14 February 2014

KEHADIRAN PUSAT PERBELANJAAN SERAP TENAGA KERJA

Foto: Masyudhi S
Satu lagi pusat perbelanjaan baru telah hadir di Kota Makassar, yakni Living Plaza.  Plasa megah yang terletak di Jalan Sungai Saddang, Makassar ini memiliki konsep “One Stop Shopping”. Artinya, masyarakat di Makassar dan sekitarnya bebas berbelanja dengan aneka kebutuhan produk yang diinginkan, cukup dengan sekali berbelanja di satu tempat saja.
Living Plaza yang menyerap lebih 500 tenaga kerja baru tersebut, diresmikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dalam pidato sambutannya, Minggu (9/2/2014), gubernur dua periode itu berharap agar pusat perbelanjaan ini dapat menyerap 15 hingga 20 persen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Saya berharap, di pusat perbelanjaan Living Plaza ini dapat menyerap 15 hingga 20 persen pelaku UMKM. Ini tentunya berbeda dengan mal-mal yang sudah duluan eksis di Makassar,” ujarnya .
Dituturkan, beroperasinya kembali mal yang sebelumnya bernama Mall of Makassar ini, menjadi sesuatu yang telah lama ditunggu. Ia meyakini, mal yang telah vakum selama sembilan tahun ini dapat menjadi lokasi pusat perbelanjaan representatif.
Syahrul optimis, mal strategis dengan tiga lantai ini bisa menjadi salah satu barometer atau simbol kemajuan Sulsel untuk menjadi daerah tujuan perdagangan dan pusat bisnis di kawasan timur Indonesia (KTI).
Pada kesempatan yang sama, Senior Head Marketing Kawan Lama Retail, Dery Soesanto mengungkapkan, 90 persen dari 500 tenaga kerja baru tersebut merupakan tenaga kerja lokal, mulai dari level manajemen hingga staf yang dipekerjakan.
“Kami berharap, kehadiran pusat perbelanjaan baru seluas lebih dari 10 ribu meter persegi ini, dengan unit-unit bisnis di dalamnya seperti Ace Hardware, Informa, Toys Kingdom, Office 1 Superstore, White Brown Electronics, dan Chatime dapat ikut menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Derry mengatakan, terkait harapan Gubernur Sulsel yang menginginkan pihaknya fokus terhadap UMKM, dirinya berharap keinginan tersebut dapat terakomodasi melalui satu unit bisnis “Pendopo”, yang merupakan wadah bagi produk-produk kerajinan tangan khas Sulsel yang diproduksi oleh UMKM.
Sementara itu, Public Relations Section Head Kawan Lama Retail, Nila Adisepoetro, mengungkapkan nilai investasi mal berkonsep gaya hidup tersebut mencapai sembilan juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 60 miliar.
“Dengan perluasan jaringan usaha yang terus dilakukan di sejumlah kota besar di Indonesia, telah menjadi tolok ukur bahwa pengembangan bisnis yang kami lakukan bersama unit-unit bisnis di dalamnya, sudah berjalan sesuai harapan,” kilahnya.
Dalam rangkaian grand opening (pembukaan) Living Plaza tersebut, juga diselenggarakan kegiatan donor darah yang didukung Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar, serta penyerahan 200 unit tempat sampah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. (blogkatahatiku.blogspot.com)