18 February 2014

MOTOR BEKAS, SOLUSI MILIKI KENDARAAN DENGAN MODAL KECIL

Foto: Effendy Wongso
Kendaraan roda dua atau lazim disebut “motor” termasuk jenis kendaraan yang menjadi primadona bagi masyarakat, khususnya di Kota Makassar. Bisa jadi hal itu karena motor merupakan kendaraan kelas menengah, tidak terlalu tradisional seperti sepeda dan tidak terlalu mahal seperti mobil. Bahkan motor bagi sebagian besar masyarakat diklaim sebagai salah satu “kendaraan rakyat” versi masyarakat Indonesia di era modern.
Tak heran jumlah pengendara motor semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi kondisi wilayah perkotaan yang sangat macet, inflasi melambung tinggi, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak terbendung, maka motorlah satu-satunya solusi mengatasi hal tersebut. Bukan hanya motor baru ramai peminat, motor bekas pun tak kalah larisnya.
Apalagi dengan munculnya jenis motor matik yang semakin memperluas cakupan segmentasi penggunanya, baik kalangan remaja laki-laki dan perempuan maupun ibu rumah tangga. Fakta semakin meningkatnya penggunaan motor sebagai kendaraan alternatif, menunjukkan motor masih menjadi alat transportasi nomor satu di Indonesia.
Maraknya penawaran kredit motor oleh dealer motor semakin memudahkan peminat untuk memiliki kendaraan roda dua ini. Kondisi ini yang kemudian membuka peluang baru yaitu penjualan motor bekas (mokas), dengan solusi harga miring. Outlet-outletnya semakin mudah ditemukan di Kota Makassar.
Sepanjang Jalan Veteran, banyak berjejeran outlet yang menjual mokas. Jenis motor sport seperti Ninja dan CBR memiliki daya tarik walaupun statusnya bekas. Adanya penjualan mokas bisa menjadi alternatif bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah yang ingin memiliki kendaraan bermotor, tetapi hanya bermodalkan sedikit uang.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh H Ridwan, pemilik penjualan mokas Cahaya Pangkep yang berlokasi di Jalan Veteran. “Usaha penjualan mokas yang saya geluti sekarang, merupakan warisan dari orang tua saya yang telah memulai usaha penjualan mokas sejak 1984 silam. Usaha ini saya teruskan karena melihat potensi pasar di Makassar yang masih cukup besar,” ungkapnya.
Ditambahkan, keuntungan menjalankan bisnis penjualan mokas itu sangat fluktuatif. Kadang penjualan meningkat drastis, tetapi sering pula sepi peminat. Jika penjualan sedang baik, maka biasanya dalam sebulan bisa terjual sebanyak 30 unit motor. Akan tetapi jika pasar sedang sepi, bisa saja penjualan motor bekas hanya dua sampai tiga unit sebulan.
Menurut H Ridwan, faktor stabilitas harga sangat berpengaruh terhadap bisnis yang digelutinya saat ini. Penjualan menurun drastis jika terjadi kenaikan harga beberapa bahan pokok.
“Sehingga banyak yang memilih membatasi budget untuk pembelian kendaraan, dan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan bahan pokok,” alasannya.
 Dijelaskan, pasaran harga mokas saat ini beragam, tergantung jenis motor yang diminati dan tahun berapa motor sebut dikeluarkan. Sebagai contoh, untuk motor keluaran 2000, jenis bebek dijual sekitar Rp 8 juta, sport sekitar Rp 11 juta, dan matik sekitar Rp 9 juta. Rata-rata pembeli mokas, menggunakan jasa perusahaan pembiayaan seperti Adira Finance. (Yusuf Almakassary/blogkatahatiku.blogspot.com)