11 February 2014

JUAL COKLAT VALENTINE VIA ONLINE

Foto: Effendy Wongso
Coklat merupakan hadiah yang paling cocok untuk orang yang dikasihi, baik pacar, teman, sahabat, maupun orang tua. Merayakan momen hari kasih sayang tersebut, sejumlah remaja putra maupun putri akan ramai menyerbu sejumlah usaha yang menawarkan beragam sajian coklat. Transaksi penjualannya menjadi meningkat cukup tajam, bahkan mencapai 100 persen dibandingkan hari lain.
Selain toko-toko coklat yang memiliki aset dalam jumlah besar, beberapa orang pun mencoba memanfaatkan momen Valentine untuk mencari rezeki hanya dengan modal yang terbilang sedikit, Seperti yang dijalani oleh Aisyah Nurfitri. Diakui wanita kelahiran 5 April 1992 ini, modal awal berjualan coklat yang dikelolanya hanya Rp 50 ribu.
Ide awal berjualan coklat datangnya setelah melihat antusiasme teman-temannya membeli coklat yang sering diberikan sebagai hadiah. Berbekal keterampilan mengolah bahan kue yang didapat saat ikut kursus masak sewaktu SMA dulu, mahasiswa STMIK Profesional yang akrab disapa Icha ini pun mulai berjualan.
Meskipun masih kuliah, ia memiliki keinginan kuat menjadi seorang entrepreneur. Keuntungan yang didapat selain bisa dipakai untuk berbagai kebutuhannya sebagai remaja, sebagai disisihkan untuk meringankan beban orang tua membayar biaya kuliah.
Berbagai macam jenis dan model coklat dijual Icha, karena pada saat momen Valentine, ia sudah “banjir” pesanan coklat berwarna pink dengan bentuk hati. Beberapa inovasi pun dilakukan, seperti membuat coklat berbentuk berbagai karakter, di antaranya Hello Kitty, Teddy Bear, dan Spongebob. Uniknya lagi, coklat tersebut diisi dengan kacang caramel, strawberry, blueberry, oreo, dan lain-lain sebagai pelengkap untuk memberikan rasa yang lebih nikmat.
Meskipun memiliki bentuk mewah dengan rasa yang enak, harga produk coklat yang dijualnya terbilang sangat murah, yaitu sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Segmen pasar yang dibidik pun kebanyakan adalah remaja, baik mahasiswa seusianya maupun yang masih duduk di bangku SMA. Layanan yang diberikan pun cukup komplit, yaitu pembeli yang berlokasi di pusat kota bisa diantarkan langsung gratis. Tetapi untuk pemesan di lokasi cukup jauh, diberikan tambahan ongkos kirim Rp 20 ribu.
Metode penjualan dilakukan dengan dua cara, di mana metode pertama dilakukan dengan cara penjualan langsung ke konsumen. Setiap hari ia bergerilya mencari pelanggan dalam lingkup pergaulannya sehari-hari sebagai mahasiwa. Proses penjualan pun banyak dibantu oleh saudara-saudaranya yang juga menawarkan ke beberapa teman.
Metode lain yang digunakan adalah dengan memanfaatkan tren teknologi terkini, yaitu melalui media online. Setiap hari Icha memperbarui statusnya di Facebook (FB) mengenai promo-promo produk coklatnya. Selain itu broadcast melalui Blackberry Messenger (BBM) pun sangat membantu.
“Nah, bagi yang mau pesan bisa melalui FB saya  dengan nama ‘Anfas Sari’. Bisa juga melalui BBM di PIN 76BE9DAC,” ujarnya berpromosi. (Yusuf Almakassary/blogkatahatiku.blogspot.com)