07 February 2014

BISNIS FRANCHISE SOKONG EKONOMI DAERAH

KETUT WIDJAHARTA
Franchise Manager PT Indomarco Prismatama (Indomaret)
“Bisnis Franchise Sokong Ekonomi Daerah”

Foto: Effendy Wongso
Bisnis waralaba kini telah menjamur di Indonesia. Perkembangan yang pesat mengindikasikan sebagai salah satu bentuk investasi yang menarik, sekaligus membantu pelaku usaha dalam memulai suatu usaha sendiri dengan tingkat kegagalan yang rendah. Selain itu, bisnis franchise selama ini telah terbukti menyokong ekonomi daerah-daerah yang dimasukinya di Indonesia.
Kendati demikian, meski bisnis waralaba yang ditawarkan semakin beragam, namun untuk menjatuhkan pilihan terhadap bisnis waralaba secara tepat, terkadang mengalami kesulitan. Padahal, pilihan awal akan sangat menentukan. Ada hal mendasar dalam menentukan pilihan. Paling tidak, bidang usahanya stabil dan berprospek serta track record pewaralaba (franchisor) baik dan berpengalaman.
Hal tersebut diungkapkan Franchise Manager PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Ketut Widjaharta di booth Indomaret dalam Pameran Franchise dan Peluang Bisnis Makasssar, di Celebes Convention Centre (CCC), Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makassar, beberapa waktu lalu.
“Di 1997, Indomaret melakukan pola kemitraan (waralaba) dengan  membuka peluang bagi masyarakat luas untuk turut serta memiliki dan mengelola sendiri gerai Indomaret. Pola waralaba ini ditawarkan setelah Indomaret terbukti sehat dengan memiliki lebih dari 700 gerai, yang didukung oleh sistem dan format bisnis yang baik,” terangnya.
Ditambahkan, pengalaman panjang yang telah teruji itu mendapat sambutan positif masyarakat, terlihat dari meningkat tajamnya jumlah gerai waralaba Indomaret, dari dua gerai pada 1997 menjadi 2.797 gerai pada Mei 2013. Program waralaba Indomaret yang tidak rumit terbukti dapat diterima masyarakat. Bahkan, sinergi pewaralaba (Indomaret) dan terwaralaba (masyarakat) ini merupakan satu keunggulan domestik dalam memasuki era globalisasi.
Dalam pameran franchise kali ini, tidak ingin kalah, Indomaret hadir dengan promo fee franchise sebesar 50 persen, di mana calon investor yang ingin bermitra membuka gerai waralaba Indomaret dapat berinvestasi dengan estimasi investasi sebesar Rp 394 juta.
“Estimasi investasi kurang lebih Rp 400 juta, masing-masing untuk franchise fee per lima tahun Rp 36 juta, biaya star-up dan promosi pembukaan Rp 10 juta, kemudian perizinan, renovasi dan tambah daya listrik sebesar Rp 170 juta, lalu peralatan elektronik dan nonelektronik sebesar Rp 178 juta. Jadi total investasi untuk toko baru di luar bangunan adalah Rp 394 juta,” paparnya.
Dijelaskan, perkembangan gerai Indomaret sangat pesat. Di Makassar dan sekitarnya (Sulsel), Indomaret sudah hadir dengan 230 gerai. Padahal, boleh dibilang Indomaret adalah pendatang baru setelah sebelumnya, gerai ritel waralaba seperti Alfamart telah lebih dulu hadir di Sulsel.
“Indomaret hadir pada 2010 lalu di Makassar dan sekitarnya, tapi perkembangan gerai kami tumbuh sangat pesat. Secara umum, Indomaret telah terbukti menjadi ritel waralaba terbesar di Indonesia, dengan jumlah 7.600 toko, di mana 40 persen merupakan milik toko terwaralaba (franchisee) yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur,” terang Ketut.
Toko Indomaret, imbuhnya, pertama dibuka pada 1988 dan mulai mewaralabakan bisnisnya pada 1997. Indomaret terus melakukan terobosan, baik melalui inovasi seperti menerbitkan Indomaret Card sebagai alat pembayaran maupun pengembangan pelayanan seperti adanya penjualan tiket kereta api, Western Union, ticket box, dan lain-lain, sehingga menjadikan Indomaret sebagai One Stop Shopping.
“Lokasi Indomaret dimulai dari perumahan, perkantoran dan pusat perbelanjaan hingga berlokasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terminal, apartemen, bandara atau pelabuhan, hotel, rumah sakit, bahkan di stasiun kereta api, sehingga menjadikan Indomaret semakin dekat dengan masyarakat dan mudah dijangkau,” ungkap pria asal Bali ini.
Diterangkan, dengan visi menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global, Indomaret senantiasa mendampingi dan membimbing mitra, dalam hal ini franchisee agar dapat berkembang lebih cepat.
“Mitra kami dampingi, baik dalam sistem operasional toko maupun menjamin ketersediaan barang dan menjamin tersedianya dana cash surplus tepat waktu. Pengiriman barang ke toko dilakukan setiap hari oleh Indomaret, harga beli barang dagangan juga kompetitif dengan jenis, tampilan, jumlah barang, dan promosi yang ditentukan oleh Indomaret secara profesional,” tandas Ketut. (blogkatahatiku.blogspot.com)