24 February 2014

HINGGA NANTI

Oleh Zheng Sue Erl

Gegenta bergema
dari arah tektum gereja
memanggil dikau rupawan
yang mencari sekelopak bunga suci

Susurlah labirin beton
yang menjajar dan berdiri seolah gergasi
di antara pikuk rutinitas tuan
dan lagu kejemuan puan

Adakah rekwin sunyi telah berbirama nada
yang mengalun dari corong kubah
atau selasar berkabut setanggi ladan?

Sungguh, sungguh
patutlah dikau sejenak diam dalam permenungan ini
hingga tak binasalah raga dan jiwamu kelak
pada hari penghabisan nanti