21 February 2014

CEMBURU

Oleh Monita Gunawan

mengertilah, sayangku
rasa ini membakar tenggorokanku
meradang panas mencekat napas
berdentum-dentum di kepala
buatku terhuyung

segenap cinta sekujur jiwa
melahirkan apa yang kurasa
tatkala aku harus hadapi
hatimu tak sepenuhnya untukku,
ketika keduapuluh jari-jariku
terasa beku dan membiru
saat kau berlari
seraya memeluk keping-keping
hatimu untuknya

tahukah, jantung hatiku
aku harus memeluk tajamnya kenyataan
menelan tanpa mengunyah duri-duri keadaan
melatih hatiku dengan gada dan palu
hingga desir-desirnya terbiasa
saat kau bersamanya
ada atau pun tidak maklumat darimu
terucap ataupun tidak berita janjimu kepadanya

mengertilah, kasihku
cinta ini sudah jadi milikmu
tak bisa kubunuh demi untuk binasakan
rasa kronis berkarat ini
sama seperti kau tak bisa hapuskan dia
dari semat beledu hatimu

lihatlah, empunya jiwaku
aku tetap berdiri tegak di sini
menantimu juga berlari untukku
membasuh memar hatiku
dengan kecupan hangat cintamu