02 February 2014

PEMBANGUNAN EKONOMI TAK LEPAS DARI SEKTOR PENDIDIKAN

Foto: Effendy Wongso
Perbaikan secara ekonomi yang tercipta dari beberapa bidang, termasuk dari sektor pendidikan sangat berpengaruh terhadap pembangunan negara. Lembaga-lembaga pendidikan, baik formal dan nonformal semakin memperlihatkan perannya dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang yang dapat bersaing.
Dewan Pengawas Bank Sulselbar Syariah, Mukhlis Sufri, saat ditemui di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (27/1/2014), mengatakan kondisi ekonomi di tahun ini meskipun berada pada pusaran politik, tetapi tetap saja berfundamental baik dan memiliki aspek pertumbuhan yang bagus.
Menurutnya, ekonomi di Sulsel sendiri mengalami peningkatan. Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak tumbuh begitu saja melainkan ada beberapa penunjang pencapaian seperti bergeraknya sektor-sektor lapangan usaha, pertanian, pertambangan, perikanan dan kelautan. tuturnya saat Bisnis Sulawesi menemuinya
Salah satu dosen Fakultas Ekonomi di UMI ini mengungkapkan, jika pada beberapa sektor yang telah dicapai mampu bergerak secara simultan, maka ini bisa mempertahankan grafik kenaikan sehingga dapat menunjukkan struktur ekonomi yang kuat.
“Selain pada sektor pertanian, kelautan dan pertambangan, pendidikan juga menjadi syarat. Menurut saya, pendidikan adalah instrumen pembangunan. Ini berarti jika pendidikan maju, pembangunan juga pasti akan maju,” tegasnya.
Dijelaskan, pendidikan yang tumbuh sekarang ini lebih mengarah pada orientasi bagaimana mengembangkan SDM supaya dapat ahli di bidangnya. Jika mampu melahirkan entrepreneur yang andal, cerdas, berpotensi dan profesional, maka pasti bisa memberi pengaruh positif terhadap kemajuan ekonomi suatu bangsa. Akan tetapi, bila sebaliknya pendidikan hanya mampu melahirkan entrepreneur yang tidak andal, maka bisa saja menjadi ancaman.
Lebih lanjut, Mukhlis mengatakan, ketika melihat sektor pendidikan maka itu tidak terlepas dari kontribusi lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal. “Nah, lembaga-lembaga pendidikan seperti ini justru harus tumbuh, bangkit, dan lebih mampu membaca segmen-segmen yang lebih mengarah pada hal teknis. Karena lembaga-lembaga pendidikan, baik formal dan nonformal mampu melahirkan orang-orang yang berkompetensi,” sebutnya.
Dipaparkan, dengan semakin bertambahnya lembaga-lembaga pendidikan nonformal, dalam hal ini tempat-tempat kursus, meski tidak memberi pengaruh terhadap pendapatan suatu daerah akan tetapi memberi pengaruh terhadap penciptaan SDM.
Terpisah, salah seorang dosen pendidikan di UMI, Ahmad Syahid mengatakan bahwa lembaga pendidikan nonformal, dalam hal ini lembaga kursus sangat potensial untuk membantu sekolah, akan tetapi ada “image” negatif yang muncul.
“Image yang saya maksud itu adalah gambaran bahwa selama ini sekolah tidak kreatif membangun pembelajaran yang menantang, sehingga terkesan pembelajaran-pembelajaran yang menantang itu didapatkan di luar lembaga formal seperti lembaga kursus dan lembaga pembimbingan,” bebernya.
Lebih lanjut, Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam UMI ini mengatakan, jika saja sekolah mampu membangun pembelajaran yang menantang tentu ini menjadi sebuah tren positif.
“Dalam hal ini, saya akui bahwa anak-anak yang mengikuti bimbingan belajar itu ternyata progresnya adalah penyelesaian soal-soal dengan metode singkat, penyelesaian soal-soal yang penuh masalah, dan yang tentunya soal-soal seperti ini yang jarang diberikan di sekolah formal,” terangnya.
Syahid berharap, sekolah mampu meningkatkan perannya dalam memberikan pembelajaran, pelatihan-pelatihan pengerjaan soal yang singkat, tepat dan tingkat akurasi ketepatan yang tinggi. Dengan demikian, tentu anak-anak tidak akan memiliki keinginan untuk belajar di lembaga-lembaga kursus.
“Peran pendidikan dalam mengatasi krisis ekonomi global seperti saat ini, tentu sangat terkait dengan bagaimana kita memanfaatkan SDM yang bisa membangun kualitas ekonomi itu sendiri. Dari aspek pembiayaan pendidikan misalnya, pemerintah harus pro kepada rakyat yang kurang mampu,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)