08 February 2014

Kafe dan Resto Sarana untuk Hangout

KAFE - Kafe berasal dari bahasa Perancis, “cafe”. Wikipedia merunut, secara haraiah kafe adalah kopi (minuman), akan tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa minum-minum, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya. Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik di mana seseorang bisa makan makanan ringan. Kafe secara parsial berbeda dengan warung, di mana kafe saat ini tidak hanya menjual menu minuman atau makanan andalannya, namun juga menjual suasana yang nyaman (hangout). BLOGKATAHATIKU/IST
Kafe dan Resto
Representatif di Pusat Perbelanjaan

BLOGKATAHATIKU - Kafe berasal dari bahasa Perancis, “cafe”. Wikipedia merunut, secara haraiah kafe adalah kopi (minuman), akan tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa minum-minum, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya. Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik di mana seseorang bisa makan makanan ringan. Kafe secara parsial berbeda dengan warung, di mana kafe saat ini tidak hanya menjual menu minuman atau makanan andalannya, namun juga menjual suasana yang nyaman (hangout).
Untuk mengakomodir kebutuhan tempat hangout yang representatif bagi masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya, maka PT Surya Abadi Sukses beralasan membuka kafe waralaba asal Negeri Gajah Putih, Thailand, Black Canyon Coffee (BCC) di Jalan Pattimura, Makassar
Hal itu dikemukakan oleh owner PT Surya Abadi Sukses yang membawahi Black Canyon Coffee (BCC) Pattimura, Alfon Romio L, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di Makassar. Pengusaha lokal asal Makassar ini mengungkapkan, BCC Pattimura, saat peresmiannya di 2011 lalu telah menerima piagam rekor MURI (Musium Rekor Indonesia) dengan rekor sebagai kafe dan resto terluas di Indonesia.
“Waktu itu diserahkan oleh Manajer MURI Indonesia, Sri Widayati. Kategori penilaian MURI, luas BCC Pattimura ini 1.328 meter persegi, dan ini merupakan rekor kelima ribu yang menumbangkan rekor sebelumnya yaitu kafe di Jakarta bernama Magic Cafe seluas 1.100 meter persegi,” jelasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi via milis beberapa waktu lalu, Direktur PT Sari Coffee Indonesia, perusahaan pengelola Starbucks di Indonesia, Anthony Cottan mengungkapkan, di ahir 2011 lalu Starbucks Indonesia akhirnya memasuki kota ke-10 yaitu Makassar, di mana pembukaan gerai Starbucks Coffee yang pertama di Makassar ini secara resmi dibuka salah satu pusat perbelanjaan representatif di Makassar, Mal Ratu Indah (MaRI), Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Rabu (14/12/2011). Selanjutnya, dalam waktu yang tidak berapa lama, Starbuck Coffee juga hadir di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.
“Kami sangat senang akhirnya bisa menjangkau satu lagi kota di Indonesia dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh customer yang selalu mendukung Starbucks di 112 gerai di sembilan kota lainnya. Pencapaian kami sekarang berkat dedikasi terus-menerus para partner (barista) kami yang selalu berusaha memberikan Starbucks Experience melalui passion mereka akan kopi. Kami juga sangat bersemangat karena dapat menyapa para customer di Makassar. Semua pengalaman ini bisa dibilang lebih dari sekadar secangkir kopi yang kami sajikan,” ungkapnya.
 Menurutnya, Makassar adalah kota terbesar di Pulau Sulawesi, dan menjadi pelabuhan utama untuk pengiriman barang domestik dan internasional. Sebelum pihaknya membuka gerai pertamanya di Makassar, sudah banyak customer yang menantikan kehadiran Starbucks Coffee.
“Akhirnya kami bisa memenuhi keinginan mereka untuk memberikan Starbucks Experience kepada customer di Makassar,” ujarnya.
Diuraikan, untuk gerai Starbucks Coffee yang berlokasi di lantai dasar MaRI tersebut, memiliki kapasitas tempat duduk di dalam sebanyak 50 orang, dan di area outdoor sebanyak 44 orang. “Di sini, konsumen dapat menikmati suasana santai bersama teman dan keluarga mereka,” imbuhnya.
Anthony mengatakan, para partner atau sebutan untuk karyawan di Starbucks, di Starbucks Coffee MaRI, mayoritas warga Sulawesi yang telah mendapatkan pelatihan secara teori dan praktik selama lebih dari delapan minggu di Jakarta, sehingga mereka bisa menyempurnakan pengetahuan mengenai kopi dan juga paham betul mengenai service standard dari Starbucks Coffee.
“Untuk membantu saat awal pembukaan gerai, kami juga mendatangkan khusus manajer dan supervisor untuk memastikan Starbucks Experience yang diberikan bisa berjalan dengan lancar. Gerai juga dilengkapi dengan fasilitas wifi untuk memberikan layanan tambahan kepada para customer yang membutuhkan koneksi internet untuk keperluan bisnis dan sosial,” paparnya.
Barista Starbucks Coffee, sebut Anthony, berusaha membuat para customer terkesan saat berkunjung, dengan mengingat nama dan minuman favorit mereka. Ia berharap, customer di Makassar akan menikmati minuman yang menjadi favorit di Starbucks seperti Caramel Machiatto, Vanilla Latte, Cafe Mocha, Cappuccino, Green Tea Frappuccino, dan masih banyak yang lainnya.
Menyusuri tempat kuliner lain yang terbilang representatif di Makassar, KATA HATIKU mendapati sebuah kafe yang cukup unik, yang telah eksis selama kurang lebih dua tahun ini. Letaknya pun cukup strategis, berdiri di Jalan Urip Sumoharjo, tidak jauh berhadapan dari rumah sakit (RS) Awal Bross Makassar.
Saat dikonfirmasi menyoal maraknya usaha kafe dan resto di Makassar, Manager Operasional La Buana Cafe, Syahrul saat ditemui beberapa waktu lalu, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih tetap melakukan inovasi, termasuk melakukan beberapa tahap penyempurnaan konsep untuk La Buana Cafe.
Dijelaskan, konsep yang ditawarkan La Buana Cafe ini lebih fokus terhadap style dan “fashion”, homey, serta resto pada umumnya. “Tujuan yang ingin dicapai pihak kami, selain para pengunjung bisa menikmati makanan dengan enak, mereka juga dapat menikmati suasana yang dihadirkan di dalam kafe resto ini dengan enjoy,” ungkapnya.
Mengingat minimnya tempat untuk nongkrong yang terbilang representatif di luar konsep jualan makanan dan minuman secara reguler, Syahrul menyebut, pihak manajemen pun melakukan inovasi dengan menambah kehadiran live music yang hadir setiap malam Minggu, seperti program “Oldies Nite” di mana para pengunjung dapat menikmati musik-musik jazz ataupun musik di era 1980-an.
“Sebenarnya, pada mulanya konsep kami adalah rumah kopi biasa, tetapi seiring perkembangan bisnis usaha kami, selain beberapa menu resto reguler lainnya, akhirnya beberapa program (live music) seperti tadi ikut dimasukkan. Nah, ini juga mengingat di sekitar daerah Urip Sumoharjo kafe dengan konsep seperti ini masih kurang,” terangnya.
Menurut pria berusia 29 tahun ini, para pengunjung dapat menikmati berbagai minuman seperti coffee blend, cappuccino blend, orange flushi, double bland, dan beberapa minuman khas lainnya. Untuk makanannya, ayam bakar dengan bumbunya yang khas dan menggugah selera merupakan andalan di kafe ini.
“Kisaran harga makanan dan minuman di La Buana Cafe cukup terjangkau. Ada beberapa produk juga yang diimpor, khususnya produk minuman. Untuk makanannya, lebih banyak olahan lokal dengan harga yang lebih miring jika dibandingkan kafe dan resto lainnya. Dengan mengeluarkan uang sekitar Rp 15 ribu, konsumen sudah dapat menikmati minuman seperti kopi tradisional. Nah, untuk coffee blend sendiri bisa didapatkan dengan kisaran harga Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu. Sedangkan untuk snack, konsumen cukup merogoh Rp 12.500 saja. Untuk ayam dan makanan berat lainnya, kami banderol di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu,” papar Syahrul.
Menurutnya, pengunjung biasanya datang pada saat jam makan siang, atau sore hari saat jalanan sedang macet. “Pada malam hari, biasanya konsumen berkunjung untuk makan malam sekaligus nongkrong. Kopi merupakan minuman yang paling banyak dipesan, apalagi kami menawarkan dengan berbagai varian,” tuturnya.
Dikatakan, saat ini masyarakat Makassar cenderung mencari tempat hangout yang nyaman dengan konsep outdoor. “Saya melihat, sebagaian orang merasa jenuh masuk mal. Itulah sebabnya sebagian orang larinya ke tempat-tempat berkonsep outdoor seperti di La Buana Cafe ini. Apalagi, kami menawarkan nuansa alami di mana pada bagian belakang kafe terdapat taman yang asri,” tandasnya.