14 February 2014

DANNY POMANTO

Berdayakan “Industri Lorong”, Danny Pomanto Adakan Sosialisasi   

Foto: Effendy Wongso
Sejak resmi terpilih sebagai Wali Kota Makassar Terpilih Periode 2014-2019 pada 2013 lalu, Mohammad Ramdhan atau yang lebih dikenal dengan nama Danny Pomanto (DP) semakin populer di masyarakat Kota Daeng. Kontribusi idenya dalam pembangunan Anjungan Pantai Losari merupakan salah satu dari sekian banyak karyanya dalam dunia arsitektur, baik lokal maupun regional yang ikut mengangkat pamor pembangunan dan pariwisata di Kota Makassar.
Danny menuturkan, resolusinya pada tahun-tahun kepemimpinannya adalah ingin memajukan Makassar sebagai lokomotif bisnis, perdagangan, dan pariwisata di kawasan timur Indonesia (KTI).Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui Bisnis Sulawesi di Rumah Makan Enak-enak, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kamis (30/1/2014) lalu.
Menurutnya, rekonstruksi nasib rakyat adalah dengan jalan memperbaiki nasib yang masih di bawah standar kemiskinan. Dari apa yang didalaminya selama ini, ia mengutarakan desain atau masterplan yang bisa memperbaiki nasib rakyat adalah dengan mengurangi pengangguran. Pasalnya, semuanya berpusat dari pekerjaan. Jika masyarakat sudah terpenuhi pekerjaannya, tingkat pengangguran otomatis akan berkurang.

Berdayakan “Industri Lorong”

Salah satu program yang akan dicanangkan Danny dalam masa pemerintahannya adalah memberdayakan “industri lorong”. Industri yang dimaksud adalah memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang bermukim di dalam lorong-lorong kota di Makassar untuk dapat menghasilkan sesuatu hal yang positif.
Kegiatan tersebut akan mengajak masyarakat di sana untuk memulai usaha kreatif seperti kerajinan pembuatan tas dan kantong. Dari industri itulah akan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat yang bermukim di dalam lorong yang selama ini terkesan “pasif”. Untuk itulah, pihaknya sudah mengadakan sosialisasi pemberdayaan SDM yang bermukim dalam lorong-lorong yang ada di Makassar.
“Saya akan memberdayakan ‘industri lorong’, di mana industri ini dapat menghasilkan produk kerajinan yang dapat dijual, seperti pembuatan tas dan kantongan. Setiap hari warga yang bermukim di lorong-lorong tersebut akan memproduksi 500 lembar tas dan kantongan. Untuk ini akan kami berikan pelatihan gratis,” sebutnya.

Benahi Kawasan Kumuh

Selain akan membemberdayakan industri lorong, Danny juga akan membenahi kawasan kumuh di Makassar. “Selanjutnya, saya akan membuat rumah kota murah di kawasan kumuh. Meningkatkan kesejahteraan mereka yang bermukim di kawasan kumuh dengan evaluasi kelayakan huni bagi masyarakat yang bemukim di kawasan tersebut,” bebernya.
Menurut arsitektur dan perancang bangunan yang namanya sudah “go international” ini, Makassar saat ini juga butuh transportasi publik. Pasalnya, untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, transportasi publik yang ideal dan mumpuni sangat dibutuhkan.
Tugas lain yang mendesak baginya adalah membangun sejumlah proyek di Makassar. Salah satunya adalah Center Point Indonesia (CPI). “Kalau CPI selesai dibangun, maka akan berimbas pada sektor ekonomi. Sebagai contoh, Losari saat ini sudah berkontribusi banyak bagi warga di sekitarnya,” paparnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)