15 February 2014

ERUPSI GUNUNG KELUD, GARUDA BATALKAN RUTE MAKASSAR-SURABAYA

Foto: Effendy Wongso
Menyusul erupsi Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, pukul 22.50 Wib, Kamis (13/2/2014), PT Garuda Indonesia membatalkan semua penerbangan untuk rute Makassar-Surabaya. Hal tersebut diungkapkan oleh Vice President East Indonesia Region IV PT Garuda Indonesia, Rosyinah Manaf di Resto Makassar Suki, Jalan Bali, Makassar, Jumat (14/2/2014).
Pertemuan dengan sejumlah wartawan di Makassar terkait rilis rute baru Jakarta-Merauke yang resmi mengudara pada 27 Februari 2014, juga menyampaikan pesan pembatalan untuk sementara penerbangan pelat merah tersebut.
Dikatakan, seluruh penerbangan rute Makassar-Surabaya untuk sementara semuanya dibatalkan. “Nah, bagi penumpang yang telah beli tiket Garuda, kami akan mengembalikan uang tersebut dengan utuh,” ujarnya.
Rosyinah yang tampak didampingi oleh Marketing and Sales Manager  PT Garuda Indonesia Brand Officee Makassar, I Wayan Supatrayasa, mengatakan bahwa sebelumnya pembatalan telah dikonfirmasi begitu debu vulkanik menghujani area-area tujuan penerbangan Garuda Indonesia tidak lama setelah Gunung Kelud meletus.
“Melalui manajemen Garuda semalam, pembatalan tersebut sudah diinformasikan secara nasional di sejumlah daerah, di antaranya Bandara Djuanda Surabaya. Pembatalan tersebut menyusul status darurat erupsi Gunung Kelud yang saat ini terjadi di daerah sekitarnya,” paparnya.
Rosyinah menambahkan, sebelumnya pihaknya juga sudah mengedarkan pemberitahuan pembatalan penerbangan ke Surabaya dan Makassar. “Ya, tetapi daerah lain juga sama, sudah diberitahu,” bebernya.
Terkait kerugian akibat pembatalan ke hampir semua area penerbangan yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud, wanita yang telah bekerja selama 27 tahun di PT Garuda Indonesia mengatakan bahwa posisi pihaknya saat ini mengalami “force majoure”. Ini berarti semua maskapai penerbangan, tidak hanya Garuda, akan kena dampak dari kerugian ini.
“Pasti semua maskapai penerbangan mengalami kerugian, tetapi ini kan force majoure, bencana alam yang tidak disangka-sangka dan di luar perhitungan, jadi bukan hanya kami yang mengalami (kerugian) namun semua maskapai penerbangan,” ungkapnya.
Rosyinah menjelaskan, aturan (teknis) dalam penerbangan, saat mengudara dan saat pendaratan minimum jarak pandang awak pesawat harus seribu meter, akan tetapi saat ini jarak pandang tersebut tak sampai 500 meter. Oleh karena itu, terpaksa bandara harus ditutup.
 Sementara itu, Marketing and Sales Manager PT Garuda Indonesia Brand Officee Makassar, I Wayan Supatrayasa, menginformasikan bahwa untuk penerbangan sejak pagi, Jumat (14/2/2014), pihaknya telah membatalkan semua penerbangan yang akan menuju Surabaya.
“Ada 81 penumpang pada penerbangan pagi yang kami batalkan keberangkatannya. Sementara dari data yang kami catat, untuk sore harinya ada 141 penumpang yang juga kami batalkan keberangkatannya,” terang Wayan. (blogkatahatiku.blogspot.com)