12 February 2014

MENUJU PERGURUAN TINGGI FAVORIT

Foto: Effendy Wongso
Salah satu lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang ada di Makassar, JILC mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan melahirkan banyak alumni siswa berprestasi, yang mampu menghadapi Ujian Nasional (UN) dan mampu tembus ke Perguruan Tinggi (PT).
Wakil Direktur JILC, Muhammad Awaluddin mengungkapkan, perkembangan yang telah diraih JILC tidak terlepas dari usaha dan kerja keras beberapa staf, karyawan, dan para mentor yang sudah memberikan bimbingan maksimal kepada para siswa.
“Dengan menjaga kepercayaan masyarakat dan terus mengembangkan kualitas terbaik bagi para siswa, kami yakin JILC semakin diminati oleh para siswa,” tuturnya saat disambangi Bisnis Sulawesi di Kantor Pusat JILC, Jalan HOS Cokroaminoto, Makassar, Kamis, (30/1/2014).
Awaluddin menambahkan, yang menjadi prioritas utama lembaga bimbingan ini adalah bagaimana pihaknya bisa membantu siswa dalam menghadapi UN, dan mengantar siswa agar dapat tembus ke Perguruan Tinggi favorit mereka.
“Nah, ini terbuki dengan adanya alumni JILC yang bisa masuk di Perguruan Tinggi favorit yang ada di Makassar seperti Universitas (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh), yang merupakan hasil dari survei kami tiap tahunnya,” ungkapnya.
Perkembangan yang diraih JILC, sebutnya juga terlihat dari banyaknya jumlah cabang dan siswa yang dimiliki. JILC yang terbentuk pada 1992, yang awalnya hanya memiliki satu kantor sekarang mengepakkan sayap dengan membuka 23 kantor cabang untuk area Makassar, Gowa, dan Maros. Adapun untuk daerah Sulawesi, secara keseluruhan mencapai 35 Cabang.
“Hampir tiap tahun lembaga kami membuka cabang. Tahun lalu, JILC membuka dua cabang di wilayah Makassar, sedangkan tahun ini rencananya akan dibuka satu cabang lagi,” ungkapnya.
Selain itu, Awaluddin mengatakan jika melihat perkembangan jumlah siswa JILS yang mencapai 10 ribu orang setiap tahunnya di Makassar, Gowa, dan Maros, ini mengindikasikan peningkatan positif yang telah diraih pihaknya.
“Untuk bulan (Januari) ini saja, sudah ada 240 siswa baru di wilayah Makassar,” bebernya.
Sukses yang telah diraih JILC tidak lepas dari kendala yang dihadapi, apalagi lembaga yang dibawahinya tersebut merupakan lembaga pendidikan nonformal yang independen. Kerugian dan masa-masa sulit yang dirasakan di awal berdirinya JILS cukup banyak, di mana lembaga ini sempat mengalami pasang-surut di tahun pertama sampai di tahun kelima awal terbentuknya.
“Kami sudah mengalami masa-masa sulit selama lima tahun, baik sektor finansial maupun sarana dan prasarana yang dulunya sangat terbatas. Namun, peningkatan itu mulai terasa sejak memasuki tahun keenam hingga sekarang ini,” ungkapnya.
Terkait laba yang cukup signifikan dari bisnis lembaga pendidikan yang telah dikelola dengan baik oleh pihaknya, rata-rata keuntungan itu diperoleh dari bertambahnya jumlah pendaftar.
“Sebagian keuntungan kami alokasikan untuk menambah sarana dan prasarana di JILS, di mana ini juga terlihat dari fasilitas-fasilitas representatif yang disuguhkan JILS untuk proses pembelajaran,” tandasnya. (Chaerani Arief/blogkatahatiku.blogspot.com)