04 February 2014

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN SUDAH BAIK

Foto: Effendy Wongso
Menjadikan pendidikan sebagai skala prioritas yang mesti dikembangkan merupakan hal yang baik untuk menunjang perkembangan ekonomi secara umum. Ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang dapat bersaing dan menjadi perkembangan pada wilayah pendidikan itu sendiri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BM mengatakan, perkembangan pendidikan untuk Kota Makassar di lima tahun terakhir telah memperlihatkan hasil yang baik, di mana perkembangan ini dilihat dari segi prestasi ujian yang memuaskan.
“Indikator persentase kelulusan dari tahun ke tahun meningkat, dari 20 persen yang tidak lulus mencapai 90 persen, bahkan data terakhir 99 persen yang lulus. Indikator berikutnya dilihat dari nilai hasil Ujian Nasioal (UN) yang juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan, di mana sebelumnya perolehan nilai ada di rata-rata tujuh, sekarang sudah bisa mencapai rata-rata 7,6,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Jalan Hertasning Timur, Makassar, Kamis (30/1/2014) pagi.
Mahmud mengungkapkan, kemajuan pendidikan di Kota Makassar tidak terlepas dari perkembangan sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan sampai sekarang ini. Ini dapat ditakar dari kondisi Sekolah Dasar (SD) yang bagus telah mencapai 75 persen di mana dulunya hanya 40 persen.
“Kondisi SD yang bagus tersebut karena setiap tahunnya dilakukan perbaikan. Selanjutnya, untuk tingkatan SMP dan SMA, rata-rata kondisinya juga sudah baik. Hanya saja bermasalah pada daya tampung, di mana daya tampung di SMA sendiri setiap tahunnya, untuk kelas satu baru 9.500, sementara anak yang lulus dari SMP mencapai 21 ribu. Ini berarti, ada 11 ribu yang tidak bisa tertampung. Sehingga kita selalu menambah Ruang Kelas Baru (RKB) di sekolah agar daya tampung lulusan SMP masuk SMA dan SMK bisa bertambah setiap saat,” jelasnya.
Lebih lanjut Mahmud menjelaskan, jumlah sekolah yang ada di Makassar, khususnya Taman Kanak-kanak (TK) negeri dan swasta, berkisar 432 unit. Selanjutnya, SD negeri ada 367 unit dan swasta 95 unit. Sedangkan SMP negeri ada 45 unit dan SMA negeri ada 22 unit, dan swasta sebanyak 90 unit dan SMK negeri ada sembilan unit dan swasta ada delapan unit.
“Selain jumlah sekolah, jumlah pelajar di tingkat Makassar juga bertambah di mana secara keseluruhan siswa SD sebanyak 145 ribu siwa, SMP kurang lebih 60 ribu siswa, serta SMA dan SMK sebanyak 55 ribu siswa. Ini jelas merupakan loncatan yang positif dalam sektor pendidikan,” terangnya.
Mahmud mengutarakan, terkait perkembangan siswa yang putus sekolah, data terakhir yang diperoleh terdapat banyak siswa yang putus sekolah di tingkat SMA yang mencapai 0,5 persen, sedangkan angka transisi tahun lalu di mana siswa yang lulus SMP tidak lanjut ke SMA mencapai 20 persen. (blogkatahatiku.blogspot.com)