24 February 2014

MANFAATKAN ALAM UNTUK INVESTASI PARIWISATA

Objek Wisata “Puncak Meranti” Gorontalo, Manfaatkan Alam untuk Investasi Pariwisata

Foto: Risky Zulkarnain
Salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo, Bone Bolango memang memiliki banyak objek wisata yang bisa diandalkan dan dijadikan ikon pariwisata. Salah satunya adalah objek wisata “Puncak Meranti” yang terletak di Dusun 2, Desa Meranti,Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, di objek wisata yang satu ini terletak didaerah perbukitan yang masih tergolong natural.
Objek wisata Puncak Meranti sangat sejuk karena berada di daerah yang belum terjamah oleh dunia luar. Di sekitar objek wisata Puncak Meranti masih terlihat hutan dan perbukitan.Luas keseluruhan Puncak Meranti adalah tujuh hektare, dan memiliki berbagai macam wahana permainan seperti kolam renang, flying fox, kereta putar, kolam pancing anak, taman makan, dan lain-lain.
Di Puncak Meranti sendiri terdapat empat kolam renang, masing-masing terdiri dari empat ukuran, yakni 1,2 meter dengan air terjun pipa, dua kolam renang dengan kedalaman satu meter, dan satu kolam renang yang memiliki kedalaman 1,8 meter.
Untuk flying fox, ketinggiannya mencapai enam meter sampai 10 meter di atas permukaan tanah. Bagi masyarakat yang ingin naik flying fox, cukup membayar Rp 10 ribu per kepala. Puncak Meranti juga menyediakan pondok untuk para pengunjung yang ingin beristirahat, di mana harga sewa pondok ini pun bervariasi yakni Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu per hari.
Puncak Meranti dibuka pada Januari 2010, di mana objek wisata menarik ini diresmikan oleh pihak pariwisata Bone Bolango.Pemilik Puncak Meranti yang merupakan putra asli Gorontalo,Reno Tilameo, memaparkan jika Puncak Meranti dikelolanya bersama kakaknya, Ronny Tilameo.
“Objek wisata Puncak Meranti memiliki berbagai daya tarik selain wahana yang kami sediakan, antara lain pemandangan alam yang natural,udara yang bersih,air pegunungan yang dingin dan sejuk, dan lain-lain. Puncak Meranti juga memiliki fasilitas lain seperti warung,panggung, gazebo, stan penyewaan celana renang, toilet dan kamar mandi, ban renang, dan lain-lain,” runutnya.
Reno menjelaskan, untuk masuk ke Puncak Meranti juga dikenakan biaya paket, di antaranya untuk 30 kepala cukup bayar Rp 5 ribu per kepala. “Untuk biaya masuk normal, Rp 5 ribu untuk anak-anak, dan Rp 7 ribu untuk remaja dan dewasa,” urainya.
Terkait pengadaan tempat wisata yang representatif, pria kelahiran Gorontalo, 12 September 1969 ini, mengatakan bahwa untuk membuat suatu objek wisata yang memiliki kesan natural,pihaknya mengaku telah mengeluarkan dana sebesar Rp 2 milar lebih untuk pembelian lahan sebesar tujuh hektare.
“Ini termasuk pembangunan wahana dan fasilitasPuncak Meranti,” ungkapnya.
Menyoal omset, Reno mengaku setiap weekend atau hari libur pihaknya bisa mendapatkan Rp 5 juta per hari. “Sebulan kami bisa mengantongi omset Rp 20 juta. Tetapi berkat adanya objek wisata kami ini, para pedagang makanan dan minuman lain juga kecipratan untung, di mana pengunjung juga biasanya menikmati jajanan yang mereka sediakan setiap hari di sekitar tempat ini. Retribusi untuk mereka cukup ringan, hanya Rp 5 ribu per hari mereka dapat berjualan di Puncak Meranti ini,” ungkap pria yang hobi olahraga ini.
Kendati cukup menguntungkan, namun biaya operasional yang mesti dikeluarkan pihaknya sebagai pengelola juga cukup besar. “Dana perawatan infrastruktur dan fasilitas yang harus kami keluarkan Rp 4 juta per bulan. Ini belum termasuk gaji karyawan kami yang lima orang, yang bertugas melayani, menjaga, serta merawat Puncak Meranti,” ungkapnya.
Untuk menggaet minat masyarakat untuk datang menghabiskan waktu libur ke Puncak Meranti, pihak pengelola memiliki strategi yakni mengutamakan pelayanan, penyediaan infrastruktur, kebersihan kolam, serta jaminan keamanan untuk parkir kendaraan karena pihaknya menyediakan petugas khusus parking.
“Untuk promosi, kami hanya melakukan promosi dari mulut ke mulut (mouth to mouth),” terang anak keempat dari sembilan bersaudara ini.
Untuk semakin memajukan tempat wisatanya, kedepan Reno akan menggelar event-event hiburan seperti pemilihan putra-putri Meranti dan kegiatan sejenis lainnya yang akan rutin diselenggarakannya setiap minggu.
Putra dari pasangan Hamid Tilameo dan Hadijah Humaji ini juga mengungkapkan harapannya agar Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolanga selaku pihak pemerintah dapat mendukung tempat wisatanya sebagai bagian dari promosi pariwisata daerah.
“Saya harap pemerintah setempat dapat mendukung kami dalam hal promosi, agar objek wisata Puncak Meranti bisa terkenal dan menjadi salah satu daya tarik, sekaligus ikon pariwisata di Provinsi Gorontalo,” harapnya. (Risky Zulkarnain/blogkatahatiku.blogspot.com)