22 February 2014

CHAITEA, INVESTASI RINGAN PAKET MENARIK

Foto: Effendy Wongso
Salah satu produk kuliner asal Thailand, Chaitea menggandeng mitra dengan sistem business opportunity. Artinya, mitra atau calon pelaku usaha boleh memilih jenis investasi yang ditawarkan, beli putus atau menyewa.
“Chaitea adalah produk minuman cup teh dari Thailand yang sudah ternama dari dulu. Mitra yang ingin berinvestasi dapat memilih, apakah dengan beli putus atau menyewa. Investasinya sangat ringan, Rp 20 juta untuk beli putus dengan kompensasi kepemilikan sarana seperti gerobak, mesin, dan lain-lain. Sementara jika menyewa, investor dikenakan biaya sewa sarana sebesar Rp 15 juta per tahun,” jelas owner Chaitea, Joseph Riesa Vegeta, beberapa waktu lalu.
Kalau dikalkulasi, runutnya investasi untuk sewa hanya Rp 41 ribu per hari. Ini dari hasil Rp 15 juta dibagi 365 hari. Sementara untuk harga per cup-nya, investor dapat menjual Rp 8 ribu dari modal Rp 4 ribu yang dikenakan oleh Chaitea. Jika kebetulan membuka usahanya di mal, para investor dapat menaikkan harga lebih tinggi sesuai sewa mal, Rp 10 ribu.
“Sebenarnya kehadiran Chaitea adalah untuk mengakomodir konsumen menengah ke bawah yang menggemari kuliner Thailand. Coba bayangkan, berapa yang harus konsumen bayar jika minum teh sejenis Chaitea di resto bonafid seperti di Black Canyon Coffee (BCC). Nah, inilah yang ditangkap oleh bisnis kami, di mana kalangan menengah ke bawah dapat menikmati minuman Thailand dengan harga terjangkau,” ungkapnya.
Ketika ditanya prospek minuman asal Negeri Gajah Putih ini, Joseph mengatakan ia optimis Chaitea dapat berkembang di Indonesia mengingat selera lidah orang Indonesia yang sangat menggemari kuliner Thailand. (blogkatahatiku.blogspot.com)