25 February 2014

KAU

Oleh Reni Erina

Kumohon, bersabarlah
Pada gerah sengat
Yang bakar gelisahmu
Atau
Pada ujung beku yang gigiti sanubarimu
Akan bukit cinta kita
Yang meranggas karenanya

Tunggulah,
Gerimis 'kan turun basahi
Atau titik embun satu-satu 'kan lumuri dahagamu
Meski harus menunggu kerontang berlalu

Kutahu kau 'kan setia
Arungi angkara itu buatku
Lewati kesakitan dengan tulusmu

Bersabarlah,
Mohonku dengan kedua lututku
Kau begitu berarti buatku