15 February 2014

PASAR MALAM JAPPA JOKKA CAP GO MEH 2014 MERIAH

Pasar Malam “Jappa Jokka” Cap Go Meh 2014
Upaya Menarik Wisatawan ke Kota Makassar

Foto: Effendy Wongso
Upaya Dinas Pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk mengembangkan pariwisata di Kota Daeng, yang dilakukan dengan menggelar berbagai kegiatan menarik, tampaknya mulai membuahkan hasil. Bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulsel, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel, dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sulsel, instansi pelat merah ini sukses mengadakan acara bertajuk “Jappa Jokka Cap Go Meh Imlek 2014” di daerah Pecinan, Jalan Sulawesi, Makassar, Jumat (14/2/2014).
Acara sendiri merupakan rangkaian pamungkas hari raya Imlek 2565 yang dimulai pada 31 Januari lalu, sekaligus menutup tahun baru masyarakat Tionghoa yang kebetulan bertepatan dengan Valentine.
Dari pantauan KATA HATIKU saat menyusuri tempat penyelenggaraan acara Jappa Jokka Cap Go Meh 2014 ini, sejak pukul 18.30 Wita, area Pecinan, khususnya di Jalan Sulawesi sudah sangat ramai dan dipadati masyarakat yang hendak menonton berbagai jenis atraksi yang disuguhkan oleh pihak panitia pelaksana dari Event Organizer (EO) Vihara Girinaga seperti pentas seni di panggung terbuka, barongsai, tari-tarian, kuis dan games kepada penonton, peluncuran kembang api, ritual Imlek, dan masih banyak lagi acara lainnya. Selain warga dari Kota Makassar dan sekitarnya, acara juga tampak ramai dikunjungi oleh ekspatriat dan beberapa wisatawan dari mancanegara.
Acara yang berlangsung hingga pukul 24.00 Wita tersebut diwarnai hujan gerimis, akan tetapi hal ini tak menyurutkan masyarakat yang hendak merayakan atau menyaksikan pasar malam rakyat yang sudah berlangsung rutin setiap tahun baru Imlek di Makassar ini. Tidak kurang seratus tenda di sisi kiri dan kanan Jalan Sulawesi sudah berdiri sejak pagi sebelum acara. Tenda-tenda tersebut diisi berbagai macam jualan seperti kuliner, merchandise, elektronik, sepeda motor (otomotif), busana, sampai mainan anak-anak.
Foto: Effendy Wongso
Beberapa pengusaha memanfaatkan pasar malam rakyat ini dengan menggelar program menarik. Di salah satu tenda atau stan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra misalnya, menggelar acara “Lucky Angpau” kepada masyarakat yang datang menyaksikan acara, khususnya terhadap mereka yang membuka rekening di stan BPR Hasamitra, di mana mereka dapat memetik satu angpau yang berisi hadiah-hadiah menarik. Selain itu, bagi para nasabah BPR Hasmitra juga mendapat kesempatan memetik angpau yang digantungkan di pohon “Yang Liu” apabila mereka menunjukkan buku tabungan BPR Hasamitranya.
“Bagi-bagi angpau ini merupakan apresiasi kami terhadap nasabah BPR Hasamitra. Kebetulan momennya tepat di pengujung hari raya Imlek, selain datang menyaksikan acara di Jappa Jokka Cap Go Meh ini, mereka pun bisa mendapatkan angpau dari kami,” demikian diungkapkan salah seorang karyawan BPR Hasamitra yang enggan dikutip namanya.
Adapun di tenda-tenda kuliner tak kalah ramai dan menariknya. Di Happy Veg misalnya, pengunjung yang ingin membeli menu vegetarian pun terlihat antre. “Kami menjual menu-menu vegetarian. Makanan nondaging yang kami jual tak kalah lezatnya dengan makanan yang terbuat dari daging karena rasanya hampir sama, cuma bahannya saja yang beda, di mana kami menggunakan bahan-bahan alami yang sehat seperti sayur-sayuran,” ujar salah seorang karyawan Happy Veg, Renny.
Foto: Effendy Wongso
Acara sendiri tidak hanya diisi oleh komunal Tionghoa, tetapi juga diisi oleh komunitas-komunitas lokal lain seperti biduan dangdut, akapela dari kelompok musik indie, dan lainnya. “Meski acara ini bernuansa Tionghoa, namun beberapa pengisi acara dilakukan oleh komunitas lokal. Dari Vihara Girinaga sendiri, kami menampilkan banyak atraksi, di antaranya barongsai, penyanyi cilik, tari-tarian tradisional dan kontemporer, dan beberapa pentas lainnya,” ungkap Ketua EO Vihara Girinaga, Roy Ruslim saat ditemui di sela acara.
Meski terlambat menghadiri acara lantaran datang di saat pengujung acara, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang tampak bersama istrinya, Aliyah Mustika Ilham A Sirajuddin, Ketua Walubi Sulsel Yonggris Lao, dan Kapolresta Pelabuhan AKBP Wisnu Bhuddya, tetap menyampaikan apresiasinya yang mendalam terhadap acara ini.
“Saya berterima kasih kepada saudara-saudara dari Makassar Tionghoa karena acara ini dapat berjalan dengan damai dan lancar. Memang, harapan kami sedari dulu  adalah turut menciptakan kedamaian dengan menghilangkan sekat-sekat,” ujarnya saat menyempatkan diri untuk memberi kata sambutan sekaligus menutup acara Jappa Jokka Cap Go Meh 2014.
Menurutnya, selama sembilan tahun dirinya memimpin Makassar, yang ia pikirkan adalah bagaimana membangun sebuah “rumah besar” tanpa sekat, dan rumah itu bernama Makassar.
“Nah, sekarang tidak ada lagi yang namanya orang Tionghoa, Bugis, Makassar, atau Jawa. Tetapi yang adalah adalah warga Makassar  Tionghoa, Makassar Bugis, dan Makassar Jawa,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)