 yang dilaksanakan di kawasan Pecinan Makassar, Minggu (9/2/2014) siang, sangat meriah dan diikuti berbagai elemen masyarakat. Dalam acara yang menampilkan berbagai kebudayaan Tionghoa dan beberapa kebudayaan dari berbagai daerah seperti etnik Bugis-Makassar, Tana Toraja, Bali, serta beberapa etnik lainnya di Indonesia, dihadiri oleh tokoh-tokoh Tionghoa dan juga jajaran dari pemerintahan Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang menghadiri Cap Go Meh Imlek 2565/2014 di Jalan Sangir, menyampaikan apresiasinya yang sangat mendalam atas terselenggaranya acara tersebut dengan baik. “Inilah tradisi saudara kita, warga Tionghoa. Nah, selama sembilan tahun saya memimpin Makassar,  acara ini selalu meriah,” ungkapnya.
Dalam kata sambutannya pula, Ilham mengungkapkan bahwa secara pribadi ia sangat bersyukur lantaran warga Makassar dari etnis Tionghoa bisa hidup damai dan tenteram bersama warga lainnya.
“Ya, dari dulu harapan kami adalah turut menciptakan kedamaian dengan menghilangkan sekat-sekat. Pasalnya, semua warga Makassar adalah sama meskipun dari beragam etnis," ujar wali kota dua periode ini.
Untuk itulah, Ilham berharap kehidupan damai dan tenteram yang selama ini terjadi, khususnya di Kota Makassar dapat terus terjagga. “Saya kira, semua orang yang berdomisili di Makassar adalah warga Kota Makassar. Menurut saya, sekarang tidak ada lagi warga Tionghoa, tidak ada suku Bugis-Makassar. Sebab, semuanya telah menjadi orang Makassar dari multietnis. Dengan begini, bisa membuat kita hidup rukun dan tenteram tanpa adanya sekat-sekat,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Terpilih Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau lebih dikenal dengan nama Danny Pomanto, juga tampak menghadiri acara Cap Go Meh 2565/2014 ini. Selain Danny, turut hadir Kapolresta Pelabuhan AKBP Wisnu Bhuddya, dan beberapa tokoh Tionghoa lainnya seperti Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel, Budi Sutomo Ie.
Foto: Effendy Wongso
Prosesi acara Cap Go Meh 2565/2014 sendiri menampilkan parade barisan aparat keamanan dari TNI dan Polri, di mana mereka mengarak lambang Garuda Pancasila, disusul pembawa spanduk "Damailah Bangsaku, Makmurlah Negeriku", barisan Merah Putih, barisan Bhinneka Tunggal Ika yang diikuti berbagai etnis di Indonesia, drum band Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP), barisan tokoh agama dan tokoh masyarakat, barisan Komisi Pemilihan Umum Makassar (KPU), barisan para karyawan dari BNI dan komunitas adat Paropo Makassar, kelompok ritual Klenteng Kwan Kong Makassar, komunitas Paribissu dari Kabupaten Pangkep, Vihara Dharma Loka atau Klenteng Cho Su Kong, komunitas Bali dan Barong Bali, barisan karyawan dari BPR Hasamitra, ritual Cetya Istana Avalokitesvara, komunitas adat Kajang, komunitas Paribissu dari Kabupaten Bone, ritual Klenteng Pan Ko Ong Galesong Takalar, komunitas Balla Lompoa Galesong Takalar, komunitas Mamasa, dan ritual Vihara Girinaga Makassar.
Sebelumnya saat ditemui Klenteng Kwan Kong, Jalan Sulawesi, Makassar, Ketua Panitia Pawai Prosesi ritual Cap Go Meh 2014, Miguel Dharmadjie menyampaikan, jalan yang ditutup meliputi Jalan Sulawesi, Jalan Sangir, dan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo.
Sementara saat ditemui sebelum acara berlangsung, Ketua Panitia Imlek 2565/2014, Yonggris Lao, menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada pemilik toko maupun usaha di sekitar jalan-jalan yang ditutup untuk sementara waktu selama prosesi berlangsung.
“Atas nama panitia pelaksana Imlek 2565/2014, kami menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat, baik pemilik toko, usaha, maupun para pengguna jalan atas penutupan sementara ini. Hal ini tidak lain semata untuk membantu pemerintah Kota Makassar maupun Pemprov Sulsel untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Makassar dan Sulsel," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Walubi Sulsel ini.
Foto: Effendy Wongso
Selain menyampaikan permohonan maafnya, Yonggris juga menyampaikan pihaknya sekali lagi mengundang masyarakat dan seluruh elemen yang ada di Kota Makassar  dan Sulsel agar dapat hadir pada puncak perayaan Imlek tahun ini, di mana pada Jumat (14/2/2014) nanti akan berlangsung acara “Jappa Jokka” di daerah Pecinan Makassar, tepatnya di Jalan Sulawesi.
“Melalui kesempatan ini, saya mengundang saudara semua untuk dapat hadir pada malam puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Makassar. Acara ini sekaligus menutup perayaan tahun baru Imlek 2014,” ajaknya.
Jappa Jokka yang berarti “Jalan-jalan” dalam bahasa Bugis-Makassar ini merupakan acara yang rutin dan berkala diadakan oleh komunitas Tionghoa di Sulsel. Acara akan menyuguhkan berbagai kegiatan menarik, di antaranya pasar malam rakyat, atraksi barongsai, panggung seni terbuka, sekaligus penyalaan kembang api secara masif. (blogkatahatiku.blogspot.com)