22 February 2014

HIPMI SULSEL SOROTI SUKU BUNGA PERBANKAN

Foto: Effendy Wongso
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel), H Amirullah Abbas menyoroti pemberian bunga kredit terhadap para pengusaha yang dinilai tinggi.
Menurutnya, adanya suku bunga yang tinggi membuat para calon pengusaha maupun yang sudah jadi pengusaha enggan untuk berhubungan dengan perbankan.
“Di era ini persaingan usaha semakin ketat, suku bunga di bank yang begitu tinggi membuat para pengusaha, khususnya yang tergabung dalam HIPMI Sulsel, enggan mengajukan kredit ke perbankan,” ungkapnya di Hotel Sahid Makassar, Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Kamis (12/2/2014).
Padahal, sebut Amirullah, jumlah pengusaha yang ada di HIPMI Sulsel cukup banyak. “Selaku pengurus dan pengusaha, kami fokus mengembangkan dan meningkatkan ekonomi daerah dengan menciptakan pengusaha baru. Tetapi kalau suku bunganya masih terbilang tinggi, bagaimana mau berkembang?” cetusnya.
Untuk itulah, pihaknya berharap bank tidak menaikkan suku bunganya saat ini, apalagi kondisi daerah di Indonesia banyak terkena dampak bencana. “Harapan kami perbankan mau sedikit berpihak kepada pengusaha. Minimal, memberikan keringanan supaya pengusaha tetap eksis dan tidak gulung tikar,” harapnya.
Menurutnya, potensi pengembangan pengusaha di Sulsel cukup baik, namun baru sedikit pengusaha yang melakukan pinjaman modal di bank lantaran terganjal suku bunga yang masih tinggi.
Untuk itu, melalui rapat pleno pertama di Hotel Sahid Makassar beberapa waktu lalu, Amirullah menitip harapan kepada sejumlah pengurus HIPMI Sulsel agar lebih bersinergi, baik saat mengembangkan usaha pribadi mereka maupun dalam membesarkan lembaga dengan program yang telah disepakati bersama.
“Nah, untuk program jangka panjang, HIPMI Sulsel akan terus fokus menciptakan pengusaha baru dan mempermudah akses ke perbankan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina HIPMI Sulsel, Yudi F Arsono menuturkan, setiap pengurus HIPMI Sulsel yang baru, harus bisa mengakselerasikan semua program kerjanya.
“Di HIPMI Sulsel ini, semua pengurus adalah direktur di perusahaan masing-masing. Dengan bergabungnya semua personal dalam organisasi ini, maka pola komunikasi yang dilakukan di organisasi akan berbeda seperti yang dilakukan di perusahaan masing-masing. Hal ini mesti dilakukan untuk memaksimalkan kinerja pengurus,” tandasnya. (Nina Annisa/blogkatahatiku.blogspot.com)