22 February 2014

KREASI USAHA COKLAT JELANG PEMILU BAGI CALEG

Foto: Istimewa
Tak terasa pesta demokrasi sudah di ambang mata. Tentunya, bagi pelaku usaha ramainya hiruk-pikuk pesta demokrasi yang rutin diselenggarakan setiap empat tahun sekali itu menjadi momentum yang tak boleh disia-siakan.
Tak sedikit para pelaku usaha yang mencoba mengambil kesempatan dan ikut memanfaatkan momentum ini untuk meraup keuntungan. Sebut saja usaha coklat milik Rini Nikmat Naim, yang merupakan salah satu dari beberapa pebisnis yang ingin mendulang laba menjelang berlangsungnya Pemilu.
Dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (18/2/2014) siang, Rini mengatakan stiker, spanduk, dan baju kaos sebagai alat kampanye para calon legislatif (caleg) untuk menggalang dukungan di Pemilu kali ini merupakan hal yang biasa dilakukan pada momentun Pemilu.
“Sehingga saya menciptakan terobosan baru yang lebih unik, kreatif, dan tentunya memberi keuntungan bagi para caleg lewat usaha saya,” ungkap wanita yang memulai usaha coklatnya lewat pemasaran di lingkungan orang-orang terdekatnya ini.
Ditambahkan, usaha coklat yang dilabelinya dengan nama “Say It with Chocolate” yang kurang lebih berarti, “apapun bisa diungkapkan lewat coklat”, termasuk salah satu produk yang dapat digunakan oleh seorang caleg selama sosialisasi sebelum Pemilu.
Rini yang mengoperasikan usahanya di kediamannya sendiri di Jalan Daeng Tata 1 Blok 4C No 6 Makassar, mengungkapkan telah menyediakan anggaran modal sebesar Rp 5 juta untuk membuat coklat khusus bagi para caleg yang ingin memesan coklatnya.
“Ya, tetapi jika lebih, tetap ada anggaran cadangan. Saya siapkan sebegitu, tetapi jika kurang karena permintaan melonjak, akan tetap saya sediakan,” jelasnya.
 Penawaran bentuk coklat yang diberikan bagi para caleg bervariasi sesuai yang dibutuhkan para caleg. Hanya saja soal variasi bungkusan, pihaknya menyamaratakan berupa sampul yang berisi foto caleg, lambang partai, nomor urut, dan daerah pemilihan.
“Ya, karena inti dari berkampanye dengan coklat ini kan hendak menyampaikan pesan untuk masyarakat,” bebernya.
Terkait harga yang ditawarkan, Rini membanderol coklat-coklatnya tersebut dengan harga Rp 25 ribu per lusin dan sekitar Rp 2 ribu per batang. Ia berharap bisnis yang diberi tema “Kampanye dengan Coklat” tersebut, bisa memberikan keuntungan untuk usahanya yang baru pertama kali dilakukannya ini.
“Kampanye dengan Coklat adalah hal pertama yang saya lakukan jelang Pemilu tahun ini. Apresiasi para konsumen saya cukup bagus. Sampai saat ini, Alhamdulillah sudah banyak pesanan,” paparnya. (Chaerani Arief/blogkatahatiku.blogspot.com)