22 February 2014

DUNIA KULINER YANG MENYENANGKAN

BARON
Chef Executive Resto Dapur Kepiting
“Dunia Kuliner adalah Jalan Hidup Saya”

Foto: Ria Ibrahim
Jika ada yang menganggap dunia kuliner adalah jalan hidupnya, maka orang tersebut salah satunya adalah Baron. “Sejak di SMP, kebiasaan saya selalu di dapur. Entah menyaksikan ibu memasak ataukah saya yang mencoba untuk memasak sendiri, dengan rasa imajinasi saya sendiri”, tutur Baron saat ditemui di tempat kerjanya, Dapur Kepiting, Jalan Urip Sumaharjo, Makassar, beberapa waktu lalu.
Baron yang sekarang sudah menjadi Executive Chef di Dapur Kepiting, mengakubukan pergara gampang untuk mendapatkan posisi seperti yang saat ini disandangnya. Semuanya dilaluinya dengan tempaan keras dan proses yang panjang.
Memang, tidak terasa sudah 17 tahun ia berkecimpung di dunia kuliner. Ini dirasakannya tanpa beban lantaran apa yang dilakukannya berangkat dari kecintaannya terhadap karier yang dijalaninya.
“Selama ini, saya selalu belajar dan berimajinasi dalam mengolah masakan karena saya mencintai dunia kuliner ini,” ungkapnya.
Diterangkan, perjalanan kariernya di dunia kuliner dimulai sejak ia tamat SMA di mana ia bekerja di salah satu restoran yang ada di Jakarta. “Resto itu adalah resto yang menyajikan Chinese food. Awalnya saya bertugas sebagai stewart atau tukang cuci piring selama tiga bulan. Setelah itu, posisi saya naik menjadi pemasak nasi selama lima bulan. Nah, selama proses ini saya kemudian diangkat ke ‘kitchen’ untuk menangani menu ‘barbeque’,” papar Baron.
Cukup empat tahun berkarya di restoran tersebut, ia pun mendapat kesempatan untuk belajar dan berkarya di Five Hotel Jakarta. “Saat saya mendapatkan tawaran untuk pindah ke Five Hotel Jakarta, saya sangat bersyukur. Saya bersyukur karena bisa memasak di hotel, sebab bagi saya memasak adalah seni, dan saya senang dengan tantangan baru itu,” akunya.
Pria yang lahir pada 13 Februari 1974 ini mengungkapkan kegembiraannya saat diterima bekerja di salah satu hotel ternama di Jakarta itu. Di sana, ia tidak mengendurkan minat belajarnya. Secara otodidak ia belajar menciptakan menu dan olahan baru masakannya.
“Rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar yang besar dalam diri saya, membuat saya berusaha mendekati salah satu chef asing yang menjadi atasan saya pada saat itu. Ini untuk ‘mencuri’ ilmu memasak dari chef asing tersebut,” ungkapnya berterus terang.
Pada akhirnya karena kelincahan dan kepiawaian Baron dalam menata makanan, chef asing tersebut pun menaruh simpati kepadanya. “Chef asing itu secara sukarela membagi ilmunya kepada saya. Alhasil, saya semakian giat belajar mengolah makanan sampai dipercaya menduduki tugas sebagai executive chef,” jelasnya.
Menurut koki yang ahli di menu Asian food ini, belajar tidak memiliki batasan. Ia selalu mencoba mengembangkan kreativitas baru dalam dunia kuliner, termasuk menciptakan resep baru selama menjalani karier yang dicintainya tersebut.
Tak lama berselang, pada 2013 Baron ke Makassar untuk bekerja sama dengan pemilik Resto Dapur Kepiting, Herman Yacub. Ia dipercaya untuk langsung memegang posisi tertinggi di sana sebagai executive chef.
“Saya menyukai tantangan baru dalam dunia kuliner. Untuk itu, saya rela jauh dari keluarga tercinta untuk profesi yang sangat saya gemari ini, meski hal ini juga membuat membuat saya harus bolak-balik dari Makassar ke  tempat asal saya, Jakarta,” tandasnya. (Ria Ibrahim/blogkatahatiku.blogspot.com).