04 February 2014

PERAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

ST Supiana Sultan, SS
Sekretaris Umum IWAPI Sulsel
“Peran IWAPI Sulsel bagi Pemberdayaan Perempuan”

Foto: Effendy Wongso
Lincah dan komunikatif, itulah sosok yang terpancar dari wanita pengusaha bernama ST Supiana Sultan SS ini, saat memoderatori Press Conference A Charity Night with Koes Plus di Hotel Grand Clarion, Jalan AP Pettarani, Makassar, beberapa waktu lalu. Kepada KATA HATIKU seusai acara, Sekretaris Umum Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) Sulsel ini memaparkan beberapa program IWAPI yang dilakukan untuk memberdayakan wanita, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sulsel.
Ana, demikian wanita pengusaha ini disapa, menjelaskan program sosial yang telah dijalankan oleh IWAPI Sulsel. “Salah satunya adalah ‘A Charity Night with Koes Plus’ini, di mana Pemerhati Sehati Setujuan (Prestist) bekerja sama dengan IWAPI Sulsel menyelenggarakan acara amal untuk membantu anak-anak sekolah yang tidak mampu,” katanya.
Dijelaskan, sebenarnya setiap bidang di IWAPI itu sudah punya program-program tersendiri. Namun yang paling sering dilaksanakan adalah bidang sosial dan bidang organisasi seperti pendidikan dan informasi teknologi (IT).
“Di bidang pendidikan itu kita sudah beberapa kali mengadakan pelatihan kewirausahaan, juga ada IT. Kalau untuk keorganisasian itu sendiri, kita memperluas jaringan,” ujar owner CV Sendika Enterprise, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event dan organizer (EO).
Lebih lanjut, Supiana mengatakan, IWAPI sendiri masih membentuk DPC-DPC di daerah-daerah, dan kalaupun sudah ada yang telah terbentuk tetapi tidak aktif, maka IWAPI mengupayakan untuk diaktifkan kembali. Sedangkan untuk bidang sosial, IWAPI telah rutin mengadakan kegiatan seperti sunatan massal dan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran.
“Itu sudah ada pos-pos tersendiri yang akan memantau kondisi, khususnya di Makassar, jika ada kebakaran misalnya, bantuan itu sudah spontan, karena kita sudah ada dana khusus untuk itu,” ungkapnya.
Sementara itu ketika disinggung bagaimana peran pemerintah (daerah) dalam mendukung kegiatan atau program IWAPI Sulsel ini, ibu dari Muh Luhtfi Zakhi Zaidan ini dengan gamblang menjawab.
“Sangat bersinergi. Apapun (kegiatan) yang dilakukan pemerintah, sering sekali menggandeng IWAPI untuk terlibat dalam program mereka, seperti pameran-pameran dari (kementerian) perdagangan. Apakah itu sebagai pelaksana maupun sebagai peserta,” urai Supiana.
Adapun ‘master plan’ dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWAPI yang dilaksanakan IWAPI Sulsel ini, menurut Supiana intinya adalah IWAPI memiliki peran mengangkat pengusaha-pengusaha wanita yang ada di daerah.
“Pada dasarnya IWAPI itu 80  persen adalah pengusaha mikro. Jadi, memang kita dari pengusaha-pengusaha kecil, dari pedagang-pedagang asongan. Jadi itu yang ingin kami angkat. Selama ini orang menganggap bahwa pengusaha-pengusaha itu bermodal besar, tetapi sebenarnya tidak karena di IWAPI hampir semua (anggota) itu, 80 persen, berasal dari pengusaha mikro,” kata wanita kelahiran Makassar, 31 Oktober 1971 ini.
Sementara itu, sejauh ini bentuk pemberdayaan kaum perempuan dari IWAPI, seperti diutarakan Supiana, sudah rutin berjalan. “Sekarang ada program yang kita buat bekerja sama dengan program CSR-nya Bank Mandiri, membantu (permodalan) ibu-ibu nelayan di Paotere, di mana kita sebagai salah satu penghubungnya,” tuturnya.
Ditambahkan, IWAPI berusaha membangun capacity building nelayan-nelayan di sana. “Karena ada seorang ibu di sana yang telah menghimpun ibu-ibu nelayan untuk memproduksi abon ikan. Di situ IWAPI menghubungkan dengan program CSR-nya Bank Mandiri untuk memberikan bantuan,” tutup Supiana. (blogkatahatiku.blogspot.com)