04 February 2014

PEMBENAHAN KAWASAN SEJARAH UNTUK PARIWISATA

Foto: Effendy Wongso
Sejak dirinya terpilih pada pemilihan Wali Kota Makassar 2013 lalu, arsitektur dan pengusaha H Mohammad Ramdhan Pomanto atau lebih dikenal dengan nama Danny Pomanto (DP) semakin menguat, apalagi di kalangan para arsitektur lokal, nasional,  dan internasional.
Maju sebagai Wali Kota Makassar tak pernah terpikirkan olehnya. Yang ada di benaknya hanyalah menjadi seorang pemimpin yang bisa berbuat sesuatu yang berharga kepada masyarakat.
Ditemui di kantornya, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Kamis (30/1/2014), Danny menuturkan kembali visi misinya yang ingin memajukan Makassar sebagai lokomotif bisnis dan perdagangan, serta pariwisata di kawasan timur Indonesia (KTI).
Sebelumnya, pria ramah ini juga dikenal sebagai “otak kanan” dari Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, di mana dirinya berperan sebagai arsitektur pada sejumlah bangunan megah yang ada di Makassar.
Di usianya yang semakin matang, ke depannya Danny berkeinginan lebih menggiatkan industri pariwisata dengan membenahi sejumlah destinasi dan kawasan bersejarah seperti monumen “Korban 40.000 Jiwa” dan sejumlah area lainnya di Makassar.
Menurutnya, untuk kawasan kuliner ke depannya ia berencana membuat suatu kawasan Rumah Makan Terapung di sekitar Pulau Samalona, dengan membuat tempat untuk memancing dan menangkap ikan sendiri di area rumah makan terapung tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi di Makassar akan semakin menggeliat kalau ditunjang dengan infrastruktur yang memadai,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)