17 February 2014

MENCICIL EMAS, INVESTASIKAH?

Foto: Istimewa
Investasi emas kini tak lagi lagi didominasi oleh segelintir kalangan berpenghasilan tinggi saja.Tren investasi emas makin meluas hingga kalangan menengah ke bawah yang notabene berpenghasilan pas-pasan.
Dalam catatan PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI, sepanjang 2012 lalu saja, total nilai penjualan emas murni, baik tunai maupun kredit, mengalami peningkatan tajam hingga 200-300 persen. Malah, pada 2011, Pegadaian berhasil mengumpulkan hasil penjualan emasnya sebanyak Rp 40 miliar.
Sementara di 2012, jumlahnya sudah jauh membengkak melampaui angka itu. Berdasarkan keterangan Manager Bisnis PT Pegadaian (Persero), Didik Suharyogi, kala itu, jumlah penjualan hingga laporan September 2012 sebanyak Rp 100 miliar. Memang optimismenya terbukti, hingga akhir 2012 lalu aset bertambah Rp 20 miliar sesuai target 2012, yakni Rp 120 miliar.
Bahkan penghasilan dari jenis usaha lain Pegadaian ini mengalahkan usaha utamanya, gadai itu sendiri. Apa yang berhasil dicapai oleh Pegadaian itu bisa menjadi salah satu gambaran bagaimana minat masyarakat kian melirik emas sebagai aset investasi. 
Di sisi lain, animo masyarakat meningkat ternyata juga diimbangi dengan berbagai kemudahan kepemilikan emas. Masyarakat kini yang ingin memiliki emas sebagai investasi tak perlu lagi uang tunai, tetapi cukup mencicilnya di bank-bank Syariah atau pun di Pegadaian. Pegadaian misalnya punya produk “Mulia” yang telah berjalan sejak 2009. Sementara lainnya, PT Bank Danamon Syariah punya Solusi Emas.
Grafis: Effendy Wongso
Intinya, impian orang yang berpenghasilan rendah atau pas-pasan untuk bisa berinvestasi emas menjadi terbantu. Serbuan promosi dan berbagai informasi-informasi seputar keuntungan investasi emas begitu persuasif sehingga kalangan berpenghasilan pas-pasan seolah tak sanggup menolak kilau si Kinclong ini. Dampaknya, investasi yang justru seharusnya menguntungkan menjadi bumerang bagi kalangan mayoritas tersebut.
Lembaga-lembaga yang memberikan pembiayaan kepemilikan emas harus memberikan informasi terkait risiko untung rugi di balik investasi emas. Sejumlah pengamat mengungkapkan, konsumen juga berhak mengetahui untung-rugi dan risiko apabila konsumen membeli emas dengan cara mencicil.
Oleh karena itu, investasi emas yang tengah tren dan berkembang luas di masyarakat harus diimbangi dengan informasi yang seimbang. Ini menjadi bagian dari pendidikan kepada masyarakat untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Investasi yang sehat akan melahirkan ekonomi masyarakat yang kuat.
Dengan demikian, kalau dibilang investasi emas menguntungkan, itu “iya”. Akan tetapi, setiap jenis investasi apapun itu punya tingkat risiko yang berbeda sesuai dengan kondisi dan situasi. Oleh karena sikap bijaksana harus dikedepankan dalam memutuskan berinvestasi. Selamat berinvestasi! (blogkatahatiku.blogspot.com)