28 February 2014

DIA ADALAH DIA DAN AKU ADALAH AKU

Oleh Karina Negara

Dia adalah Dia

Dia adalah dia.
bersembunyi di balik kelambu.
Ingin kugapai namun tak bisa,
karena dia adalah dia.

Dia adalah dia.
Berjalan di atas waktu.
Kukejar, aku tak mampu.
Karena dia tak melihatku.
Hilang tak tentu arah,
siapa aku tiada tahu.
Mencari, menerjang, menakutkan.
Mata terpejam, gelap gulita.

Dia tetaplah dia.
Letih kucoba, lelah dan lemah.
Ditiup angin pun tiada mengerti.
Bermandi ombak, badai gemuruh.
Cinta tiada tanya.
Walau kilat menyambar mati.
Bila bumi tiba berhenti,
dia adalah dia.
Tak mungkin mencintaiku.

Aku adalah Aku

Aku adalah aku.
Bersembunyi di balik kelambu.
Dia menggapai namun tak sampai,
karena aku adalah aku.

Aku adalah aku.
Berjalan di atas waktu.
Dia mengejar, dia tak mampu.
Karena aku tak melihatnya.
Ia menghilang dari ingatan,
siapa dia, tanya batinku.
Mencari, berlari, ia menangis.
Tertidur ditemani malam.

Aku tetaplah aku.
Meski kucoba, kuatku tiada.
Angin pun meniup berlalu.
Diterjang ombak, dibawa badai.
Cinta penuh tanda tanya.
Sampai hari nanti aku mati,
bila bumi tiba berhenti,
aku adalah aku.
Tak akan mencintainya.