02 February 2014

KLINIK BISNIS BAGI PELAKU UMKM

Foto: Effendy Wongso
Pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kota Makassar memfasilitasi pelaku UMKM dengan membuat kegiatan pembinaan dan pengembangan klinik bisnis yang nantinya bisa menambah wawasan para pelaku UMKM dalam menjalankan mitra usahanya.
Kepala Seksi Industri Non Pertanian, Alderi saat ditemui pada kegiatan Kegiatan Kemitraan Wirausaha dan Klinik Bisnis di Hotel Yasmin Makassar, Jalan Jampea 5, Makassar, Selasa (28/1), mengatakan bahwa dalam kegiatan ini para pelaku usaha yang bergerak di bidang UMKM dituntut mampu meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana sistem kemitraan waralaba melalui bimbingan teknis dalam produk UMKM. Kegiatan juga dimaksud agar para pelaku UMKM dapat menciptakan produk perekonomian yang dapat bersaing secara global, universal, dan berkelanjutan
Selaku ketua panitia, Alderi berharap kegiatan juga dapat berkontribusi membuat para pelaku UMKM memahami dan mengerti mekanisme pelayanan, yang nantinya akan diterapkan di tingkat kelurahan, kecamatan, sampai pada tingkatan tertinggi, di mana dalam hal ini adalah pemerintahan kota.
“Saya harap kegiatan ini mampu memberikan pelayanan yang optimal pada para pelaku UMKM sehingga UMKM yang ada di Kota Makassar dapat tumbuh dan berkembang sesuai arahan kebijakan pemerintahan daerah dan kota, sehingga dapat tercipta sistem kemitraan usaha yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sosial, Ibrahim Saleh yang mewakili Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengungkapkan, kemitraan waralaba dan klinik bisnis yang telah dibentuk pemerintah Kota Makassar sejak empat tahun lalu, di mana telah diterapkan pada 14 kecamatan yang ada di seluruh kota Makassar tersebut, patut dicermati tujuan dan outputnya sehingga hal itu dapat bersumbangsih bagi pencapaian yang maksimal bagi para pelaku bisnis.
“Pemerintah Kota Makassar sangat apresiatif terhadap kegiatan semacam ini karena memiliki nilai strategis yang mampu berkontribusi aktif bagi pengembangan produk-produk UMKM sesuai produk-produk yang digeluti bersama di tengah kehidupan bermasyarakat,” terangnya.
Ditambahkan, kinerja ekonomi pemerintah Kota Makassar berdasarkan hasil evaluasi 2013 lalu, mengalami peningkatan 94 persen. Akan tetapi, kondisi tersebut menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan masyarakat sehingga terjadi volatilistik perbedaan antara ketersediaan pasokan produk dan intensitas permintaan.
“Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin secara optimal telah melakukan intruksi-instruksi secara linear untuk melakukan beberapa kegiatan terkait  pengembangan UMKM di seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.
Pengembangan ekonomi tersebut, sebut Ibrahim, salah satunya adalah menggagas klinik bisnis. Kegiatan lainnya termasuk memfasilitasi para pelaku UMKM dengan permodalan agar dapat menghasilkan produk berkualitas.
“Dengan pola kemitraan, kami berharap dapat menciptakan UMKM yang mampu memiliki pasar sendiri. Selain itu, dengan pola kerja sama seperti dalam klinik bisnis ini,  pelaku UMKM dapat menyerap ilmu pengetahuan dan basis teknologi yang kami terapkan agar kualitas produksi dapat menjadi lebih baik. Nah, hal inilah yang menjadi tugas dari klinik bisnis,” tuturnya.
Diakui, perkembangan klinik bisnis yang belum signifikan mendorong pihaknya untuk senantiasa menggandeng koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdangangan untuk bersama mengembangkan atau memfasilitasi kegiatan-kegiatan klinik bisnis tersebut dengan program marketing yang baik.
“Pemerintah tidak boleh memberikan dana segar kepada pelaku bisnis karena hal ini telah menjadi aturan yang tidak mungkin dilanggar. Modal dasar yang bisa diberikan bagi pelaku UMKM bukan berupa dana segar, melainkan berupa peralatan kerja. Nah, peralatan kerja inilah yang nantinya yang akan dikembangkan, dan hasilnya akan diberikan kepada pihak ketiga,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)